Batik Motif Burung Huk

Bentuk dasar ragam hiasnya adalah seekor anak burung yang baru menetas, menggeleparkan kedua sayapnya yang masih lemah, berusaha lepas dari cangkang telurnya. Separuh badan dan kedua kakinya masih berada dalam cangkang.Ide dasarnya ialah pandangan hidup tentang “kemana jiwa manusia sesudah mati”. Disebut motif atau ragam hias karena perwujudannya tidak pernah berdiri sendiri. Pada kain batik, corak batik tersebut selalu berada dalam susunan estetis bersama motif dan pola yang lain.

Misalnya, sebagai ceplokan dengan latar gringsing, sebagai selingan motif parang, dalam bentuk mozaik dengan beberapa motif lain, atau berbaur dengan pola nitik.

Diceritakan, konon pada permulaan era Islam di Jawa, ada seorang seniman yang ingin mendapatkan “kemana manusia sesudah mati”. Di dalam diri si seniman tersebut masih merambat akar-akar budaya Hindu, sementara ajaran Islam mulai mempengaruhi pandangan hidupnya.

Batik motif Burung Huk (http://www.imgrum.org)

Untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan hatinya, si seniman melakukan meditasi zikir dan kontemplasi.

Dalam khusuknya berzikir, ia menyebut asma Allah (Allah Huk Akbar, Allah maha Besar), dan ketika hanya tertinggal satu kata “Huk” dari mulutnya (dalam puncak zikirnya), dia melihat seekor burung yang baru mulai menetas, menggeleparkan sayapnya yang masih lemah, berusaha melepaskan diri dari cangkangnya, namun kakinya masih tetap berada di dalam telur.

Ketika terbangun dari meditasinya,ia lalu merenung dan membuat kesimpulan, bahwa mati itu hanya kerusakan raga, namun jiwanya tetap hidup entah terbang kemana, mungkin mencari raga yang baru atau mungkin mencari Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Dari kejadian tersebut, terciptalah bentuk seni yang dinamai burung “Huk”.

Batik motif Burung Huk (https://www.pinterest.com)

Kaki anak burung yang masih ada dalam telur, masih menginjak bumi, adalah sebagai simbol bahwa kesimpulan yang dibuatnya sesungguhnya masih meragukan dirinya, sebab kesimpulan itu adalah tentang perjalanan manusia sesudah mati, sedangkan dia yang membuat kesimpulan itu adalah manusia biasa yang masih hidup, masih menginjak bumi.

Sumber: fatinia

One thought on “Batik Motif Burung Huk

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.