Wisata Sejarah di Purbalingga Jawa Tengah (Video)

Kota Purbalingga menjadi penanda sejarah, kelahiran panglima besar bangsa Indonesia. Jenderal Soedirman lahir dari pasangan rakyat biasa, Karsid Kartowiroji dan Siyem di Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Purbalingga pada 24 Januari 1916.

Purbalingga yang berada di persimpangan jalan utama penghubung Purwokerto (Kabupaten Banyumas) dengan Banjarnegara maupun Purwokerto dengan Pemalang, menjadikan posisi kabupaten ini menjadi sangat strategis guna mendukung perekonomian daerah sekitarnya.

Pabrik Gula Bojong

Pabrik gula Bojong adalah pabrik gula peninggalan Belanda di Hindia Belanda di desa Bojong, Kabupaten Purbalingga, provinsi Jawa Tengah, dengan nama Suikerfabriek Bodjong. Letaknya sekitar 100 meter di sebelah barat kamp militer TNI Bojong, di selatan pertigaan Bojong.

Pabrik Gula Bojong didirikan pada tahun 1888. Lokasi ini berada di daerah dengan curah hujan tinggi. Di musim hujan gula yang di hasilkan sekitar 9% – 10% dari tebu yang diolah, sedangkan di musim kemarau bisa sampai 12% – 13%. Hasil produksi gula terbaik dapat diperoleh karena manajemen yang berhati-hati dan berpengalaman dibawah pimpinan HCC Fraissenet. Dia berhasil membuat pabrik gula Bojong berproduksi pada level tinggi. Dan sejak tahun 1894, Pabrik gula Kalimanah menjadi bagian dari pabrik gula Bojong, ini memberikan dampak positif peningkatan produksi gula dari pabrik Bojog. Untuk membawa tebu dari perkebunan ke pabrik menggunakan kereta api ringan (Lori). Selain itu pabrik Bojong dekat dengan stasiun kereta SDS di Purbalingga, sehingga sangat yakin transportasi menjadi cepat. Pabrik ini dilengkapi dengan mesin menakjubkan yang memiliki kapasitas 11.000 pikul sehari.

Jembatan kereta api milik pabrik gula Bojong di atas sungai Klawing pada tahun 1905 (http://www.banjoemas.com)

Sebagian bekas Pabrik Gula Bojong sudah menjadi Perumahan Bojong dan sebagian lagi pemukiman dan lapangan. Puing gedung tidak ada yang tertinggal. Namun bekas rel lorinya masih terlihat. Menurut Suwarso Penambongan, lori masih jalan pada tahun 1984 dan dicabut sekitar tahun 1990. Menurut cerita kusir yang mangkal di daerah Pertigaan Mirah, rel lori Pabrik Gula Bojong mencapai Padamara dan Kaligondang. Rel kereta Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) Banjarsari-Purbalingga sepanjang 7 km dibangun sampai Purbalingga tahun 1900. Setelah Suikerfabriek Bodjong gulung tikar, lahan perkebunan dialihkan ke Suikerfabriek Kalibagor. Karena rel lori tidak tersambung ke Suikerfabriek Kalibagor, pengangkutan berubah dari lori ke truk besar. Namun peninggalan jalur lori ke arah Stasiun Purbalingga masih nampak, dan juga beberapa jembatan dan gundukan tanah.

Balai Muslimin

Balai Muslimin (http://langgamlangitsore.blogspot.co.id)

Balai Muslimin yang sudah berganti nama menjadi Pendopo K.H. Ahmad Dahlan, terletak di jalan selatan Alun-alun Purbalingga, bangunan yang sudah ada sejak 1800-an ini masih kokoh berdiri ditengah-tengah deretan gedung yang menjulang tinggi.

Pendopo K.H. Ahmad Dahlan (https://www.youtube.com)

Secara keseluruhan gedung ini memiliki luas 19 m x 17,5 m. Dibagian depan terdapat tiga pintu yang ditutup krepyak kayu. Dan masih dapat kita temui juga pintu kasino di gedung ini. Jendela-jendela krepyak kayu lebar pun dipertahankan sesuai bentuk aslinya. Penggantian hanya dilakukan pada atap, lantai dan tembok bagian belakang gedung.

Stasiun Kereta Api

Stasiun Purbalingga jaman dulu (https://www.jemarigunungwuled.or.id)

Dahulu Purbalingga pernah mempunyai stasiun kereta api. Jika menilik sejarah pemerintahan Hindia Belanda, Purbalingga dianggap sebagai salah satu kota yang cukup strategis. Terutama karena keberadaan dua pabrik gula (PG) di Kalimanah dan Bojong. Maka negara penjajah pun berani membuka jalur kereta api ke Purbalingga.

Jalur kereta api ke Purbalingga merupakan pengembangan dariĀ  proyek transportasi di lembah Sungai Serayu atau Serajoedal Stoomtram Maatschappij (Mij). Proyek besar senilai F 1.500.000 itu digarap oleh Ir. C. Groll sejak tahun 1893. Tujuannya untuk mendukung bisnis pabrik gula yang tersebar di wilayah Banyumas yaitu PG Purwokerto, PG Kalibagor, PG Klampok, PG Bojong dan PG Kalimanah.

Pada tahap pertama, jalur kereta api menuju Maos – Purwokerto – Klampok dibangun lebih dulu. Selanjutnya pada tahap kedua, jalur kereta api dikembangkan lagi dari Banjarsari – Jompo – Kalimanah – Purbalingga. Proses pembangunan dimulai sejak 26 Juni 1899. Sambungan rel kereta api ke Purbalingga sepanjang 7 kilometer itu akhirnya diresmikan pada tanggal 1 Juli 1900.

Monumen Tempat Lahir (MTL) Panglima Besar Jenderal Soedirman

Monumen Tempat Lahir (MTL) Panglima Besar Jenderal Soedirman (https://phinemo.com)

MTL terletak Desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, berjarak 40 km dari pusat kota Purbalingga. Panglima Besar Jenderal Soedirman lahir dari pasangan rakyat biasa, Karsid Kartowiroji dan Siyem di Desa Bodaskarangjati, pada 24 Januari 1916.

Kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi serta ketaatan dalam Islam menjadikan dihormati oleh masyarakat. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun sudah menjadi seorang jenderal.

Gedung Bekas Markas Tentara Belanda Gang Mayong

(http://langgamlangitsore.blogspot.co.id)

Gedung ini terletak di Gang mayong Purbalingga ini. Tepatnya di RT 3 RW 3 no 6 Purbalingga Lor.

Bangunan yang bernomor asli 4 ini diperkirakan dibagun pada tahun 1920 – 1921. Sejak awal tidak banyak perombakan terjadi. Bentuk atapnya tetap limasan, tidak bertingkat, memiliki pilar tinggi, jendela lebar, dua daun pintu, kaca grafir pada jendela sampai kran dan talang air besi peninggalan kolonial masih terpasang rapi.

Museum Uang

Museum Uang (https://purbalinggaperwira2011.blogspot.co.id)

Museum Uang terletak di kompleks Taman Reptil di Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga.

Museum Uang Purbalingga merupakan sebuah museum sejarah dan edukasi tentang uang yang ada di seluruh Dunia. Berbagai jenis uang juga menjadi cerminan perkembangan peradaban dari bangsa. Dengan membaca perkembangan mata uang, kita akan bisa menceritakan bagaimana kondisi sebuah bangsa dan seluruh perjalanan peradabannya.

Di tempat ini berbagai mata uang mulai dari jaman kerajaan-kerajaan di Nusantara hingga mata uang jaman kini tersimpan dengan rapi. Tak hanya itu, koleksi mata uang negara-negara di dunia juga ada disini. Tercatat, ada sedikitnya mata uang 183 negara ada di Museum Uang Purbalingga.

Jl. Raya Buper Kutasari, Purbalingga
Telp.: (0281) 7664758.

One thought on “Wisata Sejarah di Purbalingga Jawa Tengah (Video)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.