Tarian Tradisional Jepara

Merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Jepara. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat dan utara, Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus di timur, serta Kabupaten Demak di selatan. Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa.

Jepara juga dikenal sebagai kota kelahiran tokoh perempuan di Indonesia R.A. Kartini, sebagai pusat produksi mebel dengan ukiran-ukiran khasnya serta pusat produksi kain tenun “Tenun Troso”-nya.

Tari Kridhajati

Tari  Kridhajati (https://www.youtube.com)

Tari  Kridhajati  diciptakan  pada  tahun  2006  oleh  Endang  Murtining Rahayu, seniman asal Jepara yang mempunyai basik seniman STSI Surakarta.

Tari  Kridhajati adalah ”Karya yang terbuat dari kayu jati”, menceritakan tentang kegiatan seorang seniman ukir Jepara dalam menciptakan   karyanya.

Gerakan-gerakan   pada   tari   ini menggambarkan proses  kinerja  seni  ukirmulai  dari  mencari  kayu  di  hutan, menggambar  objek  di  kayu, dilanjutkan  dengan  memahat,  sampai  dengan proses akhir (finishing) dan dikemas untuk dipasarkan

Tari Tenun Troso

Tari Tenun Troso (https://jeparahariini.com)

Pencipta sekaligus koreografer Tari Troso adalah Toni Haryo, merupakan tari kerakyatan dengan ciri khas Jepara dengan menggunakan alat- alat pembuatan Tenun Troso seperti ingan, lawe, dan skoci, seluruh penari mengenakan pakaian dari bahan Tenun Troso.

Tari Emprak

Tari Emprak (https://elsamband.blogspot.co.id)

Merupakan jenis pengembangan kesenian rakyat Emprak, berupa seni peran yang mengangkat pesan moral, diiringi dengan musik yang biasanya berupa salawatan. Tari ini berasal dari Jepara, Jawa Tengah.

Emprak tradisional dimainkan oleh 9-15 orang, semuanya lelaki. Pengiringnya adalah alat musik rebana besar, kecil, dan kentongan, pakaian dan rias wajah seadanya berupa kaos, sarung, dan topi bayi. Dan waktu pementasan semalam suntuk di atas lantai dengan gelaran tikar lesehan.

Tari Emprak (https://www.youtube.com)

Sementara emprak masa kini bisa dimainkan mulai dari 5 orang, beberapa di antaranya wanita, dengan diiringi rebana besar, kecil, kentongan, dan tambahan alat musik modern seperti orgen, gitar, dan suling. Kostum pemain diperbaharui dengan rompi dan sarung, rias wajah yang lebih baik, serta waktu pementasan yang bisa dibatasi lebih pendek dalam 1-2 jam. Pementasan dilakukan di panggung khusus.

Spread the love

Leave a Reply