Wisata Sejarah di Kabupaten Bogor

Potensi wisata di Kabupaten Bogor tergolong lumayan banyak. Dari potensi wisata alam, budaya, hingga objek wisata baru. Sayangnya, semua potensi tersebut dinilai belum dioptimalkan oleh pemerintah daerah.

Tidak hanya potensi wisata alam saja, potensi  budaya prasejarah, dan sejarah, wilayah Bogor Barat juga menyediakan wisata desa agrowisata dan beberapa arena hiburan yang bisa dinikmati wisatawan.

Situs Pasir Angin

Gapura Situs Pasir Angin (https://www.disparbud.jabarprov.go.id)

Situs dan Museum Pasir Angin terletak di desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Situs terletak pada sebuah bukit kecil dengan ketinggian ± 210 di atas permukaan laut, terletak di sebelah utara Sungai Cianten. Di permukaan bukit ini terdapat sebuah monolit setinggi 1,20 m di ukur dari muka tanah. Batu tersebut mempunyai bidang datar dan yang terlebar berukuran ± 1 m, menghadap tepat ke arah timur.

Situs Pasir Angin, sendiri merupakan sebuah situs arkeologi yang mulai diteliti pada tahun 1970. Pada saat itu sebuah tim arkeologi nasional yang dipimpin oleh R.P. Soejono.

Situs Pasir Angin (https://lovelybogor.com)

Dalam penggalian yang dilakukan berturut-turut pada tahuan 1970,1971,1972,1973,1975 oleh Tim Puslitarkernas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional) telah ditemukan berbagai peninggalan bernilai sejarah tinggi di lokasi Situs Pasir Angin.

Bernilai sejarah tinggi karena apa yang ditemukan dalam proses penggaliannya bukan hanya berupa benda-benda peninggalan berumur seratus dua ratus tahun saja. Di situs ini artefak-artefak yang ditemukan berumur jauh lebih tua. Benda-benda ini diduga berasal dari masa antara 600-200 Sebelum Masehi, diulang Sebelum Masehi.

Analisis karbon (metode untuk mengukur umur sebuah benda dengan cara menghitung usia kandungan karbon didalamnya) terhadap benda-benda tersebut menunjukkan kebenaran dugaan tersebut. Berdasarkan analisis karbon ini, barang-barang peninggalan tersebut memiliki umur antara 1000 SM hingga 1000 Masehi.

Jadi bisa dikata Situs Pasir Angin meninggalkan bukti akan adanya kehidupan masyarakat di wilayah Bogor sekitar 2.700 tahun yang lalu. Hal tersebut menunjukkan betapa berharganya artefak-artefak yang ditemukan di situs Pasir Angin ini.

Museum Pasir Angin

Museum Pasir Angin (https://lovelybogor.com)

Museum Pasir Angin didirikan pada tahun 1976 dengan tujuan awal sebagai tempat untuk menampung berbagai artefak yang ditemukan di lokasi Situs Pasir Angin.

Arca di Museum Pasir Angin (https://lovelybogor.com)

Berbagai artefak seperti arca batu, kapak perunggu, kapak besi dan gerabah disimpan di dalam Museum Pasir Angin. Meskipun demikian, ada banyak temuan yang tidak disimpan disini. Beberapa artefak yang paling berharga seperti sebuah topeng emas disimpan di Museum Nasional.

Dalam perkembangannya, Museum Pasir Angin juga menyimpan berbagai temuan arkeologi dari berbagai situs di Bogor. Salah satunya adalah dari Situs Cibodas Ciampea dalam bentuk beberapa arca yang sudah tidak utuh lagi.

PLTA Kracak

PLTA Kracak (https://bogor-raincity.blogspot.co.id)

PLTA ini terletak di Desa Kracak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ini dibangun pada tahun 1921 dan mulai beroperasi pada tahun 1926. PLTA Kracak merupakan PLTA tipe Semi Run-Off River, yang menggunakan kolam tando harian (KTH) yaitu Waduk Gunung Bubut yang merupakan sub unit dari PLTA Kracak dan digunakan untuk menampung debit dua sungai sekaligus, yaitu Sungai Cianten dan Sungai Cikuluwung.

Waduk Gunung Bubut, sub unit PLTA Kracak (https://hwc2015.nvo.or.id)

Waduk ini dibuat dengan cara mengeruk salah satu bukit dan melapisinya dengan konstruksi beton. Luas areal permukaan waduknya sendiri mencapai 42.000 m², sedangkan luas dasarnya 35.000 m². Waduk ini dapat menampung air sebanyak 187.000 m³ dengan ketinggian maksimal air yang bisa ditampung adalah 7,25 m.

PLTA Kracak (https://hwc2015.nvo.or.id)

Dengan pipa berdiameter dua meter, air yang dibendung tersebut kemudian dialirkan ke bawah untuk menghidupkan turbin PLTA yang dipasang di rumah pembangkit (power house). Dengan sistem ini PLTA dapat mengatur pasokan air yang digunakan untuk menghasilkan listrik dan dapat menyimpan air untuk saat-saat tertentu. Jadi misal pada waktu malam hari dibutuhkan daya yang besar maka air yang tersedia digunakan untuk memutar turbin sedangkan pada waktu siang hari dimana rata–rata kebutuhan listrik lebih sedikit dibanding pada malam hari, maka KTH akan digunakan untuk menampung air. Dengan sistem ini PLTA Kracak yang mulai beroperasi tahun 1926 ini memiliki kapasitas 18,9 MW (3 x 6,3 MW) dan dapat menyuplai listrik ke Jakarta dan Bogor.

One thought on “Wisata Sejarah di Kabupaten Bogor

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.