10 Motif Batik Indonesia Yang Mendunia

Sering mengenakan busana yang terbuat dari bahan kain batik?. Sahabat GWI Indonesia Banget, tentu tahu kan kalau batik itu tidak hanya populer di tanah air, tetapi juga dikagumi oleh banyak orang dari negara lain seperti Afrika bahkan Eropa.

Diantara sekian banyaknya motif batik yang ada di Indonesia setidaknya terdapat 10 motif batik yang sangat populer dan mendunia, beberapa bahkan pernah dipakai oleh para petinggi negara, selebritis ternama, serta masyarakat dari kalangan biasa.

Motif batik yang dimaksud yaitu berupa motif batik sogan, motif batik tujuh rupa, motif batik mega mendung, motif batik gentongan, motif batik keraton, motif simbut, motif kawung, motif parang, motif priyangan, dan motif pring sedapur.

Motif Sogan

(https://www.tes.com)

Motif sogan dikenal sebagai motif batik bernuansa klasik yang sangat identik dengan keraton Jawa. Motifnya pun kebanyakan mengikuti pakem motif klasik keraton. Batik sogan dari daerah Yogyakarta dominan berwarna coklat tua-kehitaman dan putih, sedangkan sogan dari daerah Solo cenderung berwarna coklat-oranye dan coklat.

Motif Batik Tujuh Rupa

(https://batik-tulis.com)

Motif batik tujuh rupa dari Pekalongan termasuk ke dalam salah satu jenis motif batik yang sangat kental dengan nuansa alam, tidak mengherankan jika ornamen yang ditampilkan pun biasanya lebih banyak menggambarkan hewan atau tumbuhan.

Motif Mega Mendung

(https://id.pinterest.com)

Sepintas terlihat sangat sederhana, namun siapa sangka jika motif mega mendung dari Cirebon ini mampu memberikan kesan yang mewah dan elegan. Keindahan motif mega mendung tidak hanya terlihat pada gambarannya yang tegas dan menarik, tetapi nilai-nilai filosofi yang terkandung didalamnya juga sangat luhur dan penuh makna.

(https://penangbookshelf.com)

Batik dengan motif mega mendung ini bahkan pernah dipakai sebagai sampul buku berjudul “Batik Design” yang ditulis oleh seorang seniman Belanda bernama Pepin van Roojen.

Motif Gentongan

(https://twicopy.org)

Ditinjau dari segi desainnya, motif batik gentongan dari Madura sebenarnya terbilang sangat unik dan eksklusif karena proses pembuatannya sedikit berbeda dengan batik dari daerah lain. Untuk membuat kain batik gentongan dibutuhkan alat yang bernama gentong atau gerabah sebagai tempat untuk mencelup kain batik pada cairan warna.

Motif Batik Keraton

(https://batik-tulis.com)

Motif batik keraton dari Yogyakarta memiliki ciri khas motif yang simetris. Selain proses pembuatannya yang rumit dan selalu disertai dengan serangkaian ritual khusus, batik keraton juga mengandung filosofi tinggi yang terungkap dari motifnya.

Karena dianggap sakral, dulu motif batik keraton bahkan sempat dilarang untuk dikenakan oleh masyarakat umum. Namun kini motif batik keraton bisa dibilang sebagai motif yang paling banyak dipakai baik orang Indonesia maupun orang luar.

Motif Simbut Dari Banten

(https://tempolagu.blogspot.co.id)

Motif simbut bisa dibilang sebagai motif batik yang paling sederhana karena sebagian besar motifnya didominasi oleh detail berbentuk daun yang sangat mirip dengan daun talas. Menurut sejarah pembuatan batik simbut ini tidak menggunakan lilin malam, tetapi menggunakan bubur kentang sabagai sebagai perintangnya.

Motif Kawung (Jawa Tengah dan Yogyakarta)

(https://athinadolls.blogspot.co.id)

Sesuai dengan namanya motif batik kawung umumnya memiliki pola yang sangat mirip dengan buah kawung, sejenis kelapa atau disebut juga dengan buah kolang-kaling. Motif batik ini juga diartikan sebagai gambar bunga teratai dengan empat lembar daun bunga yang merekah.

Motif Parang

(https://id.pinterest.com)

Kata parang berasal dari kata pereng atau miring. Bentuk motifnya pun lebih terlihat seperti huruf “S” yang miring berombak dan memanjang. Tersebar hampir merata di seluruh pulau Jawa, aksen yang terdapat pada batik motif parang tersebut umumnya memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda.

Jika di daerah Yogyakarta terdapat motif parang rusak dan juga parang barong, maka di Jawa Tengah terdapat parang slobog. Di Jawa Barat pun ada juga batik yang dikenal dengan parang klisik.

Motif Priyangan

(https://cvardikaryautama.blogspot.co.id)

Motif rumput dan tumbuhan memang identik dengan batik priyangan dari Tasikmalaya. Hal utama yang membedakan batik priyangan dengan batik lain adalah tumbuhan yang digambar pada motif ini disusun secara rapi dan simetris sehingga terkesan lebih elegan baik dari segi kerapian ataupun corak warnanya.

Motif Pring Sedapur

(https://www.thepicta.com)

Motif batik pring sedapur dari Magetan sering disebut juga sebagai batik pring. Batik ini tidak hanya indah dalam kesederhanaan motifnya, namun filosofi yang tertanam di dalamnya juga sangat mendalam. Dimana tumbuhan bambu yang tergambar dalam batik pring ini memberikan makna ketentraman, keteduhan dan juga kerukunan.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

Spread the love

Leave a Reply