Masjid Lawang Kidul Palembang Sumatera Selatan

Masjid Lawang Kidul (http://hellopalembang.com)

Masjid Lawang Kidul terletak di Jl. Slamet Riyadi, Gang atau Lorong Lawang Kidul, Ilir Tim. II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30118.

Lorong masuk Masjid Lawang Kidul (http://hellopalembang.com)

Masjid ini terletak di bantaran Sungai Musi, yakni semacam tanjung yang terbentuk oleh pertemuan dengan muara Sungai Lawang Kidul, dibangun pada tahun 1310 H atau 1890 M.

Gerbang Masjid Lawang Kidul (http://hellopalembang.com)

Material masjid terdiri atas campuran batu kapur, putih telur dan pasir. Bahan-bahan inilah yang mempertahankan lamanya usia bangunan. Material utama lainnya adalah kayu unglen untuk unsur tiang, pintu, atap, dan jendela.

Arsitektur

Arsitektur Masjid Lawang Kidul menyerupai Masjid Agung Palembang dan Masjid Kiai Muara Ogan. Ada ciri khas pada Masjid Lawang Kidul, yakni menara masjid memiliki tiga undakan pada bagian tubuh menara. Kemudian, atap masjid pada bangunan utama melebar memayungi ruangan utama di bawahnya.

Atap

Atap Masjid Lawang Kidul memiliki tiga undakan. Uniknya, undakan kedua seakan-akan menutupi undakan pertama. Diantara undakan kedua dan ketiga tidak ada diberi sekat jendela. Bagian puncak atap terpasang bulan sabit.

Menara

Bangunan masjid ini dilengkapi dengan sebuah menara yang tidak terlalu tinggi, bertingkat empat dengan ukuran makin megecil makin mengecil. Tiga tingkatan menara dilengkapi dengan balkon kecuali tingkat teratas.

Dahulunya menara ini difungsikan sebagai tempat muazin mengumandangkan azan dari balkoninya di tingkat paling atas. Kini menara ini masih berfungsi sebagaimana semula hanya saja muazin tidak lagi memanjat ke atas menara diganti dengan beberapa unit pengeras suara yang di tempatkan dibagian paling atas menara.

Sebelum dibangun bangunan tambahan di sisi selatan bangunan utama, menara masjid ini masih dapat dilihat dengan jelas dari sisi selatan masjid. Namun kini menara ini sudah masuk ke dalam bangunan tambahan meski masih tetap dijaga seperti aslinya. Lantai dasar menara kini sejajar dengan lantai cor di bangunan tambahan. Dari dalam bangunan hanya dapat dilihat dua buah pilar kayu berukuran besar yang merupakan tiang asli dari menara ini. sedangkan tangga dan bagian lainnya dari menara ini dibagian bawah sudah dibongkar.

Tiang

Pilar utama masjid yang terdiri dari empat soko guru setinggi 8 meter dengan 12 pilar pendamping setinggi 6 meter. Seluruh tiang masjid berbentuk segi-delapan. Empat alang (penyangga) atap sepanjang 20 meter juga terbuat dari kayu unglen yang disusun tanpa sambungan.

Tiang masjid lainnya terpasang di serambi. Ukurannya sedikit lebih besar dari tiang utama di ruangan utama. Pola pahatan tiang serambi berbentuk oval dengan sudut melengkung. Dasar dan puncak tiang dibentuk bulatan cincin.

Renovasi masjid dilaksanakan pada kurun tahun 1983-1987 untuk mengganti beberapa bagian masjid yang sulit dipertahankan lebih lama. Namun bentuk bangunan tidak diubah sama sekali.

Bangunan Utama

Bangunan utama masjid tetap berukuran 20 x 20 meter, kemudian ditambah dengan bangunan tambahan sehingga luas seluruhnya menjadi 40 x 41 meter. Mihrabnya dibangun menjorok keluar bangunan utama sebagai sebuah bangunan yang menempel ke bangunan utama namun dilengkapi dengan sebuah pintu akses sendiri. Atap ruangan mihrab tidak sama dengan atap utama masjid. Atap bangunan mihrab ini juga dibangun dengan bentuk yang khas, dengan beberapa ornamen unik di bagian puncak atapnya.

Mihrab dan Mimbar

Mihrab dan Mimbar (https://bujangmasjid.blogspot.co.id)

Ruang mihrab ini merupakan tempat imam memimpin sholat, namun di masjidi ni sama seperti di Masjid Agung Palembang, posisi Imam tidak di dalam mihrab tapi sedikit di depan mihrab agak disamping mimbar, ditandai dengan sebuah pembatas berukir. Ruang mihrabnya digunakan untuk menempatkan beberapa perangkat pengeras suara dan peralatan lainnya. Ruang mihrabnya dilengkapi dengan dua pintu akses keluar masuk di sisi kiri dan kanannya, dan dihubungkan ke masjid dengan dua akses berbentuk gapura disisi kiri dan kanan mimbar.

Mimbar masjid ini dibangun dari susunan batu bata dan semen berupa susunan undakan anak tangga, khatib akan berdiri di anak tangga tertinggi saat menyampaikan khutbah. Sisi atas mimbar berbentuk kubah bagian puncaknya diberi oranmen seperti lampu aladin dari bahan metal bewarna emas. Sedangkan di sisi depan kubahnya ditempatkan dua ornamen berbentuk kuncup kembang.

Penambahan

Penambahan pada bagian tempat wudhu, toilet, kelas TK-TPA, kantor yayasan masjid, sehingga ukuran luas masjid menjadi 40 meter x 41 meter. Perbaikan dan penambahan dilakukan pada atap teras, pagar masjid dan turap.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.