Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Sulawesi

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (https://wisatadirektori.com)

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), sebelumnya bernama Dumoga Bone, merupakan sebuah kawasan vegetasi hutan tropis terletak di dua wilayah kabupaten dan dua wilayah propinsi yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (https://www.pinterest.com)

Luas kawasan TNBNW merupakan taman nasional darat terbesar di Sulawesi, seluruhnya 287.115 hektar, dengan perbandingan 117.115 hektar (62,32%) berada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow di bagian timur dan 110.000 hektar (37,68%) masuk dalam wilayah Kabupaten Bone Bolango di bagian barat.

Topografi

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (https://superadventure.co.id)

Keadaan topografi di kawasan TNBNW sangat beragam mulai dari datar, bergelombang ringan sampai berat maupun berbukit terjal dengan ketinggian berkisar antara 50 s/d 1.970 meter di atas permukaan laut(dpl). Bentang alam kawasan TNBNW mulai dari dataran hingga pegunungan memiliki klasifikasi sebagai berikut :

  • Bentang alam datar, kemiringan 0-8%
  • Bentang alam berombak, kemiringan 8-15%
  • Bentang alam bergelombang, kemiringan 15-25%
  • Bentang alam bukit, kemiringan 25-45%
  • Bentang alam bergunung, kemiringan > 45%

Kondisi topografi kawasan berhutan yang bergelombang yaitu berbukit berlembah serta memiliki kelerengan lebih dari 45% menjadikan fungsi kawasan taman nasional sebagai daerah pengatur tata air (fungsi hidrologis) serta menjadi sumber air lahan pertanian seluas ± 10.815 ha di sekitarnya dan sebagai penahan terjadinya bencana banjir pada daerah hilir.

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (https://sportourism.id)

Di bagian tengah kawasan ini terletak G. Sinombayuga yang merupakan puncak tertinggi (±1.970 m) membujur dari arah Utara – Selatan yang sekaligus membelah jaringan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone dan Dumoga. Gunung – gunung yang lain G. Pau-Pau (±1.921 m) dan G.gambuta(±1.954 m) membentuk batas utara DAS Bulango; G.Pinonompusa(±1.420 m), G.Renga(±1.740 m) dan G. Sulo(±1.750 m) membelah jaringan wilayah Bone dan Sangkup serta G. Ali (± 1.495 m) antara Bone dan Bone Pantai. Beberapa gunung yang lerengnya mengarah ke Sungai Kosinggolan di Kab. Bolaang Mongondow yaitu G. Sinombayuga (± 1.970 m), G. Poniki (±1.817 m), dan G.pdang (±1.370 m).

Flora

Pohon Eboni, Kayu Hitam atau Diospyros sp (https://blogs.uajy.ac.id)

Kawasan  TNBNW  memiliki potensi flora yang beraneka raga yang didominasi oleh kelompok (genus) ficus. Beberapa jenis flora yang dapat anda temui di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi antara lain: nantu (Palaqium obtusifolium), kayu hitam (Diospyros spp), kayu besi (Metrosiderus vera), kayu inggris (Eucalyptus deglupta), cempaka (Elmerrillia ovalis) dan metayangan (Pholydacarpus ihur). Selain ini di TNBW anda masih dapat menemukan berbagai flora lain seperti paku-pakuan, palem, rotan, hanjuang hijau dan bunga bangkai.

Pohon Kayu Inggris atau Eucalyptus deglupta (https://www.jurnalasia.com)

Fauna

Anoa kecil atau Bubalus quarlesi (https://superadventure.co.id)

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone selain memiliki beraneka ragam potensi flora juga memiliki berbagai potensi fauna yang terdiri dari 24 jenis mamalia, 125 jenis aves, 11 jenis reptilia, 2 jenis amfibia, 38 jenis kupu-kupu, 200 jenis kumbang, dan 19 jenis ikan.

Burung Maleo atau Macrocephalon maleo (https://www.flickriver.com)

Sebagian besar satwa yang ada di taman nasional merupakan satwa khas atau endemik pulau Sulawesi seperti monyet hitam atau yaki (Macaca nigra nigra), monyet dumoga bone (M. nigrescens), tangkasi (Tarsius spectrum spectrum), musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), anoa besar (Bubalus depressicornis), anoa kecil (Bubalus quarlesi), babirusa (Babyrousa babirussa celebensis), dan berbagai jenis burung. Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo (Macrocephalon maleo), dan kelelewar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik taman nasional.

Monyet Dumoga Bone atau M. nigrescens (https://travel.tinuku.com)

Beberapa lokasi atau obyek yang menarik untuk dikunjungi:

1. Air Terjun Mengkang

Air Terjun Mengkang (https://sitaro.wordpress.com)

Air Terjun Mengkang terletak di desa Mengkang Kecamatan Laloyan. Untuk mencapai Air Terjun Mengkang dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan kendaraan roda empat dari Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Sedangkan lokasi air terjun dapat dicapai dengan berjalan kaki dari desa Mengkang selama kurang lebih 3 jam.

2. Habitat Maleo Tambun

Konservasi Maleo Tambun (https://www.manadosafaris.com)

Habitat burung Maleodiwilayah desa Tambun kecamatan Dumoga Timur. Aktifitas yang dapat anda lakukan ditempat ini antara lain mengamati perilaku burung maleo pada saat akan bertelur, mencari telur burung maleo dan berbagai aktifitas lainnya. Disamping itu pengunjung dapat melepas lelah di sumber air panas yang ada didekat lokasi peneluran burung maleo tersebut.

3. Sumber Air Panas Tambun

Sumber air panas yang ada di daerah Tambun mempunyai potensi untuk dapat dikembangkan menjadi tempat pemandian air panasa bagi wisatawan/pengunjung. Lokasinya yang berada di OWA habitat maleo Tambun merupakan potensi tersendiri dari obyek ini karena dapat dikembangkan satu paket dengan OWA habitat maleo Tmabun. Tempatnya yang relatif dekat yakni ± 50 km dari ibu kota Kabupaten dengan waktu tempuh 1,5 jam dan berada disamping jalan beraspal merupakan salah satu keunggulan OWA sumber air panas yang ada di Tambun.

4. Air Terjun Tumpah

Air terjun tumpah berada kurang lebih 2,5 km kearah barat dari kompleks Bina Cinta Alam Toraut yang terletak di wilayah desa Toraut kecamatan Dumoga Barat. Air terjun tumpah dapat anda tempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat dari kantor balai TNBNW selama 2 jam perjalanan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 1,5 jam

5. Gua Batu Berkamar

Gua batu berkamar terletak kurang lebih 7 km arah barat daya dari kompleks Bina Cinta Alam Toraut di wilayah desa Toraut kecamatan Dumoga Barat. Sedangkan untuk mencapai tempat ini anda dapat menggunakan kendaraan roda empat dari kantor balai TNBNW selama kurang lebih 2 jam dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 jam. Disini anda pat mengamati kehidupan tarsius dan burung hantu.

6. Air Terjun Lombonga

Air terjun lombonga (https://www.triptrus.com)

Air terjun lombonga terletak didesa Lombonga Kecamatan Suwawa. Air terjun Lombonga terdiri dari dua air terjun yaitu Lombonga I dengan ketinggian kurang lebih 20 meter dan Lombonga II dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Untuk mencapai desa Lombonga diharuskan menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam dari kantor balai TNBNW. Sedangkan dari pusat kota Gorontalo, anda hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Lokasi air terjun sendiri dapat dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih setengah jam dari pintu masuk desa Lombonga.

7. Puncak Bukit Linggua

Bukit Linggua berada di kecamatan Dumoga Barat dengan tinggi 700 meter dpl dapat ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun penelitian Toraut dalam waktu 3 jam. Dari Puncak Bukit LInggua pengunjng dapat menikmati panorama alam berupa hampran hijau kawasan TN BNW serta wilayah pemukiman di wilayah Dumoga. Selain menimati pemandangan, pengunjung dapat melakukan aktivitas lain seperti fotografi dan hikinh\g. Mengunjungi Puncak Bukit LInggua merupakan paket yang sempurna karena berada satu lokasi dengan air terjun sungai tumpah, habitat burung khas Sulawesi serta berada pada lokasi dengan hamparan hijau kawasan TN BNW yang mempesona. Selain daya tarik tersebut, kunungan ke OWA ini juga memberikan kesempatan bagi dukungan fasilitas lenkap di Komplek Bina Cinta Alam Toraut.

Fasilitas

Wisma Bina Cinta Alam (BCA) Toraut berada di desa Toraut kecamatan Dumoga Barat dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dari kantor balai TNBNW selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Selain berfungsi sebagai pusat informasi, Wisma Bina Cinta Alammenyediakan fasilitas berupa penginapan, ruang rapat dan lokasi perkemahan. Jasa pemandu dan porter juga dapat dimanfaatkan bagi anda yang berkunjung ketempat ini setiap waktu bila anda membutuhkan.

Aksesbilitas

Secara umum sarana perhubungan darat TNBNW sudah teredia dengan keadaan baik. Pintu masuk menuju TNBNW dari arah Manado adalah Manado-Kotamobagu-Doloduo-Toraut. Sedangkan dari arah Gorontalo adalah dengan rute Gorontalo-Lombongo. Rute rincinya adalah sebagai berikut :

  1. Doloduo dicapai melalui rute Manado-Kotamobagu-Doloduo; rute ini mempunyai jarak sekitar 260 km dengan kondisi jalan darat yang baik sehingga dapat di tempuh dengan kendaraan darat sekita 3-4 jam.
  2. Lombongo dapat dicapai melalui alternatif rute, yaitu:

– Rute Manado-Doloduo-Molibagu-Lombongo jalan melalui pantai selatan dengan jarak sekitar 450 km, kondisi jalan sangat baik, dapat di tempuh dengan kendaraan darat sekitar 7-9 Jam.

– Rute Manado-Gorontalo-Lombongo jalan melalui pantai utara dengan jarak sekitar 530 km, kondisi jalan baik, waktu tempuh sekitar 9-10 jam dengan kendaraan darat.

Informasi lebih lanjut hubungi

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Jl.AKD Mongkonai Barat, Kotamobagu 95716 Sulawesi Utara
Telp/Fax (62) 434 22547-22548
Email: info@boganinaniwartabone.com

Spread the love

Leave a Reply