Kampung Adat Tosi Kodi Sumba Barat Daya NTT

Kampung Adat Tossi (https://www.ntt-news.com)

Kampung Adat Tossi terletak di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  dengan jarak dari pusat pemerintahan ± 35 Km dari kota Tambolaka.

Sejarah

Lokasi Pasola diselenggarakan

Nama Kampung Adat Tossi bermula dari seorang Raja bernama Rato Loghe yang tinggal di kampung ini, kemudian menikah dengan seorang gadis bernama Wulla Dero dan tidak memiliki keturunan. Kata Tossi terdiri dari kata “TO” dan “SSI”. “TO” artinya Orang dan “SSI” artinya Laki – laki, karena kampung ini pertama kali dihuni oleh seorang laki – laki maka diberi nama “Tossi”.

Kampung Adat Tossi juga salah satu kampung yang menyelenggarakan upacara adat Pasola bersama- sama dengan kampung Mbuku Bani. Terkait dengan upacara adat Pasola, kampung Tossi yang merupakan adik dari kampung Mbuku Bani diberikan kuasa untuk menyampaikan pengumuman kepada khalayak ramai tentang jadwal Pasola yang telah ditentukan dari kampung Mbuku Bani.

Keunuikan lainnya, di tengah terdapat sumber mata air yang bernama “Wai Marunga” sebagai sumber air untuk kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat setempat, mereka juga percaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan segala macam penyakit sehingga pada jaman dahulu mereka tidak mengenal obat-obat kimia. Air ini juga digunakan untuk memercik seluruh kuda pada saat melaksanakan upacara adat Pasola agar memperoleh kekuatan dari sang maha Dewa Marapu.

Kampung Adat Tossi memiliki 52 rumah adat (Uma Kelada) dan 80 kubur batu tua, serta tersimpan benda – benda kuno peninggalan nenek moyang seperti Piring kuno, Gong kuno, Parang dengan gagang terbuat dari gading, dan patung kuno terbuat dari cendana yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat dalam adat dan tradisi Marapu yang masih terus dilakukan sampai saat ini.

Upacara Adat Perang Pasola

Pasola (https://id.wikipedia.org)

Pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba).

Pasola (http://blog.ivacanza.co)

Permainan pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat. Keempat kampung tersebut antara lain Kodi, Lamboya, Wonokaka, dan Gaura. Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran, yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya.

Aktivitas

Di kampung ini Wisatawan dapat menyaksikan upacara adat Pasola yang digelar bersama – sama dengan kampung Mbuku bani. Kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh wisatawan adalah menenun kain dengan menggunakan peralatan tradisional yang masih dipraktekkan oleh kaum wanita di kampung ini. Informasi dapat menghubungi dinas pariwisata Sumba Barat Daya lewat e-mail: disbuparsbd@yahoo.com atau menghubungi juru pelihara situs, bapak Dengi Wungo lewat telephone seluler: (0812 3709 8014).

Akomodasi

Belum tersedia akomodasi dan restoran yang dekat dengan situs ini, sehingga wisatawan harus menginap di kota Tambolaka yang berjarak 42 km ke lokasi situs, dan diharapkan membawa bekal makanan saat berkunjung ke situs ini.

Transportasi

Jarak dari kota Tambolaka ke lokasi situs 42 km dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam. Kondisi jalan beraspal dan sekitar 6 km jalan menuju kampung dalam kondisi rusak ringan dan perlu di aspal ulang, namun tetap dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Untuk mencapai kampung ini, dari kota Tambolaka anda dapat menyewa jasa travel atau menggunakan angkutan umum mini bus jurusan Bondo Kodi yang beroperasi setiap hari. Jika mnggunakan mini bus anda harus turun di Bondo Kodi dan melanjutkan dengan menyewa ojek.

Spread the love

One thought on “Kampung Adat Tosi Kodi Sumba Barat Daya NTT

Leave a Reply