Tempat Pentas Seni Budaya di Magelang Jawa Tengah

Magelang, dalam peta sejarah kota di Indonesia termasuk dalam kategori kota tua. Setidaknya, sudah menjadi pusat peradaban ketika wangsa Syailendra memilih Magelang sebagai tempat pembangunan Candi Borobudur, sebagai rangkain lanjut dari pembangunan Candi Mendut. Pada masa kolonial, Magelang menjadi tempat perundingan Pangeran Diponegoro dan VOC. Dengan tipu daya, Pangeran Diponegoro menyerah dan kemudian dibuang ke pengasingan.

Galeri Langgeng

Galeri Langgeng (https://rasanrasan.wordpress.com)

Langgeng, nama ini sengaja dipilih karena kebetulan lokasinya berdekatan dengan situs makam Kyai Langgeng, dimana menurut cerita masyarakat setempat merupakan salah satu pengawal dari Pangeran Diponegoro. Selain itu lokasinya berhadapan pula dengan Taman Wisata Kyai Langgeng.

Merupakan sebuah galeri yang banyak menyimpan karya-karya kontemporer perupa-perupa Indonesia.

Galeri Langgeng
Jl. Cempaka No. 8, Kompleks Taman Kyai Langgeng
Magelang Jawa Tengah
Tel : (62 293) 313468, 313338,
Fax : (62 293) 313468

Syang Art Space

Syang Art Space (https://citizen6.liputan6.com)

Syang Art Space adalah galeri seni yang didirikan oleh L Ridwan Muljosudarmo, seorang kolektor dan artistik seni rupa Indonesia. Pengabdiannya untuk seni dan keinginannya untuk turut mempromosikan seni kontemporer di Indonesia telah membawa eksistensi galeri ini. Ruang seni Syang resmi dibuka pada 18 Januari 2009.

Upaya Galeri untuk memainkan perannya dalam memfasilitasi program yang melibatkan diskusi dan pertukaran dengan dan di antara seniman, kritikus seni, kurator, dan kolektor sambil membantu lokakarya, penerbitan buku, dan merancang proyek yang berkaitan dengan berbagai kemungkinan di bidang seni.

Syang Art Space
Jl. MT Haryono No.2, Magelang 56122, Central Java, Indonesia
Telp.: +62 293 360963
Fax: +62 293 365 192
E-mail: syang_art@yahoo.com
Website: https://syangart.com

Museum H. Widayat

Museum H. Widayat (https://travelacker.wordpress.com)

Berdiri megah di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi, museum ini mulai dibangun tahun 1991 dan diresmikan pada 30 April 1994, oleh Prof Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI saat itu.

Pada beberapa ruangan di lantai satu museum ini, terdapat karya-karya Haji Widayat sejak 1953, hingga goresan terakhirnya yang dibuat tahun 1998. Sedangkan pada dinding-dinding di lantai kedua, terpampang karya-karya perupa ternama seperti Troeboes, S Sudjojono, Le Man Fong, Bagong Kussudiarjo, Nyoman Gunarsa, Jorge Carrasco, dan Paul Husner. Selain lukisan dan sketsa, Museum Haji Widayat juga mengoleksi karya-karya seni berupa patung serta beragam benda antik.

Museum H. Widayat (https://travelacker.wordpress.com)

Di bagian belakang museum ini, terdapat 2 bangunan lain yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan karya sekaligus ruang pamer. Bangunan pertama, Galeri Hj Soewarni, yang diresmikan pada 20 Maret 1999 oleh Rektor Institut Seni Indonesia saat itu Prof I Made Bandem. Galeri ini dibangun untuk mengenang almarhumah Hj Soewarni, isteri pertama Haji Widayat.

Bangunan lainnya adalah Art Shop Hj Soemini. Nama art shop yang selesai dibangun pada 2001 ini, diambil dari nama isteri kedua Haji Widayat, yaitu Hj Soemini. Terdapat 3 ruangan dalam bangunan berbentuk joglo ini. Ruangan di bagian depan, diperuntukkan sebagai tempat penjualan cinderamata khas Museum Haji Widayat, karya-karya para seniman muda sekaligus workshop. Ruangan di bagian tengah, merupakan ruang pamer lukisan dan sketsa karya Haji Widayat. Sedangkan ruangan di bagian belakang adalah tempat istirahat sekaligus ruang kerja sang maestro.

Museum H. Widayat (https://travelacker.wordpress.com)

Museum H. Widayat
Jalan Letnan Tukiyat 32, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang
Telp.: 62 293 788251
Fax.: 62 293 789367
E-mail : mhw_widayat@yahoo.com
Website: https://museum-hwidayat.blogspot.co.id

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.