Mangrove Center Tuban Jawa Timur (Video)

Mangrove Center Tuban terletak di jalan raya Tuban – Semarang KM 9, Desa Jenu RT/RW 02/01, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur.

Mangrove Center Tuban (https://travpacker.blogspot.co.id)

Mangrove Center Tuban merupakan pusat pendidikan lingkungan hidup pesisir dan laut di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Tempat ini sangat cocok bagi anda dan keluarga menikmati pantai dan menambah wawasan tentang lingkungan hidup khususnya pesisir. Siapa yang menyangka, dulu tanah pesisir yang terabrasi oleh keganasan ombak pantai utara hingga 80-100 meter ke daratan itu kini berubah menjadi hutan mini, sebuah kawasan hijau, teduh dan asri dengan beraneka macam pohon cemara dan fasilitas lainnya.

Sejarah

Mangrove Center Tuban (https://www.youtube.com)

Tahun 1980 pesisir pantai jenu terkena hantaman ombak yang begitu dahsyat hingga terjadilah kerusakan tanah luar biasa hebat. Daya terjang ombak sampai ke daratan dan merusak infrastruktur di pinggir-pinggir jalan raya. Kedahsyatan ombak di laut Jawa yang berlangsung selama sebulan lebih telah menghempaskan 105 hektar lahan mangrove di pesisir pantai Tuban.

Prihatin dengan semakin memburuknya keadaan itu menggerakkan nurani seorang H. Ali Mansyur sebagai warga asli Desa Jenu untuk melakukan rehabilitasi terhadap kerusakan saat itu. Berawal dari 1,2 hektar tanah di tepi pantai yang ia miliki, H. Ali berusaha menanami kembali tanahnya dengan beberapa pohon mangrove. Minimnya pengetahuan tentang lingkungan sempat membuat H. Ali kebingungan, darimana bibit pohon mangrove itu di dapatkan. Akhirnya berkat usahanya itu dia mendapatkan bibit pohon mangrove dari Ujung Pangkah Kulon, Gresik.

Lahan 1,2 itu mulai ia garap sendiri, ia tanami pohon sendiri. Tak hanya mangrove, lebih dari itu telah berkembang ke pohon keras seperti pohon cemara udang dengan berbagai varitasnya. Bahkan H. Ali sampai-sampai kekurangan lahan. Maka, dibelilah lahan samping kanan-kiri untuk terus melakukan perluasan terhadap niatnya dalam menghijaukan pantai Jenu.

Tahun 1997 hamparan pantai berpasir yang rusak berat itu telah berubah drastis menjadi sebuah hutan mini yang hijau nan indah. Kemudian di tahun 1998 saat krisis monter berlangsung hutan mangrove binaan H. Ali akhirnya mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa 50.000 bibit seharga 3.300 perbatang.

Pesatnya perkembangan hutang mangrove sampai memancing perhatian para tetangga H. Ali di sekitar Desa Jenu. Di tahun 2000 muncul para petani-petani baru yang juga ikut mengembangkan mangrove. Kurang lebih ada 12 kelompok tani. Kemudian dibentuklah sebuah komunitas baru yaitu sebuah komunitas yang sadar dan peduli akan lingkungan. Komunitas ini selanjutnya diberi nama “Forum Komunikasi Peduli Lingkungan Pesisir Pantai Tuban”.

Hutan magrove saat itu tak hanya sebagai pusat tanaman mangrove dan tanaman-tanaman pesisir pantai. Hutan mangrove telah menjelma menjadi sebuah laboratorium alam pantai utara, obyek wisata yang mendidik,  tempat latihan kepemimpinan dan area perkemahan nasional. Para aktifis pendidikan yang memanfaatkan area ini banyak belajar tentang bagaimana proses pembibitan, penanaman, dan tentang konservasi lingkungan. Maka tepatnya tahun 2005 hutan mangrove diresmikan menjadi “Mangrove Center Tuban (MCT)”, dan semenjak saat itu MCT telah resmi menjadi Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) yang bersih dari singgungan parpol dan ormas tertentu. MCT sendiri saat ini mempunyai 52 tim pengelola yang sadar dan peduli terhadap lingkungan. Dari 52 orang tersebut Dibagi menjadi 14 bidang. Masing-masing bidang terdiri dari 4 orang.

Banyaknya dorongan untuk melakukan pembibitan tanaman keras membuat H. Ali Mansyur mulai berpikir bagaimana kalau mangrove center memang tidak hanya sebagai bank benih mangrove dan cemara saja. Maka, mulailah dilakukan pembibitan pohon-pohon keras seperti mahoni, jati, trembesi, matoa, sengon, rambutan, duren, dan banyak jenis tanaman lainnya. Dan kini, nyaris tiap hari tak pernah sepi pembeli. Pesanan pun terus mengalir tiada henti. Ada yang dari Pasuruan, Malang, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Madura, Rembang, Gresik dan lain-lain. Dan sekarang ini luas MCT mencapai 56 hektar.

Pada tahun 2012, Ketua Yayasan Mangrove Center Tuban (MCT), H. Ali Mansyur, menerima Penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Indonesia.

Fasilitas

Fasilitas yang ada berupa, taman baca, green house, laboratorium alam, balai workshop, balai pertemuan, lokasi pembibitan sampai pada tempat yang bisa dipakai buat camping dan pondokan.

Bidang Kegiatan

  • Konservasi dan pembibitan
  • Perikanan
  • Peternakan
  • Pemberdayaan masyarakat
  • EcoGreen
  • Sekolah Adiwiyata
  • Kelompok Usaha bersama
  • Pertanian Pangan dan Hortikultura

Informasi lebih lanjut hubungi

Mangrove Center Tuban
Jl. Raya Tuban-Semarang KM.9, Desa Jenu RT/RW 02/01, Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban
Website: https://mangrovetuban.wordpress.com
Kontak Person: +6285258905195 (Zainul)

Follow me!

One thought on “Mangrove Center Tuban Jawa Timur (Video)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.