Tarian Tradisional Sumedang Jawa Barat

Sumedang merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Barat, yang memiliki slogan “Sumeang Tandang Nyandang Kahayang” yang menjadi kota puseur budaya, merupakan daerah yang memiliki seni dan budaya yang beraneka ragam.

Tari Cikeruhan

Tari Cikeruhan (https://pemdescikeruh.blogspot.co.id)

Tari tradisional dari daerah Tjikeroeh, Cikeruh, Jatinangor, Sumedang Jawa Barat Tariannya mengambil gerakan dari binatang dan perilaku manusia.

Tari Cikeruhan (https://rachnasandika.com)

Cikeruhan merupakan seni tari pergaulan yang umurnya sudah tua sekali. Awalnya lahir dari tradisi menanam padi sebagai wujud rasa syukur ke Dewi Sri Pohaci pada abad ke-18. Di waktu itu, orang-orang berjalan kaki mengangkat padi ke lumbung sambil menari serta menyuarakan peralatan bertaninya. Di waktu menari itu, satu orang pejabat Belanda yang bekerja di perkebunan menghentikan kegiatan mereka. Bukan karena tidak menyukainya, tapi dia malah meminta izin untuk ikut menari.

Tari Tayub

Tari Tayub Sumedang (https://rahasiaberita.blogspot.co.id)

Perkembangan  tayuban  di  Sumedang  berawal dari bupati sumedang yaitu Pangeran Suria Kusumah Adinata (1863 – 1882) yang  menyukai  tari  gagahan  yang  diiringi  oleh  lagu  sonteng  atau  panglima. Selama  masa  periode  ke-tiga  bupati  sumedang.  Muncul  sebuah  anjuran bahwa para pejabat atau menak harus bisa menari, atas dasar anjuran tersebut para  pejabat  atau  kalangan  menak  saling  berlomba  untuk  belajar  menari, karena bagi mereka tayuban tersebut merupakan sebuah ajang unjuk gigi dan mengangkat derajatnya sebagai kalangan terhormat. Tetapi, sekarang bukan hanya para menak yang boleh menari dalam tayuban.

Tarian ini mengungkapkan kegembiraan. Gerakannya merupakan improvisasi. Secara spontanitas, penari tayub bisa menciptakan improvisatoris, tapi tetap sesuai dengan musik pengiring.

Kesenian Tayub kini tumbuh sumbur dan berkembang di kawasan timur Sumedang seperti Darmaraja, Situraja, Jatinunggal dan Wado pada umumnya digelar diatas panggung, baik di halaman rumah maupun di tempat terbuka seperti halaman bale desa atau lapang. Pelaksanaannya di tentukan oleh keinginan yang menggunakannya, seperti upacara ngarot atau ngaruat lembur, syukuran, khitanan, pernikahan, hari-hari bersejarah dan syukuran lainnya.

Tari Kuda Renggong

Kuda Renggong Sumedang (https://kknm.unpad.ac.id)

Pencipta seni kuda renggong yaitu Sipan, dari desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Pada awalnya secara tidak disengaja, yaitu sekitar tahun 1910-an.

Kuda renggong merupakan salah satu pertunjukan rakyat yang berasal dari Sumedang. Menurut tuturan beberapa seniman, kuda renggong muncul pertama kali dari Desa Cikurubuk, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang. Kata renggong di dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitu kamonesan ( bahasa sunda untuk “keterampilan”) cara berjalan kuda yang telah dilatih untuk menari mengikuti irama musik terutama kendang yang biasanya dipakai sebagai media tunggangan dalam arak-arakan anak sunat.

Kuda Renggong Sumedang (https://kknm.unpad.ac.id)

Kuda renggong merupakan seni pertunjukan tradisional yang sangat populer di kabupaten Sumedang. Atraksi ini berupa pertunjukan dimana seekor kuda yang terlatih melakukan gerakan menari dan berjalan mengikuti hentakan musik tradisional sunda yang disebut kendang pencak. Seekor kuda dilatih dengan baik untuk membuat gerakan seperti menari atau kadang juga melakukan gerakan seperti berkelahi melawan pelatihnya dengan gaya pencak silat. Oleh sebab itulah pertunjukan ini juga sering disebut dengan pertunjukan kuda pencak.

Tari Gawil

Tari Gawil (https://unicom.ac.id)

Tari Gawil diciptakan pada tahun 1930 oleh Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah (Alm) tari ini mapag perang waktu amarta kehilangan jimat Layang Kalimusada, yang diambil oleh Mustaka Weni dari negara Manik Mantaka.

Tari Gawil ini merupakan tarian ladak (lincah) menggambarkan karakter manusia yang lincah sehingga dalam pewayangan biasa ditarikan oleh satria ladak seperti tari Dipatikarna, Arayana dan Ekalaya.

Tari Umbul

Tari Umbul Sumedang (https://www.wewengkonsumedang.com)

Tari umbul merupakan tari khas Situraja, Kabupaten Sumedang. Pada awalnya Tari Umbul dikenal sebagai tarian dalam pertunjukan Reog, tarian tersebut mengandung unsur erotik dan humoris yang menjadi ciri khasnya. ada juga yang berpendapat bahwa Tari Umbul berasal dari daerah Indramayu, yang dibawa oleh salah seorang seniman bernama Kalsip, kemudian berkembang di daerah Sumedang. Menurut Bapak Dadi (Seniman dan Budayawan Desa Cijeler) Tari Umbul diperkirakan muncul pada tahun 1940, Tari Umbul berkembang di Desa Pasireungit, Kecamatan Paseh melalui sebuah perkumpulan seni yang dinamakan Seni Umbul Pangreka Budi. Selain di Kecamatan Paseh, Tari Umbul juga tumbuh di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.

Ciri khas Tari Umbul yaitu gerakan pinggulnya yang erotis, hal tersebut mendapatkan pro dan kontra dari masyarakat, karena dianggap terlalu vulgar sehingga timbul permasalahan yang tidak diinginkan, oleh karena itu, pada tahun 1994 Tari Umbul mengalami kevakuman. Namun dalam waktu yang tidak terlalu lama Tari Umbul muncul kembali bahkan berkembang dengan baik, dikarenakan adanya pengurangan unsur erotis yang terdapat dalam Tari Umbul, dan fungsi sebagai sarana ritual sudah tidak digunakan lagi, sehingga masih bertahan dan tetap digemari oleh masyarakat Desa Cijeler. Hal ini dimaksudkan karena Tari Umbul penampilannya sudah lebih baik bahkan kini sering disajikan pada acara pernikahan, khitanan, 17 Agustus maupun dalam event-event besar keparawisataan. Dimana wisatawan yang melihat pertunjukan tersebut bukan hanya dari dalam negeri melainkan dari luar negeri.

Tari Rengkong

Tari Rengkong (https://www.indonesiakaya.com)

Tarian ini biasanya dilakukan setelah panen, sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Selesai panen padi itu dahulu merupakan geugeusan = diikat) dibawa ke suatu tempat yang menjadi milik kepentingan bersama seperti Balai Desa atau Lumbung Desa. Iringan iringan itu didahului dengan membawa umbul-umbul kemudian disusul dengan pikulan yang merupakan iringan rengkong. Untuk keperluan itu, pikulan dibuat dari batang bambu yang diatur sehingga bila di gerakan setelah digantungi padi, maka dengan adanya gesekan tali kepada batang bambu itu menimbulkan suara yang berirama. makin banyak memikul makin meriah rengkng itu. Barisan rengkong di susul oleh pembawa alat-alat tatanen, dan paling belakang barisan angklung dan dogdog jojor.Tabuhan itulah yang paling memeriahkan suasana. Sesampainya di tempat yang dituju, barisan angklung dan dogdog 5.

Seni Tari

Atraksi Seni Tari yang ada di Kabupaten Sumedang terdiri dari berbagai jenis seni tari, yaitu :

Pancawarna. Tarian ini menggambarkan tentang seseorang yang baru mendapatkan ilmu kesempurnaan hidup.

Jayengrana. Asal kata dari Jaya ing rana. Sebuah tarian yang menggambarkan kegembiraan Raja Amir Hamzah ketika ditolong oleh dua putri cantik: Dewi Sirtupulati dan Ratu Sudarawerti untuk dapat melepaskan diri dari tahanan Raja Banu.

Tari Jayengrana

Tarian ini diciptakan tahun 1942 ketika masyarakat Indonesia sedang mempersiapkan Revolusi yaitu menggambarkan potensi kekuatan wanita dalam berjuang jika bersatu akan membuahkan kekuatan yang besar, karena pada waktu itu masih banyak wanita-wanita yang dipingit.

Gandamanah. Menggambarkan seorang patriot bangsa yang memiliki sikap tidak angkung dan sombong. Ibarat ilmu padi makin berisi makin merunduk.

Gatotkaca Gandrung. Sebuah tarian yang menggambarkan ketika Gatotgaca cinta kepada Dewi Pergiwa Pergiwati. Tampaknya akibat mabuk kepayang sehingga Gatotgaca lengah. Dalam kondisi psikologis seperti ini maka dimanfaatkan oleh buta cakil untuk menyerangnya dengan leluasa. Namun demikian, berkat kekuatan dan keampuhan ilmu yang dimilikinya, Gatotgasa bisa tetap unggul dalam pertarungan.

Tari Gatotkaca Gandrung

Ibing Serimpi. Menggambarkan lima orang putri di bawah pimpinan Nyi Mas Gilang Kencana ketika mengawal Prabu Geusan Ulun dan Permasurinya Nyi Mas Gedeng Waru terjadi clsh dengan pasukan Cirebon.

Tari Ibing Serimpi (https://sumedangpostonline.blogspot.co.id)

Topeng Kelana. Menggambarkan Sang Dewi Sekar Kendoja berjuang menolong suaminya Rd. Gagak Pranda ketika menghadapi jurit dengan Barun.

One thought on “Tarian Tradisional Sumedang Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.