Wisata Belanja di Pandeglang Banten

1

Kabupaten Pandeglang dengan ibukotanya Pandeglang, Propinsi Banten, wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau Tinjil. Semenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, di mana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.

Pengrajin Kayu

Produk pengrajin kayu Badak bercula satu (https://www.kerajinan.id)

Sentra pengrajin kayu terletak di Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dan di Desa Cibadak, desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten

Produk pengrajin kayu Badak bercula satu (https://www.kerajinan.id)

Masyarakat di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon mulai memproduksi patung badak bercula satu tersebut sejak tahun 1995. Sejak saat itu, wisatawan dan pengunjung taman nasional itu bisa membawa pulang kenang-kenangan dari Ujung Kulon berwujud pahatan patung badak Jawa. Selain mengasah rasa seni, kegiatan ini memberikan penghasilan tambahan bagi mereka dan mengalihkan mereka dari kegiatan merambah hutan.

Untuk memastikan kegiatan produksi tersebut tidak merusak kawasan konservasi, maka para pengrajin menggunakan kayu sisa tebangan yang didapat dari Perum Perhutani dan masyarakat setempat.

Pengrajin Bedug

Tempat pembuatan Bedug yang terletak di Kampung Parung Sentul, Kelurahan Karaton Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, dengan pengrajin Diding Suja’i.

Kata “bedug” sudah tidak asing lagi bagi telinga bangsa Indonesia. Bedug  terdapat di hampir setiap masjid, sebagai alat atau media informasi datangnya  waktu shalat wajib 5 waktu. Demikian juga dengan seni bedug semacam ngabedug atau ngadulag sudah akrab di telinga  bangsa kita, khususnya lagi  bagi telinga kaum muslimin. Rampak bedug hanya terdapat di daerah Banten sebagai ciri khas seni-budaya Banten. Kata “Rampak” mengandung arti “Serempak”. Jadi “Rampak Bedug” adalah seni bedug dengan menggunakan waditra berupa “banyak” bedug dan ditabuh secara “serempak” sehingga menghasilkan irama khas yang enak didengar.

Bedug yang dibuatnya, awalnya adalah bedug-bedug untuk keperluan pementasan kesenian Rampak Bedug dilingkungannya. Tapi tidak jarang saya juga membuat bedug untuk kebutuhan mesjid atau mushola lanjutnya. Bedug-bedug yang dibuat  rata-rata panjangnya sekitar 1,5 sampai dengan 2 meter, kulitnya dibuat dari kulit sapi atau kerbau. Dulu pada awal-awal pembuatannya, saya sering membuatnya dari bahan kayu-kayu besar seperti Mahoni, Karoya dan Rambutan ujarnya. Tapi seiring dengan sulitnya mencari bahan kayu, akhirnya saya membuatnya dari Batang Pohon Kelapa. Satu batang pohon kelapa ini, ia peroleh dengan membelinya seharga 200 ribu perbatang. Kulitnya ia peroleh dengan cara memesan dari Cipeucang atau Batubantar, kulit yang ia peroleh biasanya dibeli dengan kiloan. Untuk satu kilo kulit ia peroleh dengan harga 40 ribu.

Pengrajin Batok Kelapa

Ata Suhata menjanjakan hasil kerajinannya di pameran dalam rangka menyambut HUT ke-142 Kabupaten Pandeglang di Alun-alun Pandeglang (http://www.radarbanten.co.id)

Ata Suhata (32), warga Kampung Mekarsari, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, mampu menyulap limbah batok kelapa menjadi berbagai kerajinan peralatan rumah tangga. Seperti mangkuk, gelas, teko, asbak, dan tempat menyimpan pensil.

Sentra Pengrajin Anyaman dari Pandan

Pengrajin Pandan Pandeglang (https://buanaindonesia.co.id)

Pengrajin Anyaman terletak di Desa Cibeu­reum, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeg­lang.

Disana tidak kurang dari 300 perajin anyaman pandan terkumpul, anyaman pandan tidak hanya untuk dibuat tas, topi dan berbagai asesoris lainnya. Pandan, juga sangat ramah lingkungan. bahkan bila rusak dan dibuang bisa menambah kesuburan tanah, karena cepat lapuknya dibanding bahan-bahan dari plastik.

Sentra Pengrajin Batik Cikadu

Toto Rusmaya, penggiat Batik Cikadu (http://print.kompas.com)

Sentra Batik ini terletak di Sanggar Batik Cikadu Tanjung Lesung, Kampung Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang,

Sebagai penggiat Batik dari Sanggar Batik Cikadu, Toto Rusmaya, telah memiliki 45 motif cap dan 40 motif yang menggangkat khas kedaerahan seperti, kesenian, kuliner, debus, badak Ujung Kulon dan lain lain.

Sentra Pande Besi

Sentra pande besi terletak di Desa Kaung Caang Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang.

Sentra pande besi pada lokasi/obyek terdiri dari 11 UU (unit usaha) dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 40 orang. Kapasitas produksi sentar pande besi selama setahun adalah pisau sebanyak 12.000 buah, cangkul sebanyak 4.034 buah, golok sebanyak 7.500 buah, sabit sebanyak 12.184 buah, garpu tanah sebanyak 7.094 buah , parang sebanyak 9.768 buah dan cangkul koret 2.520 buah.

admin

One thought on “Wisata Belanja di Pandeglang Banten

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Wisata Belanja di Lampung

Sun Aug 6 , 2017
Masyarakat Lampung mempunyai falsafah “Sang Bumi Ruwa Jurai”, artinya sebuah rumah tangga dari dua garis keturunan, masing-masing melahirkan masyarakat beradat pepadun dan masyarakat beradat sebatin. Pada zaman modern sekarang, pengertian Sang Bumi Ruwa Jurai diperluas menjadi masyarakat Lampung asli (suku Lampung) dan masyarakat Lampung pendatang (suku-suku lain yang tinggal di […]

Terjemahan

Disewakan Kamar H-1216, Apartemen Mares 2, Depok, Jawa Barat

Wisma “Putranto” Kos dekat Sekip UGM Yogyakarta

Hipertensi “The Silent Killer”

Kalung Etnik Kalimantan Selatan

Imunitas anak & Essenzo Cinnamon Bark Essential Oil