Cara Menikmati Teh yang Benar dari Ahlinya

Menikmati tidak bisa sembarangan. Selain harus dicampur dengan suhu air yang pas, minum teh juga harus disegerakan agar kita dapat menfaat kesehatan dari antioksidan yang tinggi.

Begitu disampaikan Ketua Komunitas Pecinta teh sekaligus Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia, Ratna Somantri saat menyambangi kantor redaksi Liputan6.com, di SCTV Tower, Jakarta.

Lebih jelasnya, berikut langkah-langkah menyajikan dan minum teh benar menurut Ratna:

1. Suhu air harus pas

Teh hitam bisa disiram air yang hampir mendidih. Teh hijau, teh oolong, teh putih dicampur air dengan suhu 70-80 derajat celsius (jangan dimasak di air mendidih). Tapi beberapa jenis teh hijau dari Jepang biasanya disajikan dengan air dengan suhu 50 derajat celsius,” kata Ratna.

Dalam suhu tersebut, kata Ratna, seseorang dapat merasakan rasa dan manfaat kesehatan dari teh. Bila Anda tidak percaya, coba saja bandingkan. Teh yang menggunakan air panas 100 derajat Celsius itu rasanya pasti pahit. Tapi kalau 70 derajat Celsius tidak akan.

2. Peralatan teh baiknya dari keramik

Menikmati teh ada baiknya di cangkir berbahan keramik. Selain bisa mengetahui suhu air yang pas, bahan ini juga bisa membuat aroma dan sajian teh menjadi kuat.

“Besi, logam akan memengaruhi rasa. Untuk menyeduh baiknya menggunakan peralatan keramik. Tapi yang penting, pastikan sebelum digunakan cangkir dan peralatan lainnya bersih. Kalau teko dari tanah liat, jangan sekali-kali dicuci pakai sabun. Gunakan saja teko tanah liat sesering mungkin agar aroma tehnya semakin berasa,” katanya.

Teh Poci (https://id.wikipedia.org)

3. Perhatikan cara menuang air ke dalam teh

Ratna mengatakan, air yang akan digunakan untuk membuat teh, harus dituang dengan cara memutar. “Ini karena air memberi tekanan, kalau ditaruh di satu titik, nanti daun teh pecah. Kalau daun teh patah, rasanya bisa pahit. Inilah sebenarnya teh itu nggak ada yang pahit, kecuali salah cara buatnya.”

4. Perhatikan cara minum teh

Mungkin di Indonesia, minum teh tidak dibarengi dengan upacara khusus seperti di Jepang. Karena disini, keutamaan teh sering diabaikan dan menganggap teh hanya sebagian kecil dari suatu obrolan.

Tapi bila Anda ke Jepang atau Cina, ada tata cara khusus untuk menikmati teh. Caranya, setelah teh jadi, sebelum diminum, teh harus dihirup dulu aromanya. Menikmati aroma teh ini juga ada filosofinya, salah satunya menghargai si pembuat atau pemetik daun teh. Setelah itu, teguk teh sebanyak 3 kali.

Dengan begitu, Ratna melanjutkan, semua orang bisa merasakan manfaat relaksasi dari minum teh tanpa harus pergi ke Jepang atau Cina.

“Teh itu tujuannya relaksasi. Tapi kalau di Jakarta, mungkin terburu-buru waktu jadi kita sering memaksa suhu dan buru-buru meminumnya. Padahal teh memiliki khasiat yang membuat kita menjadi lebih kalem, rileks,” ungkapnya.

Sumber: Liputan6

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.