Masjid – Masjid Kuno di Banten

Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M.

Kota Serang

1. Masjid Agung Serang

Masjid Agung Banten terletak di Jalan Moh. Yusuf, Desa Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Bangunan masjid berbatasan dengan perkampungan di sebelah utara, barat, dan selatan, alun-alun di sebelah timur, dan benteng atau keraton Surosowan di sebelah tenggara.

Masjid Agung Banten didirikan pertama kali pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin dan putranya Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1566 M atau bulan Zulhijjah 966 Hijriah. Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama Kasultanan Banten yang juga putra pertama Sunan Gunung Jati, Sultan Cirebon. Menjadikan Masjid Agung Banten Menjadi salah satu dari 11 masjid tertua di Indonesia.

Baca juga : GPS Wisata Spiritual.

2. Masjid Kasunyatan Kasemen

Masjid Kasunyatan terletak di Jl. Raya Pelabuhan Karangantu, Kampung Kasunyatan, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.  Sebelah utara, masjid berbatasan dengan lahan kosong, sebelah selatan berbatasan dengan pemukiman, sebelah timur berbatasan dengan pemukiman, dan di sebelah barat berbatasan dengan sungai Cibanten.

Dari beberapa hasil penelitian, Masjid Kasunyatan diperkirakan berdiri antara tahun 1552 sampai 1570, yakni pada masa pemerintahan Maulana Yusuf, dimana tokoh masyarakat (ulama) yang sangat berperan pada masa itu adalah Syekh Abdul Syukur. Kompleks Masjid Kasunyatan ini berada di atas tanah seluas kurang lebih 2544 m2.

3. Masjid Kaujon

Masjid Kaujon yang terletak di di Kaujon RT 01/01, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang atau Jl. RM. HS. Jayadiningrat, Kampung Kaujon Pasar Sore, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Masjid ini berada dilingkungan rumah penduduk, di sebelah selatan kompleks bekas Kantor Gubernur Banten.

“Tidak ada yang mengetahui kapan dibangunnya dan oleh siapa, angka tahun 1936 yang terdapat di dinding masjid bukan merupakan tahun pendirian tetapi tahun renovasi. Pendirian masjid lebih dahulu dari pada pembangunan jembatan Kaujon yaitu tahun 1875,” kata salah satu pengurus Masjid Kuno Kaujon, Nurdin Abidin.

Kota Cilegon

Masjid Al-Khadra

Masjid Al-Khadra atau yg lebih dikenal dengan Masjid Gesing merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Cilegon, yang terletak di sisi kanan jalan raya Cilegon-Anyer, tepatnya di Jalan Kyai Abdul Haq Ahmad, Kampung Gesing Kalentemu, Kelurahan Samangraya,  Kecamatan Citangkil, Kotamadya Cilegon. Dibangun masyarakat pada tahun 1932, sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Cilegon melawan kolonial Belanda saat itu.

Kabupaten Serang

1. Masjid Agung Tanara

Masjid Agung Tanara terletak di Kampung Tanara, kecamatan Tanara, kabupaten Serang, Banten. Masjid ini merupakan peninggalan Raja Banten Pertama, yaitu Sultan Maulana Hasanuddin, yang memerintah kesultanan Banten tahun 1552 hingga 1570.

Umumnya, orang hanya menganggap bahwa masjid tersebut adalah peninggalan Syekh Nawawi, karena lokasina bersampingan dengan rumah kelahirannya. Tokoh sufi itu hidup di Tanara saat wilayah Banten dijajah kolonial Belanda, yaitu antara tahun 1813 hingga 1897. Padahal, masjid tersebut merupakan peninggalan Raja Banten pertama, taitu Sultan Maulana Hasanuddin, yang memerintah Kesultanan Banten tahun 1552 hingga 1570. Masjid ini seakan luput dari perhatian ahli sejarah. Begitu pun dengan publik. Banyak media hanya mengupas sisi peninggalan Syekh Nawawi, namun luput mengupas sejarah masjid ini sebagai jejak dakwah Islam di tanah Banten.

2. Masjid Cikoneng Anyer 

Masjid Cikoneng terletak di jalan raya Anyer, Kampung Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dari Ibu Kota Serang kurang lebih berjarak 35 kilometer. Masjid ini juga bisa ditempuh melalui Kabupaten Pandeglang, berjarak kurang lebih 55 kilometer dari pusat kota Pandeglang ke arah barat melewati Pantai Carita.

Masjid merupakan masjid kuno peninggalan jaman Belanda, didirikan sekitar abad ke-16 akhir atay awal abad ke-17. Masjid ini sebenarnya bernama Masjid Darul Falah, tetapi masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai Masjid Cikoneng, sesuai dengan nama kampungnya.

Kabupaten Tangerang

Kota Tangerang

Masjid Jamik Kalipasir

Masjid Jami Kalipasir ini berada di dalam kampung Kalipasir, RT 02/RW 04 No. 18 yang masih berada di kawasan Pasar Lama, Sukasari, Kota Tangerang, Banten. Masjid yang diyakini sudah berdiri sejak tahun 1700-an ini pertama kali didirikan oleh Tumenggung Pamit Wijaya dari Kahuripan, Bogor yang kemudian kepengurusannya dilanjutkan oleh Putra Kandungnya yang bernama Raden Bagus Uning Wiradilaga pada tahun 1712. Masjid Kali Pasir dibangun bersebelahan dengan Klenteng Boen Tek Bio yang saat itu sudah berdiri tegak.

Kota Tangerang Selatan

Kabupaten Lebak

Kabupaten Pandeglang

1. Masjid Baitul ‘Arsy

Masjid Baitul ‘Arsy terletak di Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten, di kaki gunung Karang.

2. Masjid Agung Ar-Rahman

Masjid Agung Ar-Rahman terletak di Jl. Masjid Agung No.2 Kel Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Tepatnya berada di sebelah barat alun-alun Pandeglang, di belakang perkantoran pemerintah. Tentu saja menjadi tempat cukup strategis sebagai tempat ibadah.

Masjid Agung Ar-Rahman berdiri sejak tahun 1870 atas Tanah wakaf dari Rd. Adipati Arya Natadiningrat atau Rd. Alya atau Dalem Ciekek.

3. Masjid Salafiah Caringin

Masjid Salafiah Caringin menjadi peninggalan muslim Banten pada masa pemerintahan kolonial Belanda di bawah Gubernur Jenderal Herman Hillem Daendels. Pada 1883 Desa Caringin ditinggalkan oleh penduduknya karena terjadi gempa bumi akibat Gunung Krakatau meletus. Keadaannya menjadi hancur dan gersang. Setelah setahun ditinggalkan akhirnya mereka kembali ke Caringin pada 1884. Sekembalinya mereka ke Caringin, tak lama kemudian ada seorang ulama yang bernama Syekh Asnawi bersama dengan penduduk secara gotong royong membangun masjid pada tahun 1884. Masjid ini diberi nama Masjid Caringin sampai sekarang. Syekh Asnawi adalah putra KH. Mas Abdurrahman (penghulu Caringin) dan ibunya Ratu Syafiah (keturunan Sultan Banten) yang lahir pada1852.

Leave a Reply