Masjid Jamik Kalipasir Kota Tangerang

Masjid Jamik Kalipasir (https://www.jia-xiang.biz)

Masjid Jami Kalipasir ini berada di dalam kampung Kalipasir, RT 02/RW 04 No. 18 yang masih berada di kawasan Pasar Lama, Sukasari, Kota Tangerang, Banten. Masjid yang diyakini sudah berdiri sejak tahun 1700-an ini pertama kali didirikan oleh Tumenggung Pamit Wijaya dari Kahuripan, Bogor yang kemudian kepengurusannya dilanjutkan oleh Putra Kandungnya yang bernama Raden Bagus Uning Wiradilaga pada tahun 1712. Masjid Kali Pasir dibangun bersebelahan dengan Klenteng Boen Tek Bio yang saat itu sudah berdiri tegak.

Awalnya, Tumenggung Pamit Wijaya ingin melakukan syiar Islam dari Kesultanan Cirebon ke wilayah Banten. Namun, ia singgah di Tangerang dan mendirikan sebuah masjid. Pembangunan masjid dilakukan oleh warga muslim sekitar dan dibantu oleh warga Tionghoa.

Arsitektur

Masjid Jamik Kalipasir (https://tangerangkota.go.id)

Bangunan masjid pun bercorak Arab, Tionghoa dan Eropa. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk sholat Jumat.

Bangunan masjid Kalipasir berdenah persegi luas, sekitar 288 meter persegi dengan menara di sisi timur laut bangunan masjid.

Atap

Mustaka menyerupai banga teratai (https://www.academia.edu)

Bentuk atap Masjid Jami’ Kalipasir dengan hiasan di puncaknya yang disebut “Mamolo” atau “Mustaka”, menyerupai bunga teratai bangsa Cina.

Menara

Menara mirip Pagoda (https://metrotvnews.com)

Menara yang mirip dengan pagoda China bercat hijau tua, tinggi ± 10 m, berfungsi untuk menaruh pengeras suara bagi para Muadzin (orang yang beradzan) hingga tiang-tiang penyangga di sudut-sudut masjid.

Ruang Utama

Ruang utama dengan empat soko guru (https://metrotvnews.com)

Di ruang utama terdapat empat soko guru yang terbuat dari kayu. Kondisi saka guru sudah mulai lapuk, sehingga ditopang oleh besi. Bagian dasar atau dudukan saka guru berupa pasangan bata dan semen yang diplester.

Selain saka guru, terdapat 11 kolom yang berbentuk seperti ladam kuda, yakni 5 kolom di sisi selatan dan 6 kolom di sisi timur. Deretan kolom sisi timur, di bagian atas lengkungan terdapat list berbentuk setengah lingkaran dengan diameter ± 2-3 cm, yang dicat berwarna-warni.

Untuk kegiatan sehari-hari, pintu sebelah utara ini lebih sering digunakan karena letak tempat wudhu dan menara masjid berada di sebelah barat daya masjid ini. Pada dinding timur terdapat sebuah jendela dengan lubang angin pada bagian atasnya dan sebuah pintu berbentuk persegi empat dengan dua buah daun pintu. Di atas pintu terdapat hiasan berupa pelipit. Jendela dan pintu masjid sudah mengalami pergantian material baru.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab dan Mimbar (https://metrotvnews.com)

Ruang mihrab dan Mimbar terdapat pada dinding diapit oleh dua pilar dan empat buah jendela berbentuk lengkung. Dinding utara memisahkan ruang utama dengan serambi utara.

Pemugaran

Revonasi masjid pernah dilakukan pada tahun 1918 semasa Raden Yaasin, lalu renovasi dilakukan lagi pada 24 April 1959 s/d Agustus 1961, dan yang terakhir terjadi pada tahun 2000.

One thought on “Masjid Jamik Kalipasir Kota Tangerang

Leave a Reply