Sejarah Permainan Tradisional Magoak Goakan

Permainan tradisional Magoak Goakan (https://www.balitoursclub.com)

Permainan tradisional Magoak-goakan sebuah tradisi di desa Pakraman Panji, Kabupaten Buleleng, Bali. Tradisi budaya tersebut masih berkembang lestari sampai sekarang, menjadi sebuah permainan tradisional yang digelar pada saat hari raya Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi). Magoak-goakan merupakan permainan tradisional yang menggambarkan bagaimana cara burung Gagak (Goak) dapat memporak-porandakan ular di bagian belakang atau ekornya.

Baca: Permainan Tradisional Ular Naga

Sejarah

Dahulu terdapat sebuah kerajaan di wilayah Bali yang bernana kerajaan Buleleng, yang dipimpin oleh Ki Barak Panji Sakti, yang mampuh mengalahkan kerajaan-kerajaan yang terdapat di wilayah Bali tersebur. Sontak kabar tersebut terdengar oleh kerajaan Blambangan, yang berada di Jawa Timur.

Kerajaan Blambangan pun menginginkan wilayah yang di pimpin oleh Ki Barak Panji Sakti menjadi wilayah kekuasaannya, dan berniatan untuk menyerang kerajaan Ki Barak Panji Sakti. Setelah Ki Barak Panji Sakti mendengar kabar tersebut, merasa kaget, karena kerajaan Blambangan adalah kerajaan yang cukup kuat.

Bingung karena mendengar kabar tersebut dan ketidak yakinan para prajuritnya sanggup mengalahkan Kerajaan Blambangan, Ki Barak Panji melamun di teras kerajaan, sambil melamun dan memikirkan srtategi untuk melawan kerajaan Blambangan, Ki Barak Panji Sakti melihat sekumpulan anak kecil sedang bermain Megoak Goakan.

Akhirnya tercetuslah ide untuk memainkan Megoak Goakan bersama para prajuritnya, dikumpulkan semua prajuritnya dan permainan magoak goakan di lakukan dengan komandan nara praja sebagai kepala barisan dan Ki Barak Panji sebagai Goaknya.

Setelah permainan di mulai Goak atau Ki Barak Panji memenangkan permainan itu, dan satu permintaan diminta Goak terhadap kepala barisan, sebagai imbalan kemenangannya. Sesudahnya ditanya, “Kamu mau apa Goak?” Jawab Goak: “Aku mau kerajaan Blambangan agar menjadi wilayah kekuasaan Buleleng,” Jawab si Goak

Komandan nara praja sebagai kepala barisan bingung atas permintaan si Goak tersebut, tapi permintaan itu harus dipenuhi, dan Komandan nara praja pun bersorak bahwa akan mengalahkan kerajaan Blambangan, dan semua prajuritnya sorak gembira bahwa mereka bisa mengalahkan kerajaan Blambangan.

Permainan Megok Goakan sebagai sarana pembangkit semangat juang para prajurit kerajaan Buleleng untuk melawan Kerajaan Blambangan. Semenjak itu permainan Magoak Goakan menjadi permainan rakyat yang sampai sekarang masih ada dan selalu dihubung-hubungkan dengan sejarah Ki Barak Panji Sakti.

Cara Bermain

Permainan tradisional Magoak Goakan

Permainan Magoak Goakan paling sedikitnya terdiri dari 7 orang atau lebih, dengan cara 6 orang buat satu barisan (sebagai Ular) sedangkan yang satunya lagi bertugas sebagai Si Goak (Si Burung Gagak). 6 orang yang baris, satu sama lain harus saling memegang pinggang temannya yang berada di depan, selama permainan berjalan, pegangan itu tidak boleh terlepas.

Biasanya orang yang paling kuat, bertugas sebagai kepala barisan, karena untuk menjaga ekor atau barisan paling belakang agar tidak tertangkap oleh Si Goak. Si Goak bertugas menangkap barisan paling belakang, dan biasanya permainan ini menggunakan waktu, untuk meminimalkan berapa lama Si Goak harus menangkap ekor barisan.

Apabila dalam jangka waktu yang ditentukan misal, 5 menit Si Goak tidak bisa menangkap ekor atau barisan paling belakang, maka Si Goak dinyatakan kalah. Begitu pula sebaliknya, apabila Si Goak bisa menangkapnya maka kemenangan berpihak pada Si Goak.

Permainan ini bisa juga dimainkan oleh dua regu atau kelompok, dengan cara permainan setiap kepala barisan dari kelompok itu saling mengejar ekor atau barisan paling belakang dari lawan. Serta menjaga ekornya agar tidak terkena oleh kepala barisan lawan.

Permainan ini lebih seru apabila dimainkan di tempat yang sedikit berair dan berlumpur. Misalnya, pesawahan dan lain-lainnya. Lebih banyak peserta yang bermain dalam permainan ini, maka permainan pun akan lebih seru.

Sumber: Ibnuasmara

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.