Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Jawa Timur

Pintu gerbang TN Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo (TN Alas Purwo)  merupakan taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Secara umum Geofisik Kawasan Taman Nasional Alas Purwo mempunyai topografi landai yang membentang dari ketinggian mulai dari 0 – 322 m dpl dengan puncak tertinggi Gunung Lingga Manis. Areal curam berkembang pada batugamping berumur Miosen-Pliosen yang terangkat ke permukaan karena ada interaksi antara Lempeng Samudera Hindia (oceanic plate) yang bertemu dengan Lempeng Eurasia (continental plate).

Proses pengangkatan yang terjadi pada Pleistosen Tengah terus berlanjut dengan intensitas yang tidak selalu sama mengakibatkan daerah Semenanjung Blambangan terangkat pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. beberapa bagian puncak bukit karst terangkat sampai ketinggian 300 m dpl. Sejak terangkat ke permukaan, batugamping mulai mengalami karstifikasi.

TN Alas Purwo

TN Alas Purwo dengan luas 43.420 ha terdiri dari beberapa zonasi, yaitu :

  • Zona Inti (Sanctuary zone) seluas 17.200 ha
  • Zona Rimba (Wilderness zone) seluas 24.767 ha
  • Zona Pemanfaatan (Intensive use zone) seluas 250 ha
  • Zona Penyangga (Buffer zone) seluas 1.203 ha

Rata – rata curah hujan 1000 – 1500 mm per tahun dengan temperature 22° – 31° C, dan kelembaban udara 40 – 85 %. Wilayah TN Alas Purwo sebelah barat menerima curah hujan lebih tinggi bila dibandingkan dengan wilayah sebelah Timur. Dalam keadaan biasa, musim di TN Alas Purwo pada bulan April sampai Oktober adalah musim kemarau dan bulan Oktober sampai April adalah musim hujan.

Keanekaragaman Hayati (Kehati) adalah keseluruhan variasi berupa bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat yang dapat ditemukan pada makhluk hidup. Setiap makhluk hidup memiliki ciri dan tempat hidup yang berbeda. Melalui pengamatan, kita dapat membedakan jenis-jenis makhluk hidup. Perbedaan makhluk hidup dibuat berdasarkan bentuk, ukuran, warna, tempat hidup, tingkah laku, cara berkembang biak, dan jenis makanan.

Perbedaan atau keanekaragaman hayati dapat disebabkan oleh faktor abiotik maupun oleh faktor biotik. Perbedaan keadaan udara, cuaca, tanah, kandungan air, dan intensitas cahaya matahari menyebabkan adanya perbedaan hewan dan tumbuhan yang hidup. Hal tersebut mengakibatkan adanya keanekaragaman hayati. Perubahan pada faktor abiotik dapat menyebabkan organisme berkembang dan melakukan spesialisasi.

Suasana rindang penuh pepohonan di TN Alas Purwo

Flora

Anggrek di TN Alas Purwo

Secara umum tipe hutan di kawasan TN Alas Purwo merupakan hutan hujan dataran rendah. Hutan bambu merupakan formasi yang dominan, ± 40 % dari total luas hutan yang ada. Sampai saat ini telah tercatat sedikitnya 584 jenis tumbuhan yang terdiri dari rumput, herba, semak, liana, dan pohon.

Berdasarkan tipe ekosistemnya, hutan di TN Alas Purwo dapat di kelompokkan menjadi hutan bambu, hutan pantai, hutan bakau atau mangrove, hutan tanaman, hutan alam, dan padang penggembalaan (Feeding Ground).

Fauna

Banteng (Bos javanicus) di TN Alas Purwo

Keanekaragaman jenis fauna di kawasan TN Alas Purwo secara garis besar dapat dibedakan menjadi 4 kelas yaitu Mamalia, Aves, Pisces dan Reptilia. Mamalia yang tercatat sebanyak 31 jenis, di antaranya yaitu : Banteng (Bos javanicus), Rusa (Cervus timorensis), Ajag (Cuon alpinus), Babi Hutan (Sus scrofa), Kijang (Muntiacus muntjak), Macan Tutul (Panthera pardus), Lutung (Trachypithecus auratus), Kera Abu-abu (Macaca fascicularis), dan Biawak (Varanus salvator).

TN Alas Purwo

Burung yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah 236 jenis terdiri dari burung darat dan burung air, beberapa jenis di antaranya merupakan burung migran yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah 39 jenis. Jenis burung yang mudah dilihat antara lain : Ayam Hutan (Gallus gallus), Kangkareng (Antracoceros coronatus), Rangkok (Buceros undulatus), Merak (Pavo muticus) dan Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris). Sedangkan untuk reptil telah teridentifikasi sebanyak 20 jenis.

Burung Merak di TN Alas Purwo

Beberapa lokasi atau obyek yang menarik untuk dikunjungi:

  • Padang penggembalaan Sadengan merupakan tempat yang banyak dihuni oleh satwa liar, seperti Banteng, Risa, Babi Hutan, atau Burung Merak Hijau. Satwa-satwa ini dapat dilihat dari menara pengamatan yang berada di tepi padang penggembalaan. Di sini juga terdapat areal untuk berkemah.

Kegiatan pengamatan satwa liar sekaligus pengambilan gambar video dokumenter di Sadengan, Taman Nasional Alas Purwo (https://foresteract.com)

  • Plengkung merupakan lokasi yang sering digunakan pengunjung untuk berselancar (surfing) terutama pada bulan Maret – Oktober. Di daerah Plengkung ini pun terdapat area berkemah bagi para peselancar. Di wilayah ini juga terdapat karang pemecah ombak dan ombak yang dapat mencapai ketinggian 7 meter.

Surfing di pantai Plengkung (G-Land)

  • Pantai Pancur atau Parang Ireng adalah tempat yang memiliki keindahan lansekap. Tempat ini memiliki pasir gotri dan pantai dengan batu karang berwarna hitam, tempat ini pun sering dijadikan semedi terutama pada bulan Suro.

Pantai Pancur TN Alas Purwo (https://nulspounya456789.blogspot.co.id)

  • Terdapat 4 site tempat penetasan dan penangkaran penyu hasil tangkapan di pantai Ngagelan yang berjarak 6 km dari Pos Rawabendo dan dapat ditempuh selama 25 menit.

Tukik (bayi Penyu) di Pos Ngagelan (https://www.banyuwangibagus.com)

  • Tanjung Selakah sampai Tanjung Pasir merupakan tempat yang indah untuk menyaksikan lumba-lumba dan duyung.

Ilustrasi Lumba-Lumba (https://theangelsinlife.blogspot.co.id)

  • Segoro Anak atau Muara Grajagan menjadi pusat perhatian dari program “Sumber Daya Kelautan di Kawasan Pesisir” yang merupakan bagian dari Program Kerja Sama ASEAN-Australia di bidang ilmu kelautan.
  • Taman nasional yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia membuat kita juga dapat menikmati samudera tersebut
  • Pantai Triangulasi merupakan tempat yang sangat cocok untuk dijadikan tempat bersantai sambil menikmati panorama pasir putih yang berbalut cahaya matahari terbenam di ujung horizon samudera.

Selain itu, di luar kawasan taman nasional pun banyak menyimpan destinasi wisata yang sangat tidak kalah menarik

  • Daerah Banyuwangi menyediakan beragam kualitas hotel yang dapat menyambut para wisatwan dengan tarian-tarian adat, seperti Tarian Jejer Gandrung dan Hadrah Kuntul.
  • Daerah Kaliklatak merupakan obyek wisata perkebunan, terletak sekitar 15 km sebelah barat Banyuwangi. Jenis tanamannya antara lain, Kopi, Cengkeh, Kakao, dan Karet. Daerah ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
  • Daerah Mancur merupakan pelabuhan ikan terbesar kedua di Indonesia setelah Bagan Siapi-api. Di daerah ini sering diadakan upacara petik laut yang merupakan kegiatan melempar sesaji ke laut yang dilakukan pada bulan Suro serta berbagai upacara lain. Daerah ini juga sering dijadikan tempat semedi.

Akses Menuju Kawasan

Taman Nasional Alas Purwo dapat dicapai dengan beberapa cara dan moda kendaraan. Letak kawasan ini yang berada di ujung Timur Pulau Jawa menyebabkan perjalanan yang panjang bagi para traveler yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, atau Ibu Kota Provinsi.

Berikut adalah beberapa akses untuk mencapai TN Alas Purwa:

a. Dari Kota Surabaya kawasan ini berjarak 360 km dan dapat ditempuh selama 8,5 jam dengan cara:

Rute Surabaya ke TN Alas Purwo (https://suetoclub.wordpress.com)

  1. Dari Surabaya menuju Banyuwangi menggunakan kendaraan umum (bus) jurusan Surabaya – Banyuwangi.
  2. Dari Banyuwangi menuju Dambuntung menggunakan kendaraan umum (bus).
  3. Dari Dambutung menuju Pasaranyar menggunakan kendaraan umum (angkutan kota atau kendaraan colt).
  4. Dari Pasaranyar menuju Triangulasi menggunakan kendaraan umum selama 15 menit atau menuju Grajagan menggunakan kendaraan umum selama 1 jam
  5. Dari Triangulasi menuju Pantai Plengkung dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 4 jam atau dari Grajagan menuju Pantai Plengkung dengan perahu motor selama 1 – 3 jam.

b. Dari Kota Denpasar, Provinsi Bali ditempuh dengan cara:

  1. Dari Denpasar menuju Gilimanuk menggunakan kendaraan umum (bus) jurusan Denpasar – Gilimanuk (masih terletak di Provinsi Bali).
  2. Dari Gilimanuk menuju Ketapang, Provinsi Jawa Timur menggunakan kapal feri untuk penyebrangan.
  3. Dari Ketapang menuju Banyuwangi menggunakan kendaraan angkutan kota atau angkot (mikrolet).
  4. Dari Banyuwangi menuju Dambuntung menggunakan kendaraan umum (bus).
  5. Dari Dambuntung menuju Pasaranyar menggunakan kendaraan umum (colt).

Informasi lebih lanjut hubungi

Taman Nasional Alas Purwo (TN Alas Purwo)
Jl. Brawijaya No. 20 Banyuwangi – 68417
Telp : (62) 333 428675
Email: btnap@tnalaspurwo.org
FB: https://www.facebook.com/tnalaspurwo/

Spread the love

One thought on “Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Jawa Timur

Leave a Reply