Rumah Puisi Taufiq Ismail Tanah Datar Sumatera Barat

Rumah Puisi Taufik Ismail (https://nusaku.id)

Terletak di Jalan Raya Padang Panjang – Bukittinggi Km. 6, Aie Angek, Sepuluh Koto, Aie Angek, Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 27151. Rumah ini terletak di daerah sejuk dengan hamparan pesona hijaunya alam yang terbentang, diapit dengan gagahnya Gunung Singgalang dan Gunung Merapi.

Biografi

Taufik Ismail sedang membacakan karyanya Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia (1998) – (https://www.biografiku.com)

Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Masa kanak-kanak sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk sekolah rakyat di Solo. Selanjutnya, ia berpindah ke Semarang, Salatiga, dan menamatkan sekolah rakyat di Yogya. Ia masuk SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, dan kembali ke Pekalongan. Pada tahun 1956–1957 ia memenangkan beasiswa American Field Service Interntional School guna mengikuti Whitefish Bay High School di Milwaukee, Wisconsin, AS, angkatan pertama dari Indonesia Ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963.

Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI pada tahun 1966-1970. Kemudian, Taufiq bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arief Budiman mendirikan Yayasan Indonesia, yang kemudian juga melahirkan majalah sastra Horison (1966). Sampai sekarang ini ia memimpin majalah itu.

Penyair Taufiq Ismail saat melatih guru-guru bahasa dan sastra Indonesia di Rumah Puisi (https://www.famindonesia.com)

Bermodalkan uang dari hadiah sastra Habibie Award 2007 sebesar US$ 25.000 (atau Rp 200 juta setelah dipotong pajak), sastrawan kelahiran Bukittinggi ini membangun rumah puisi yang berlokasi di tempat yang selama ini diimpikannya.

Pembangunannya dimulai 1998 dan pada ulang tahun Taufiq Ismail ke-55, ia pun meluncurkan bukunya yang berjudul Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, yang seluruh hasil penjualannya ditujukan untuk menambah biaya pembangunan rumah puisi ini.

Kegiatan

Diberi nama rumah puisi, bukan berarti kegiatannya semata-mata berkaitan dengan persajakan saja. Ia merangkum seluruh aktivitas yang bersangkutan dengan literatur dan literasi, karya sastra, pembacaan dan latihan penulisannya, dengan warna keindahan puitik sebagai intinya. Sesungguhnya seluruh karya sastra, yaitu sajak, cerita pendek, novel, drama dan esai, semuanya pasti memiliki keindahan puitik masing-masing yang khas, lalu digunakanlah istilah puisi sebagai kata sifat bersama dan payung dari seluruh karya sastra.

Koleksi

 Rumah Puisi Taufik Ismail (https://www.indonesiakaya.com)

Koleksi buku lebih dari 8 ribu, setengah dari koleksi Taufiq Ismail masih berada di kediamannya di Jakarta.

Generasi Indonesia yang Memprihatinkan

Minat baca Sastra di Rumah Puisi Taufik Ismail (https://bangsaid.com)

Tujuan Pak Taufiq Ismail mendirikan Rumah Puisi tak semata-mata sebagai tempat menaruh koleksi buku-bukunya. Namun lebih dari itu. Ada keprihatinan yang besar terhadap generasi emas Indonesia saat ini yang sangat tidak terbiasa dengan membaca, apalagi sastra. Hasil penelitiannya tentang kebiasaan membaca dipajang jelas di salah satu ruangan di Rumah Puisi. Sejak tahun 1943 hingga 2008 (ketika Rumah Puisi bediri), buku sastra yang dibaca siswa SMA Indonesia berjumlah 0 judul. Kemunduran yang berarti bila dibandingkan ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda, buku wajib yang dibaca siswa setingkat SMA hingga 25 judul.

Buruknya minat baca ini tentu berdampak pada kemampuan menulis anak. Semasa Hindia Belanda, tugas menulis karangan mencapai 36 karangan setahun. Hingga tahun 2008 juga mengalami kemunduran dimana tugas menulis karangan di SMA rata-rata hanya 5 karangan setahun. Sekarang? Jangan ditanya, tugas menulis sudah mirip Shalat Idul Fitri, yakni hanya setahun sekali. Iya juga sih, saya ingat betul saat SD dulu, setiap ujian caturwulan selalu ada tugas karangan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Informasi lebih lanjut hubungi

Rumah Puisi Taufik Ismail

Jalan Raya Padang Panjang – Bukittinggi Km. 6, Aie Angek, Sepuluh Koto, Aie Angek, Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 27151.
Telp.: +62817 101 148

Sekretariat Jakarta
Jl. Galur Sari II/54, Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur 13120
T.(6221) 8590 3045
F.(6221) 858 3437

One thought on “Rumah Puisi Taufiq Ismail Tanah Datar Sumatera Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.