Taman Nasional Manusela Maluku Tengah Maluku

Taman Nasional Manusela (https://www.tripadvisor.com)

Taman Nasional Manusela (TNM) terletak di dua kecamatan yaitu Kecamatan Seram Utara dengan ibukota di Wahai dan Kecamatan Seram Selatan dengan ibukota Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Propinsi Maluku.

Taman Nasional Manusela (https://www.indonesiakaya.com)

TNM merupakan kawasan konservasi dengan luas 189.000 Ha,  dan merupakan taman nasional tipe B . Kawasan ini merupakan gabungan dari 2 cagar alam yaitu Cagar Alam Wae Nua dan Cagar Alam Wae Mual dan ditambah dengan perluasan wilayah Cagar Alam Wae Nua dan Cagar Alam Wae Mual.

Flora

Taman Nasional Manusela (https://www.indonesiakaya.com)

Kekayaan flora yang dimiliki TNM berupa 187 jenis atau genus dari 55 famili diantaranya 97 jenis anggrek dan 598 jenis paku-pakuan (pakis), dimana terdapat jenis endemik paku binaya (Cyathea binayana).

Jenis flora zona Australia yang terdapat dalam kawasan ini antara lain Eucalyptus sp, sedangkan jenis flora khas Asia meliputi Shorea selanica (Dipterocarpacea) yaitu jenis meranti yang pertumbuhannya paling timur Indonesia, nyamplung (Calophyllum inophyllum), langsat hutan (Aglaia argentea), durian (Durio sp) dan lain-lain.

Jenis-jenis vegetasi yang ada di TNM terdiri merupakan keturunan flora Asia atau Sulawesi yang mempunyai beberapa unsur Australia-dari hutan mangrove dan hutan pantai (0-5 m dpl), hutan dataran rendah (5-100 m dpl), hutan hujan primer dataran rendah (100-500 m dpl), hutan hujan primer pegunungan (500-2.500 m dpl), lumut (2.500-2.600 m dpl).

Vegetasi hutan mangrove ditandai oleh jenis pedada (Sonneratia alba), bakau (Rhizophora apiculata), bidu (Bruguiera sexangula), api-api (Avicennia officianalis) dan nipah (Nypa fruticans). Dibelakang jalur mangrove pada rawa dataran rendah terdapat jenis-jenis butun darat (Barringtonia recemosa), beringin (Ficus nodosa) dan pulai (Alstonia scholaris).

Perkembangan terbaik vegetasi hutan pantai di sepanjang pantai bagian utara dengan jenis-jenis yang mendominir antara lain tapak kuda/katang-katang (Ipomoea pescaprae), rumput jara-jara (Spinifex littoralis), ketapang (Terminalia catappa), pandan (Pandanus sp.), dan cemara laut (Casuariana equisetifolia).

Fauna

Kuskus atau spilocuscus maculatus (https://binatang.web.id)

Pulau Seram hanya memiliki delapan jenis mamalia terestrial yang asli seram terdiri dari tiga jenis marsupial, yaitu bandicoot atau mapea (rhyncomeles prattorum), kusu atau kuskus (spilocuscus maculatus atau phalanger orientalis) dan lima jenis rodensia, yaitu melomys aerosus, melomys fulgens, melomys fraterculus, rattus ceramicus dan rattus feliceus.

Ada 26 jenis kelelawar di kawasan taman nasional manusela antara lain rousettus amplixicaudus, pteropus melaopogon, pteropus ocularis dan macroglossus minimus (macdenald et al., 1993).

 Kasturi tengkuk ungu atau Lorius Domicella (https://www.taenos.com)

Penelitian tentang burung di pulau seram sudah dimulai sejak abad 17. Bowler dan taylor (1993) menguraikan dengan jelas perkembangan penelitian tersebut. Pada saat ini kekayaan jenis burung seram sudah diketahui sebanyak 196 species burung, 124 spesies diantaranya merupakan jenis menetap sedangkan 72 spesies adalah jenis burung migran. Sebanyak 13 jenis diantaranya merupakan jenis endemik seram.

Birdlife international indonesia programme telah menetapkan daerah burung endemik (dbe) seram yang mencakup pulau seram dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (ambon, saparua, boano, dan haruku). 30 jenis merupakan burung dengan sebaran terbatas, yakni burung yang penyebaran berbiaknya kurang dari 50.000 km², 14 diantaranya endemik (sujatnika et al., 1995). Jenis burung sebaran terbatas di pulau seram ada 28 jenis, dimana 8 jenis diantaranya adalah jenis burung endemik. Kasturi tengkuk ungu (lorius domicella) dan kakatua maluku (cacatua moluccensis) kondisinya sekarang terancam punah, karena adanya penangkapan untuk diperdagangkan (shannaz et al., 1995). Selain dua jenis di atas, terdapat jenis burung endemik lain seperti diacrum vulneratum, raja udang (halycon lazuli, h.sancta dan alcedo atthis), nuri raja atau nuri ambon (alisterus amboinensis), nuri kepala hitam (lorius domicella), burung madu besar (philemon subcorniculatus), serta kasuari (casuarius casuarius).

Nuri Ambon atau Alisterus Amboinensis (https://indonesiatravelmagazine.com)

Beberapa Objek Daya Tarik Wisata sebagai berikut:

1. Goa Bawah Air

Goa dibawah air di pantai Ora (https://galihiqbal.hol.es)

Dinamakan goa bawah air karena letak lorongnya yang tembus ke bawah permukaan air. Selain itu juga untuk masuk ke dalam goa tersebut bisa dilakukan dengan cara menyelam terlebih dahulu. Keunikan dari goa ini selain letaknya yang berada di bawah permukaan air, goa ini juga memiliki keindahan tersendiri.

2. Goa Ibu

Goa ini berada di gugusan tebing Sawai. Dinamakan Gua Ibu karena memang bentuknya yang seperti rahim perempuan. Di dalamnya kita dapat tenui guratan batu bekas aliran air dan juga kelelawar yang dalam bahasa setempat disebut paniki .

3. Penginapan Terapung

Penginapan terapung di Teluk Sawai

Penginapan terapung ini merupakan salah satu sarana dan prasarana yang berada di atas Teluk Sawai. Dari penginapan ini pula bisa dilihat beberapa panorama alam, baik panorama pegunungan maupun panorama laut. Dengan harganya yang terjangkau, penginapan terapung ini bisa dijadikan tempat istirahat bagi setiap pengunjung.

4. Tebing Sawai

Bagi para penggila panjat tebing, tebing sawai dapat dijadikan tujuan utama. Selain memiliki panorama yang indah, tebing sawai ini juga memiliki tingkat tantangan yang cukup tinggi. Selain itu juga memiliki vegetasi karst yang cukup unik.

5. Sungai Salawai

Sungai Salawai (https://kurniawaniskandar.wordpress.com)

Sungai Salawai berada mengalir tepat dari kawasan Taman Nasional Manusela. Bagi masyarakatsekitar, sungai ini dijadikan tempat untuk mengolah sagu. Bila beruntung, dapat juga ditemukan buaya muara.

6. Coral reef dan Biota Laut

Twrumbu karang di Teluk Sawai (https://id.wikipedia.org)

Teluk Sawai sawai memiliki berbagai macam jenis terumbu karang dan biota laut. Berbagai macam jenis ikan hias bisa ditemukan disini. Dengan terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya membuat ikan hias banyak terdapat disekitar teluk sawai.

7. Pantai Saleman

Pantai Saleman

Pasir putih yang membentang sepanjang pantai ini menambah keindahan dari pantai saleman. Pantai Saleman dapat dijadikan tempat liburan alternatif untuk menghilangkan kepenatan.

8. Mata Air Belanda

Mata Air Belanda aliran air tawar yang bermuara di Pantai Saleman. Selain airnya yang jernih dan cukup dingin, sering juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengolah sagu sebagai kebutuhan pangan bagi masyarakat sekitar.

9. Landscape Pegunungan Saleman

Pegunungan yang membentang di sepanjang Pantai Saleman merupakan objek yang indah karena penampakannya yang seperti hutan zaman jurrasic. Vegetasi yang mendominasi pegunungan ini diantaranya adalah meranti, linggua dan merbau.

Aksesibilitas

Lokasi TNM dapat dicapai melalui Wahai dan Saleman dari arah pantai utara atau melalui Tehoru. Alternatif-alternatif rute perjalanan menuju TNM dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Dari Ambon ke Saleman-Wahai dapat ditempuh dengan menggunakan kapal motor yang memakan waktu 24 jam. Kapal motor ini memiliki jadwal perjalanan 3 kali seminggu. Perjalanan dari Wahai ke lokasi taman nasional dapat ditempuh dengan jalan kaki
  • Lewat pantai selatan, TNM ditempuh melalui kota Ambon ke Tehoru-Saunulu-Mosso dengan kapal motor yang memakan waktu 9 jam. Jadwal kapal motor berjalan adalah 4 kali dalam seminggu. Perjalanan selanjutnya ke lokasi taman nasional hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki.
  • Perjalanan lewat darat dapat dilakukan dari Ambon ke Tulehu dengan waktu tempuh 45 menit. Selanjutnya dari Tulehu ke Amahai dapat dicapai dengan long boat cepat yang memerlukan waktu 1 jam 45 menit. Perjalanan dari Amahai ke Tehoru dilakukan lewat jalan darat selama 3 jam selanjutnya diteruskan dengan speed boat ke Saunulu/Mosso selam 30-60 menit. Pengunjung dapat pula memilih rute perjalanan darat menuju taman nasional bagian utara. Rute ini ditempuh dari Amahai ke Saleman melewati Masohi yang membutuhkan waktu 3 jam dilanjutkan dengan speed boat menuju Wahai yang memakan waktu 2 jam.
  • Perjalanan memasuki TNM dari Saunulu/Mosso dilakukan dengan jalan kaki melalui jalan setapak dan mendaki tebing-tebing pegunungan sehingga pemandu dan pembawa barang sangat diperlukan.
  • Dari sisi utara, kawasan TNM dapat ditempuh melalui jalan trans-Seram dari Wahai ke Sasarata. Rute ini dapat dilalui roda empat. Selanjutnya dari Sasarata menuju kawasan taman nasional bagian tengah/selatan dapat ditempuh dengan jalan kaki menuju jalan setapak yang menghubungkan Kaloa-Hatuolo Maraina, dan Manusela. Perjalanan ini memerlukan waktu kurang lebih 2 hari.
  • Apabila pengunjung membawa kendaraan roda empat, perjalanan dilakukan dari Ambon ke Liang dengan waktu tempuh ± 1,5 jam. Selanjutnya dari Liang ke Kairatu ditempuh selama ± 2 jam dengan menggunakan ferry. Dari Kairatu ke Saka ditempuh dengan jalan darat selama ± 3,5 jam.
  • Rute terbaru untuk menuju Taman Nasional bagian utara yaitu dari Ambon bisa langsung menggunakan pesawat Merpati jenis twin otter Menuju ke Wahai, dari Wahai ke Sasarata dan selanjutnya perjalanan dilakukan dengan jalan kaki menuju kawasan.

Informasi lebih lanjut hubungi

Kantor Balai Taman Nasional Manusela
Jl Kelang 1 Kotak Pos 9, Masohi, Maluku Tengah
Email : balaitnmanusela@gmail.com
Telp/Fax (62) 914 21672

Spread the love

One thought on “Taman Nasional Manusela Maluku Tengah Maluku

Leave a Reply