Museum dan Perpustakaan Joang 45 Padang Sumatera Barat

Museum dan Perpustakaan Joang 45 terletak di Jln. Samudera no. 8 Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat.

Gedung ini awalnya gedung Konsultan Dagang Jerman. Didirikan tahun 1909, berfungsi sebagai Kantor Perwakilan Dagang Jerman di pantai barat Sumatera.

Ketika Jepang menang di perang Asia Timur Raya dan tanggal 17 Maret 1942 berhasil menguasai Kota Padang. Gedung mereka kuasai dan dijadikan markas serdadu.

Setelah kemerdekaan RI, ditempati oleh pasukan Yusuf Ali (Black Cat) sebagai markasnya. Ketika sekutu datang yang diboncengi oleh Belanda, tepatnya pada tanggal 13 Oktober 1945. Pasukan Yusuf Ali (Black Cat) mundur keluar kota dan bergerilya. Melalui perundingan KMB dan penyerahan Kedaultan RI pada tanggal 27 Desember 1949 gedung di jalan Samudera no. 8 ini diserahkan Belanda kepada Residen Sumatera Barat, lalu diserahkan lagi kepada Resimen – IV Tentara dan Territorium I / Bukit Barisan (Res. IV . T&T-I/BB) dan gedung ini dijadikan sebagai komplek markasnya.

Museum dan Perpustakaan Joang 45 (https://yulianaputri2612.blogspot.co.id)

Sesaat kemudian Res. IV / T&T-I/BB diubah menjadi Kopag KODAM III/17 Agustus, maka Dewan Harian Daerah Angkatan 45 (DHD’45) Sumatera Barat melihat kemungkinan untuk menempati kantor yang dikosongkan, antara lain kantor INMINDAM. Tanggal 16 Oktober 1986 DHD’45 Sumatera Barat dengan surat No. 206/B-IX/1986 memohon kepada KOREM 032/WIRABRAJA untuk menempati kantor tersebut sebagai kantor DHD’45 Sumatera Barat sekaligus dijadikan sebagai Gedung Joang ’45 Sumatera Barat.

Tanggal 15 Februari 1987 dengan suratnya No.B/79/II/1987 DANREM 032 setuju memberikan tempat untuk memenuhi permohonan DHD’45 Sumatera Barat, yang ditandatangani oleh Kol. Inf. Iding Suwardi. Setelah dimiliki oleh DHD’45, maka dijadikan kantor Harian Angkatan ’45 Sumatera Barat. Karena hasil MUNAS Angkatan ’45 ke – VII di Ujung Pandang memutuskan setiap gedung DHD/DHC Angkatan’45 secara bertahap dijadikan Gedung Djoang di daerahnya masing-masing yang difungsikan sebagai Museum Djoang’45 sebagai lembaga Pembudayaan Kejuangan’45.

Museum ini didirikan 20 Maret 1987 dan diresmikan pada 17 Agustus 1987 oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, Prof. Harun Zain.

Sarana

Gedung Joang ’45 ini dibangun di atas tanah seluas 4.790 m² dengan luas bangunan 428 m².

Sarana yang tersedia adalah :

  • Ruang Pameran Tetap
  • Ruang Perpustakaan
  • Ruang Administrasi
  • Kafe

Koleksi

Koleksi utama museum ini diantaranya 250 koleksi foto Perjuangan Kemerdekaan RI Sumatera Barat/Tengah, keris, samurai, cetakan peluru, patung Tentara Pelajar Sumatera Tengah, peta Agresi Militer Belanda I dan II, peta Gerilya Pemancar PDRI YBJ-6, lukisan perjuangan Gerilya, dan struktur Organisasi Militer Divisi IX Banteng.

Di lantai I, ini ada sekitar 350 buah foto terdiri dari foto para pejuang kemerdekaan RI, baik tokoh politik, tokoh sipil, tokoh adat, tokoh alim ulama, dan lainnya. Juga foto pejuang perempuan.

Di lantai II, ada perpustakaan. Di sana tersimpan sekitar koleksi buku, 1450 judul buku. Sebanyak 250 buku berisikan sejarah atau biografi pejuang tokoh DHD 45, LVRI, dan tokoh perintis kemerdekaan lainnya.

Informasi lebih lanjut hubungi

Museum dan Perpustakaan Joang 45
Jln. Samudera no. 8 Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat
Telp.: +6275123356
Email: dhd45sumbar@yahoo.co.id
FB: https://bs-ba.facebook.com/Gedung-Joang-45-Sumatera-Barat-191651724335207

Jam Buka
Selasa – Jum’at: pukul 08.00 – 14.00 WIB

Tiket Masuk: Gratis

One thought on “Museum dan Perpustakaan Joang 45 Padang Sumatera Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.