Camilan Khas Sumatera Selatan

Palembang memiliki sejumlah wisata kuliner yang populer. Camilan khas Wong Kito Galo ini banyak dijual di setiap daerah. Bahkan di Jakarta, jajanan ini jadi camilan favorit masyarakat.

Kue Maksubah

(https://catatanpringadi.com)

Merupakan kue lapis khas Palembang yang disajikan hanya pada acara-acara khusus, menghidangkan maksubah dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Kue ini juga lazim disajikan oleh pengantin kepada orang tua dan mertuanya. Pada saat lebaran, terutama pengantin baru, menjadi antaran wajib ke rumah orang tua-mertua mereka.

Kue Engkak Ketan

(https://catatanpringadi.com)

Engkak Ketan adalah salah satu makanan khas dari Palembang yang selalu ada di hampir setiap rumah-rumah orang Palembang saat idul Fitri. Rasanya yang kenyal dan enak sangat memanjakan penikmatnya.

Kue 8 Jam

(https://catatanpringadi.com)

Kue 8 jam punya nama unik sesuai proses pembuatannya. Sebab kue ini memang perlu waktu 8 jam hingga matang!

Biasanya kue ini memakai telur bebek, gula pasir, mentega dan susu kental manis. Kunci kenikmatannya terletak pada telur bebek yang banyak digunakan, bisa mencapai puluhan.

Untuk membuatnya, semua bahan dicampur hingga rata lalu disaring. Terakhir, adonan dikukus selama 8 jam, tiap 2-3 jam air untuk kukusan ditambah agar tidak kering.

Kue Bolu Suri

(https://www.kuekhaspalembang.com)

Harus diakui kalau tampilan dan rasa, bolu suri sedikit mirip dengan bika ambon. Namun dari komposisi dan cara pembuatan, bolu suri lebih sederhana dan lebih mudah. Bolu yang dipanggang ini juga merupakan hidangan pada hari raya di Palembang.

Kue Lapis Kojo

(https://www.bukalapak.com)

Kue yang sering ditemui pada saat hari raya di Palembang. Rasanya manis dan pembuatannya menggunakan banyak sekali telur bebek dan telur ayam. Warna hijau yang didapat berasal dari daun suji dan pandan. Awalnya Kojo ini dibuat tidak berlapis, namun sekarang sudah berinovasi dan dijadikan berlapis-lapis. Selain rasa lebih gurih, tampilannya juga semakin cantik.

Kue Lapis Palembang

(https://www.kuekhaspalembang.com)

Merupakan camilan khas Palembang. Kue ini biasanya terdiri dari dua warna yang berlapis-lapis, ini yang memberi nama kue ini. Kue ini dibuat dari tepung beras, tepung kanji, santan, gula pasir, garam dan bahan lainya.

Kue Dadar Jiwo

(https://cookpad.com)

Kue yang satu ini sangat unik. Kemungkinan terinspirasi dari pempek pistel. Isi dadar jiwo adalah pepaya muda yang ditumis dengan santan dan kulitnya terbuat dari telur, terigu dan air. Hiasannya kemungkinan terinspirasi dari kue gandus dengan bawang goreng dan irisan cabe merah. Dadar jiwo sangat cocok untuk camilan di pagi ataupun sore hari.

Kue Lumpang

(https://bacaterus.com)

Kue yang berwarna hijau ini biasa disantap dengan parutan kelapa yang diberi garam dan dikukus. Asal nama kue lumpang diambil dari bentuknya yang berlubang di tengahnya. Seperti lumpang yang sering ditemui di dapur. Teksturnya empuk dan lembut. Rasanya manis di lidah. Cocok sekali untuk sarapan di pagi hari bersama dengan kopi. Kue lumpang dibuat dengan cara dikukus.

Kue Srikaya

(https://www.klikhotel.com)

Kue srikaya dicetak dengan cetakan mangkok yang sama dengan cetakan kue lumpang. Yang membedakan adalah warnanya tidak sehijau kue lumpang. Tekstur permukaannya juga tidak lengket seperti kue lumpang. Kue srikaya ada yang dibuat berlapis dengan ketan. Beberapa toko pempek di Palembang menyediakan kue srikaya sebagai camilan sambil menunggu pesanan pempeknya digoreng.

Roti Koing

(https://bobo.grid.id)

Merupakan roti tanpa rasa sudah tidak asing di kalangan masyarakat Palembang, teman-teman. Nama lainnya adalah roti raden Tiap kali bulan Ramadhan tiba, biasanya roti koing termasuk makanan yang wajib dihidangkan bagi keluarga di rumah-rumah di Palembang. Uniknya lagi, roti ini memang hanya ada di bulan puasa.

Roti koing berbentuk bulat dan sedikit keras, tetapi tidak memiliki rasa alias tawar. Biasanya orang akan mengonsumsinya dengan cara merendam roti ini ke dalam minuman panas tertentu, misalnya teh.

Telok Ukan

(https://ourtraveling.id)

Merupakan makanan yang sangat unik. Telok Ukan (dalam bahasa Indonesia artinya “Bukan Telur”), ada yang terbuat dari telur bebek dan ada juga yang terbuat dari telur ayam. Namun yang paling diminati adalah yang terbuat dari telur bebek. Prosesnya terbilang cukup rumit. Ini karena telur bebek dilubangi dengan jarum terlebih dahulu untuk mengeluarkan isinya. Lalu isinya dicampur dengan santan dan aneka bumbu lainnya. Setelah itu dimasukkan kembali ke dalam telur dan dikukus. Kedengarannya mudah namun kenyataannya tidak gampang. Sayangnya telok ukan ini sangat jarang dijumpai sehari-harinya. Telok ukan bisa kamu temui pada saat perayaan kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus. Sedihnya telok ukan ini termasuk makanan yang hampir punah karena minimnya penjual. Bahkan warga Palembang sendiri tidak banyak yang mengetahui keberadaan telok ini.

Telok Pindang

(https://ourtraveling.id)

Telok Pindang umumnya dibuat dari telur ayam. Cara pembuatannya yaitu telur direbus dengan daun salam, daun jambu atau kulit bawang merah dan serai. Saat setengah matang, telur dikeluarkan dari panci, tekan hingga kulitnya retak-retak. Kemudian rebus kembali hingga matang. Ketika dikupas, telur akan bermotif abstrak seperti batik. Telur ini bisa dimakan begitu saja atau dijadikan lauk makan. Rasanya sedap karna direbus dengan bumbu-bumbu dapur.

Lemper Jepit

(https://ourtraveling.id)

Lemper yang berbentuk segitiga dan dijepit dengan bilah bambu, kemudian dibakar hingga harum. Rasanya gurih berpadu dengan kelapa parut yang dimasak dengan gula merah. Makan satu, pengen dua! 😁

Catatan:

Camilan Telok Ukan, Telok Pindang dan Lemper Jepit akan banyak ditemui pada saat perayaan kemerdekaan RI yaitu 17 Agustus di Palembang.

Spread the love

Leave a Reply