Kain Tenun Pelekat (Sarung) Lombok NTB

Cara memakai Kain Tenun Pelekat atau Sarung (https://kainpelekatsarong.blogspot.co.id)

Menenun di Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah ada sejak zaman neolithikum. Bukti kuat ditemukannnya  benda arkeologis di Gunung Piring, Kecamatan Pujut, Lombak Tengah, tahun 1971. Salah satu benda yang ditemukan, yaitu gerabah berhias. Hiasan geometris dan flora pada gerabah tersebut sama yang digunakan pada kain tenun. Temuan di Gunung Piring, peninggalan masa neolithikum, masih berlanjut sampai abad XII.

Beragam Kain Tenun Pelekat atau Sarung (https://www.adventurose.com)

Tenun Pelekat merupakan kain sarung tenun dengan motif loreng atau bertapak catur. Tenun pelekat dibuat dengan cara mencelup benang lungsin, benang yang disusun secara sejajar, dan benang-benang pakan, benang yang disematkan secara melintang ke benang lungsin, ke dalam warna dan membuat satu corak ragam rias sehingga menghasilkan aneka warna, bentuk kotak-kotak besar dan kecil.

Kain Tenun pelekat yang terbuat dari benang kapas oleh masyarakat Sasak disebut Beberut. Masyarakat Bima menyebut Tembe Kafa Na’e.

Motif

Kain tenun pelekat (https://johnli-mbawadonggobima.blogspot.co.id)

Di samping itu juga dikenal kepandaian menenun pelekat dengan cara mewarnai benang lungsi dan benang pakan yang kemudian ditenun sehingga menghasilkan kain tebub bercorak garis-garis vertical,seperti kain tapo kemalo, sabuk bendang, dan kain corak catut seperti kain kembang komaq, kain selulut, dan kain ragi genep.

Proses Pembuatan

Sedang menenun (https://www.adventurose.com)

Proses pembuatan tenun pelekat melalui beberapa tahap yaitu:

1. Bebetuk, yaitu proses mengolah kapas menjadi halus. Proses ini dilakukan dengan alat tradisional yang terbuat dari bambu dan benang. Alat ini dipetik ditengah kapas, proses ini dilakukan didalam kelambu agar kapasnya tidak beterbangan kemana-mana.

2. Gulung, kapas yang sudah halus digulung atau di buat menjadi bentuk bulat memanjang sekitar 15 cm.

3. Minsah, adalah proses dengan alat tradisional yang di sebut Arah. Pada proses inilah kapas dibuat menjadi benang.

4. Pewarnaan, setelah menjadi benang, proses selanjutnya adalah pewarnaan dengan menggunakan daun taum atau menggunakan kulit kayu.

5. Ngani adalah proses membuat badan kain tenun. Proses ini menentukan motif apa yang ingin dibuat. Proses ini juga menentukan luas kain yang ingin di tenun. Proses ini mengunakan alat tradisional yang disebut Aneq.

6. Nensek, adalah proses menenun yang terakhir. Proses yang biasa kita lihat. Proses memasukkan benang dalam badan kain tenun yang telah di buat.

Proses ini memakan waktu yang lama tergantung luas dan kesulitan motif. Beberpapa motif khas Kain Tenun Sasak adalah songket, selulut, kembang komak, ragi genap, kemalu, sabuk anteng. Motif inilah yang membedakan Kain Tenun Sasak dengan kain tenun dari daerah lain. Seiring dengan modernisasi, para penenun membuat inovasi kreatif misalnya dengan membuat kain tenun dengan motif nama sesuai pesanan.

Spread the love

Leave a Reply