Wisata Sejarah di Kabupaten Lebak

Bagi sebagian besar warga penduduk di negeri ini nama Kabupaten Lebak masih kalah populer dengan nama Rangkasbitung.

Nama Rangkasbitung yang dikenal luas bukan hanya di negeri ini bahkan sampai ke mancanegara berkat sebuah buku biograpi berjudul ”Multatuli” yang di tulis oleh Max Havelaar yang menceritakan pengalaman pibadi penulis pada masa zaman Penjajahan kolonialisme belanda di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak.

Gedung Pendopo Kantor Bupati Lebak

Gedung Pendopo Kantor Bupati Lebak (https://www.flickr.com)

Gedung Pendopo Kantor Bupati Lebak ini dibangun tahun 1853 oleh penguasa perkebunan belanda. bangunan ini sangat kokoh terawat sampai saat ini dan bangunan ini bernilai seni dan memiliki kandungan sejarah sehingga dijadikan bangunan cagar budaya.

Gedung Pendopo Kabupaten Lebak

Rumah Dinas Bupati Lebak (https://arul413.blogspot.co.id)

Gedung Pendopo Kabupaten Lebak terletak di Kampung Kapugeran Kelurhan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung Lebak.

Gedung pendopo kabupaten lebak berfungsi sebagai rumah dinas bupati lebak merupakan banguan bekas asisten residen banten-lebak, dibangun tahun 1901. Bangunan utama seluas 180 m persegi menunjukan gaya arsitektur neo klasik dan menghadap ke arah utara. Denah bangunan secara keseluruhan berbentuk simetris persegi panjang.

Bentuk atap limasan dan terdapat dak di sisi atap terdapat canopy pada serambi muka serta empat tiang utama bergaya tuscan dan tiga tiang kecil penopang canopy bentuk jendela berbentuk berdaun rangkap dengan hiasan susunan potongan kayu pada bagian luarnya. Tepat di depan bangunan utama terdapat bangunan pendopo dengan denah bujur sangkar bergaya arsitektur lokal. Bangunan pendopo ini menyerupai bentuk bangunan pendopo pada bangunan berarsitektur jawa dengan atap berbentuk joglo.

SMP Negeri 1 Rangkasbitung

Europeesche Lagere School (https://arul413.blogspot.co.id)

SMPN 1 terletak di jalan Multatuli No. 37, Desa Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Bagunan sekolah ini dibangun tahun 1928, dahulu digunakan sebagai sekolah Europeesche Lagere School (ELS) atau disebut sebagai sekolah rendah pada waktu itu.

Menara Air

Menara Air (https://merahdelimaa.blogspot.co.id)

Menara Air terletak di jalan Hardiwinangun Kampung Pasir Tariti, Kelurahan Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Menara Air dimana dahulunya Menara Air ini berfungsi sebagai Menara Pengatur bagi Suplai Air Bersih untuk Kota Rangkasbitung.

Bangunan Menara air ini dahulu berfungsi sebagai resepoir/menara pengatur bagi suplay air bersih untuk keperluan kota rangkasbitung dengan sumber air dari gunung pulo sari.

Bangunan ini berdiri diatas lahan seluas 200 m2, tinggi banguan 9 meter. Banguan ini diperkirakan didirikan pada tahun 1931. air yang dialirkan memanfatkan tekanan air, sehingga tidak diperlukan mesin untuk mendistribusikan air, apabila dilihat keletakam menara air yang letaknya lebih tinggi dari daerah nya hal ini sangat dimungkinkan. Bangunan menara (water tower) ini berbentukselinder, dengan bagian atas berbentuk oktagon (segi delapan).

Gedung DPRD Kabupaten Lebak

Gedung DPRD Kabupatek Lebak (https://referensi.data.kemdikbud.go.id)

Gedung DPRD terletak di Kampung kaum Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Nama pertama gedung seluas 165 Meter Persegi ini adalah Contrakten Administratie yang dahulunya berfungsi sebagai Pusat Urusan Administrasi Penyelesaian Kontrak-kontrak Perkebunan di wilayah Administratif Banten Selatan didirikan sekitar tahun 1932. Dan terus berjalan menuju Pendopo tempat Bpk Bupati Melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas kedaerahannya.

Gedung ini mempunyai luas ± 165 meter persegi bangunan ini dahulunya merupakan banguan contrakten administrate berfungsi sebagai pusat urusan administrasi penyelesaian kontrak-kontrak perkebunan di wilayah administratif Banten Selatan.

Denah bangunan ini menyerupai bentuk huruf E dengan arah menghadap ke utara dan membujur dari barat ke timur.

Bekas Rumah Kepala Personalia Perkebunan Cikadu

Bekas Rumah Kepala Personalia Perkebunan Cikadu terletak di Jalan Teng Bensin, Blok cikadu, Desa Sindang Mulya, Kecamatan Lebak, Kabupaten Lebak.

Bangunan rumah ini memiliki luas 162 meter persegi, bangunan ini di bangun pada tahun 1935 oleh oleh pemerintah kolonial belanda dan dirancang oleh Assoociatie Selle en de bruyn Reyerse en de vries architecten.

Bangunan ini menyerupai aula, bangunan ini memiliki pondasi masif dan yang unik dari bangunan ini dilengkapi motif  bintang yang terdapat pada lantai bangunan dalam dan bagian teras.

Rumahnya Multatuli (Eduard Douwes Dekker)

Bekas Rumah tinggal Eduard Douwes Dekker seorang Assisten Residen Belanda (https://bandanaku.wordpress.com)

Dibelakang Rumah Sakit Umum Adjidarmo Rangkas Bitung yang ada di Jl. Iko Jatmiko No.1, dimana rumah ini dahulunya merupakan tempat tinggal Eduard Douwes Dekker seorang Assisten Residen Belanda yang menulis semua perasaan temuannya di Lebak dengan membuat buku pengenal Max Havelaar pada tahun 1839 setahun setelah di Batavia pada tanggal 21 Januari 1859, Eduard Douwes Dekker menginjakkan kakinya di Lebak Banten Sebagai Assisten Residen.

Cagar Budaya (https://bandanaku.wordpress.com)

Hanya sebidang tembok tua selebar kira-kira enam meter setinggi lima meter yang masih berdiri tegak ditambah batu bata merah berukuran 30 x 8 sentimeter menyembul pada pelur geligir atas yang rompal, tak lagi tanda-tanda guratan kisah masa lalu pada rumah itu. Genteng, tegel, kaca, kusen, daun pintu dan jendela bukan datang dari zaman saat Bupati Raden Adipati Karta Natanagara berkuasa di Lebak.

“Ada informasi kalau dulu rumahnya panggung dan dibuat dari kayu. Cukup sulit merekonstruksi bangunannya, kecuali membongkar rumah dan melihat pondasinya. Itu pun masih diragukan. Tapi kami siap membantu merealisasikan gagasan pembangunan rumah Multatuli itu,” ujar Bambang Eryudhawan, arsitek dari Pusat Dokumentasi Arsitektur Indonesia, dikutip dari Historia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.