Tahura Bung Hatta, Sumatera Barat

1

Tahura Bung Hatta (https://plesirankotatua.blogspot.co.id)

Tahura (Taman Hutan Raya) Bung Hatta atau Dr. Mohammad Hatta, proklamator RI, terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Solok dengan Kota Padang, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuak Kilangan, Kotamadya Padang, Sumatera Barat. Waktu yang diperlukan menuju ke Tahura ini sekitar 45 menit (20 Km) dari kota Padang dan sekitar 45 menit (30 Km) juga dari kota Solok.

Patung Bung Hatta, Proklamator RI (https://rindutanahbasah.wordpress.com)

Merupakan suatu kawasan cagar alam hutan primer Sumatera Barat, seluas 70.000 Ha, yang berfungsi melestarikan plasma nutfah, perlindungan sumber daya alam, pendidikan dan penelitian, pembinaan cinta alam, dan sekaligus sebagai tempat rekreasi dan merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat.

Pintu Gerbang Tahura Bung Hatta (https://kinciakincia.com)

Secara umum kawasan ini merupakan kawasan pegunungan dan perbukitan yang berada pada ketinggian 300 – 700 mdpl serta merupakan bagian dari jajaran Bukit Barisan yang membentang dari utara ke selatan. Dibandingkan dengan pusat kota padang, suhu di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta cukup sejuk bekisar antara 19’C-26’C. Sedangkan curah hujan rata – rata dikawasan ini cukup tinggi mencapai 6000 s/d 7000mm per tahun dengan kelembaban udara berkisar anatara 52 s/d 89 %.

Sejarah

Tahura Bung Hatta (https://bisniswisata.co.id)

Kawasan ini sebelumnya merupakan lokasi Kebun Raya Setia Mulya yang peresmiannya dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. Mohammad Hatta pada tahun 1955. Pada saat itu, pengelolaan kawasan ini merupakan tanggung jawab Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam atau yang sekarang dikenal dengan LIPI.

Tahun 1961 pengelolaan kawasan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Barat dan pada tahun 1981 pengelolaan diserahkan kepada Universitas Andalas. Pada tanggal 12 Agustus 1986, Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah mengubah nama kawasan ini menjadi Taman Hutan Raya Dr. Mohammad Hatta melalui Keputusan Presiden No. 35 Tahun 1986 dengan luas 240 hektare dan dikelola oleh Departemen Kehutanan.

Asri pepohonan di Tahura Bung Hatta (https://plesirankotatua.blogspot.co.id)

Untuk pengembangan masa depan, luas kawasan ini kemudian menjadi 70.000 hektare lebih. Pada tanggal 31 Januari 1991, pengelolaan kawasan ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Padang dan kemudian membentuk Badan Pelaksana Pengelolaan Taman Hutan Raya Dr. Mohammad Hatta yang terdiri atas unsur-unsur Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Padang, Universitas Andalas, dan instansi terkait.

Bunga Rafflesia

Rafflesia gadutensis (https://www.mongabay.co.id)

Bunga rafflesia merupakan salah satu tumbuhan parasit langka yang hidup di hutan hujan tropis. Jenis padma ini ditemukan tersebar di wilayah Asia Tenggara, khususnya Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, Jawa dan kepulauan Filipina. Diperkirakan terdapat 27 jenis rafflesia di seluruh dunia (beberapa literatur menyebutkan temuan rafflesia baru). Tujuh belas jenis rafflesia ditemukan di Indonesia, dengan enam diantaranya di Sumatera.

Tiga jenis yang ditemukan di Sumatera Barat ini, yakni Rafflesia arnoldi, Rafflesia gadutensis dan Raflesia haseltii. Khusus R. gadutensis, Yuliza Rahma, seorang peneliti rafflesia dari Universitas Andalas Padang, menyebutkan sulit menemukan jenis rafflesia ini yang sedang mekar berkembang di alam. Namun, beberapa bulan lalu dia menemukan bunga rafflesia ini sedang mekar di Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta, kota Padang.

Rafflesia gadutensis (https://www.mongabay.co.id)

Rafflesia gadutensis, ditemukan oleh W. Meijer pada tahun 1984 di kawasan Ulu Gadut. Bunga ini sangat berbeda dengan bunga rafflesia yang lain, memiliki bentuk corak khas dan ukuran yang kecil. Bunga berdiameter sekitar 40-60 cm, dengan lima kelopak berbintik putih. Bunga raflesia ini tumbuh pada inangnya, liana menjalar tetrastigma lanceolarium, yang termasuk keluarga vitaceae.

Bunga ini diperkirakan memiliki proses tumbuh selama lima tahun dalam fase dari biji, kuncup, bunga dan biji kembali (proses layu).

Flora

Flora yang ada di Tahura ini, meliputi Kuini (mangifera indica), Ambacang (Mangifera foetida), Durian Belanda (Annona Muricata), Buah Nona (Annona Reticula) Kenanga (Canangium Frusticosum), Pisang – pisangan (Polyalthia Oblonga), Xylopia Malayana, Alemanda (Alamanda Cathartica), Jeletung (Dyera Costulta), Oleander (Nerium Oleander), Kamboja (Plumeieria Acuminata), Voacangan Foetida, Timah – timah (Ilex Cymosa), Birah (Alocasia Macrrohiza), Bunga bangkai (Amorphophalus Campanulatus), Kaladi Hias (Caladium Bicolor), Juluak Antu (ArthrRphyllum Diversifolium), Durian (Durio Zibethinus), Mandirawan (Hopea Mengarawan), Keruing (Dipterocarpus Bauddi), Kayu Minyak (Shorea Sumatrana), Buah Seri (Muntingia Calabura), Kemiri (Aleurites Moluccana), Antidesma Montanum, Aporusa Benthamiana, Bischofia Javanica, Clauxylon Polot, Euphorbia pulcherrima, Glochidion Obscurum, Mallotus Paniculatus, Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii), Waru (Hibiscus Tilliaceus) dan sebagainya.

Fauna

Fauna yang dapat ditemukan berupa. Kambing Hutan (Nemorthaidus Sumatrensis) Kijang (Muntiacus Muntjak), Rusa (Cervus Eguinus), Tapir (Tapirus Indicus), Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrensis), Simpai (Presbytis Melalophus), Beruk (Macacca Nemestrina), Kera Ekor Panjang (Mecacca Fascicularis), Siamang (Hylobates Syndactylus), enggang (Bucceros).

Informasi lebih lanjut hubungi

Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat
Jln. Raden Saleh No. 8A Padang
Telp.: (62) 751 7052725 –  7059511
Email: info@dishut.sumbarprov.go.id

One thought on “Tahura Bung Hatta, Sumatera Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tahura Sultan Syarif Hasyim, Riau

Wed Sep 6 , 2017
Pintu Gerbang Tahura SSH (https://kerjaforester.blogspot.co.id) Tahura (Taman Hutan Raya) Sultan Syarif Hasyim, yang disingkat Tahura SSH, merupakan suatu kawasan hutan konservasi yang masuk dalam wilayah dua Kabupaten dan satu Kotamadya, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, dan Kota Pekanbaru di Provinsi Riau. Hutan konservasi ini ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam berdasarkan Surat […]