Tarian Tradisional Temanggung

Temanggung merupakan kota kecil di Jawa Tengah yang terletak diantara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, juga dikenal sebagai penghasil tembakau. Biasanya pada musim kemarau banyak sekali petani tembakau di daerah Temanggung yang memproduksi tembakau.

Tari Bangilun

Tari Bangilun (https://bakpiapio.wordpress.com)

Bangilun merupakan seni tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Temanggung. Kata Bangilun merupakan akronim dari: B : budaya, A : aliran, N : nenek moyang, G : gerak, I : Indah, L : lestari, U : Untuk, dan N : nasional.

Bangilun merupakan seni tradisional religius Islami yang berfungsi untuk syiar agama lewat budaya. Bentuk tari Bangilun menyerupai tari Dolalak Purworejo maupun Angguk dari Kulon Progo.

Bangilun terbentuk kira-kira tahun 1900 pada waktu Indonesia masih dijajah Belanda. Penari Bangilun terdiri dari Laki-laki dan perempuan. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan Bangilun seperti Celana panji, baju rompi, topi pet, sabuk yang digunakan sebagai properti juga untuk pengaman, sampur dan slempang. Namun juga terdapat kelompok yang sudah modern kostumnya ditambah kain warna-warni juga kaos kaki. Celana panji dan rompi yang digunakan berbahan dasar Bludru.

Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan bangilun yaitu bedug (jidor), terbang, saron, gong dan yang sudah profesional ditambah musik keyboard.

Bangilun biasanya dipentaskan sebagai pertunjukan juga hiburan namun pada jaman dahulu digunakan dalam upacara adat saat panen padi.

Tari Wulangatho

Tari Wulangatho (https://jateng.merdeka.com)

Tari ini memiliki arti mengajarkan kebaikan terhadap anak melalui seni tari yang menggembirakan karena membawa kejenakaan.

Meski memiliki kesan jenaka bagi penikmatnya, namun tari tradisonal yang satu ini juga sarat akan nilai penting lain. Yakni mengusung nafas agama Islam nan religius tanpa meninggalkan pesan nasionalisme.

Tari Seblak Sodher

Merupakan karyanya bersama  Nunik, dengan penata iringan Didik Nuryanto itu, inspirasi tari tradisional lengger. Tari tersebut menggambarkan ungkapan kegembiraan para petani di lereng Gunung Sumbing, setelah panen tembakaunya berhasil.

Tari Turonggo Sari

Tari Turonggo Sari (https://www.youtube.com)

Mengisahkan konflik batin remaja di masa puber, dimana, mereka berkeinginan pacaran tetapi tidak diperbolehkan orang tuanya, sehingga hasratnya itu diekspresikan dalam bentuk gerakan prajurit berperang dengan menunggang kuda.

Tari Turonggo Sari (https://www.youtube.com)

Tari yang diinspirasi dari gerakan-gerakan dalam tarian kuda lumping tersebut merupakan buah karya Tri Roso dan Paramitha. Sedangkan, penata iringannya adalah Didik Nuryanto.

Tari Onde-Onde Gandum

Tari onde-onde gandum ini idenya dari tari rakyat badui, yang merupakan tari religius Islam. Gerakan-gerakannya pun dinamis dan energik, sebagai bentuk syiar agama Islam, pencipta dan penata iringan tari ini adalah Didik Nuryanto.

Tari Topeng Ireng

Tari Topeng Ireng (https://desakaloran-temanggung.blogspot.co.id)

Merupakan tarian rakyat kreasi baru yang merupakan metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo, tarian ini mulai berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi, Merbabu dan Sumbing pada tahun 1960-an, disebut juga sebagai Tari Dayakan.

Tari Topeng Ireng (https://desakaloran-temanggung.blogspot.co.id)

Tari Topeng Ireng mengisahkan tentang perjuangan seorang pertapa untuk membuka lahan hutan untuk dijadikan sebagai tempat pemukiman, dimana dihutan tersebut terdapat manusia rimba. Seorang pertapa tersebut melawan para manusia rimba dan mengajari mereka untuk hidup sebagai manusia biasa, mengajak mereka membuka hutan, membuka lahan pertanian, dan mengajari seni bela diri.

Spread the love

One thought on “Tarian Tradisional Temanggung

Leave a Reply