Berselancar Bono Muara Sungai Kampar Riau

Berselancar di Bono muara sungai Kampar (https://tvsoax.blogspot.co.id)

Bono adalah gelombang atau ombak yang terjadi di Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ombak Bono Sungai Kampar merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang.

Biasanya ombak atau gelombang hanya terjadi di tepi pantai atau laut ataupun danau yang luas akibat perubahan arus air dan angin. Ombak yang berukuran cukup besar banyak dimanfaatkan untuk bermain selancar. Maka, jika melihat orang berselancar di pantai adalah suatu hal yang sudah biasa. Tetapi melihat orang berselancar di arus sungai adalah suatu hal yang luar biasa.

Berselancar di Bono muara sungai Kampar (http://www.indonesia.travel)

Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember.

Macam

Bono ini sebenarnya terdapat di dua lokasi di Provinsi Riau yaitu di Muara (Kuala) Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau dan di Muara (Kuala) Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir. Masyarakat setempat menyebut Bono di Kuala Kampar sebagai Bono Jantan karena lebih besar, sedangkan Bono di Kuala Rokan sebagai Bono Betina karena lebih kecil.

Proses Terjadinya

Terjadinya Bono (https://ombakbono.blogspot.co.id)

Ombak Bono yang terjadi di Sungai Kampar terjadi biasanya pada saat air pasang naik di laut. Air pasang tersebut kemudian menju ke Sungai Kampar. Selanjutnya kecepatan dari arus di Sungai Kampar akan berbenturan dengan air pasang naik dari laut sehingga terjadilah gelombang yang dinamakan Bono Wave tersebut. Bono hanya akan terjadi apabila air laut pasang, semakin besar air pasang yang terjadi di laut, maka kemungkinan Bono Wave yang terjadi akan semakin besar pula. Faktor hujan yang akan meningkatkan debit air sungai juga akan mempengaruhi besarnya gelombang Bono yang terbentuk. Bisa dibayangkan apabila kondisi curah hujan tinggi dan air pasang di laut cukup besar, maka kondisi Bono Wave juga akan semakin lebih besar lagi.

Sebelum terjadinya gelombang Bono, biasanya akan diawali dengan bunyi desingan, selanjutnya akan terdengar bunyi gemuruh air. Bunyi gemuruh tersebut semakin lama akan semakin keras dan muncul-lah gelombang besar yang disebut dengan Bono Wave tersebut. Kecepatan dari gelombang ombak Bono mencapai 40 km/jam, dengan ketinggian lima meter dan semakin berkurang di pedalaman sungai. Ombak ini mampu memasuki ke arah hulu sungai berkilo-kilo meter jauhnya. Biasanya mampu mencapai jarak sekitar 45 km ke arah hulu dan akan berakhir di daerah Tanjung Pungai. Jumlah gelombang Bono tersebut cukup banyak dan beriringan. Terkadang di tepi sungai dan terkadang juga bisa terjadi di tengah sungai. Bono yang terbesar biasanya akan terjadi ketika musim penghujan tiba, dimana debit air Sungai Kampar akan naik. Pada hitungan bulan biasanya akan terjadi di bulan November dan Desember.

Ombak tanpa putus itulah yang menarik untuk ditunggangi para peselancar dunia. Peselancar Inggris Steve King serta perselancar Australia, James Cotton, Roger Gamble dan Zig Van Der Sluys adalah empat atlet yang menorehkan rekor dunia berselancar terpanjang di “Bono” Sungai Kampar.

Pada 9-12 Maret 2015, Cotton berhasil memecahkan rekor surfing individu selama 1,2 jam dengan jarak tempuh 17,2 km.

Aksesbilitas

Lokasi Bono (https://www.bonokampar.com)

Untuk mencapai Lokasi Bono ini (Sungai Kampar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan), dari Pekanbaru Ibu Kota Provinsi Riau  terlebih dahulu kita menuju Pangkalan kerinci Ibu Kota Kabupaten Pelalawan, perjalanan menuju Pangkalan Kerinci dapat dilakukan melalui jalur darat dengan jarak tempuh sekitar 70 km atau  1,5jam perjalanan. Alat transportasi umum yang bisa digunakan adalah Travel atau biasa disebut dengan superben, biaya perjalanan dari Pekanbaru menuju Pangkalan Kerinci sebesar Rp. 20.000.

Kemudian dari pangkalan Kerinci untuk menuju Teluk Meranti kita bisa menggunakan mobil rental atau mobil sewaan dengan Tarif Rp. 50.000/orang dan terminal mobil rental ini terdapat di Hotel Meranti Pangkalan Kerinci.

Perjalanan dari Pangkalan Kerinci ke Teluk Meranti dapat ditempuh dengan waktu 4 jam. Selain itu perjalanan juga dapat dilakukan menggunakan sarana transportasi air, dari Pangkalan Kerinci (Pelabuhan di jembatan Pangkalan Kerinci) kita bisa menggunakan speedboat ke desa Teluk Meranti dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 3jam dengan biaya perjalanan Rp. 150.000.

Dari Teluk Meranti kita dapat menuju beberapa titik tempat terjadinya Bono diantaranya Tanjung Sebayang, Pulau Muda dll dengan biaya sewa speedboat Rp. 300.000 dengan layanan antar Jenput menuju Lokasi terjadinya Bono. Selain itu kita juga dapat menyewa speedboat masyarakat untuk menyaksikan Bono dari dekat dengan biaya sewa speedboat Rp. 700.000, dengan biaya Rp. 700.000 kita dapat mengambil photo atau video dengan sangat jelas, namun tentunya sangat beresiko besar bagi keselamatan kita.

Follow me!

One thought on “Berselancar Bono Muara Sungai Kampar Riau

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.