Batik Kulon Progo

wpid-5710721_20150407033238

Kabupaten Kulon Progo merupakan kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan ibukotanya adalah Wates. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten Magelang di utara. Nama Kulon Progo berarti sebelah barat Sungai Progo (kata kulon dalam Bahasa Jawa artinya barat). Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah timur.

Sekitar tahun 1980-1990-an banyak wanita yang mencari pekerjaan sebagai buruh di Yogyakarta. Bahkan ada ratusan pekerja wanita yang menjadi buruh batik di perusahaan-perusahaan batik di Kota Yogyakarta.

20120813112508batik_kulon_progo Motif Geblek Renteng (https://www.kulonprogokab.go.id)

Mereka terutama kaum wanita hanya menjadi buruh atau menjadi pembatik atau tukang jahit di perusahaan konveksi. Sedangkan kaum pria selain menjadi buruh bangunan, ada yang bekerja di perusahaan menjadi tukang cap dan pewarnaan kain batik.

Saat industri batik di Yogyakarta mulai surut, mereka banyak yang kembali ke rumah atau desa. Tidak banyak yang mereka kerjakan di desa kecuali bertani bagi yang masih punya lahan pertanian. Namun yang tidak bisa bertani, dengan bekal keahlian saat bekerja pada para juragan batik tersebut, mereka tetap menjadi pembatik di rumah. Namun hasilnya kemudian disetorkan atau dijual kepada pengusaha batik di kota.

wpid-5710721_20150407033238 Beragam Motif Geblek Renteng (https://imunita.wordpress.com)

Salah satu sentra batik di Kulonprogo adalah Desa Gulurejo dan Ngentakrejo Kecamatan Lendah. Desa tersebut terletak di wilayah selatan atau di sebelah barat Sungai Progo yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul.

Motif Gringsing

motif-gringsing1 (https://www.gadingan.com)

Gringsing diambil dari nama sebuah desa di Kabupaten Kulon Progo. Konon motif khusus Gringsing ini telah ada sejak dulu, yaitu melukiskan banyak bulatan dang alar yang bernuansa gurat-guratan. Namun dengan perkembangan yang ada, motif Gringsing diselaraskan dengan kondisi masyarakat sebagai batik modern.

Motif Gelaran

Motif batik tersebut berbentuk seperti alas tidir yang terbuat dari bambu. Untuk motif ukel berbentuk seperti setengah bulatan elips, sedangkan motif cecek kawe berbentuk seperti ekor cicak. Selain itu juga terdapat motif merakan. Disebut motif merakan karena merak yang ada dalam gambar batik tersebut merupakn simbol dan juga harapan akan adanya keberuntungan dan kejayaan bagi pemakainya.

Motif Geblek Renteng

motif-geblek-renteng1 (https://www.gadingan.com)

Motif yang diambil dari istilah makanan khas setempat (geblek) yang terbuat dari ketela pohon dan dibuat menyerupai angka delapan (mungkin kita mengenal makanan ini sebagai lanting atau slondok). Renteng diambil dari susunan desain yang dibuat secara geometris semirip motif geometris parang. Geblek renteng bisa diartikan makanan khas Kulonprogo yang dibuat motif batik setempat dan memiliki corak geometris. Angka delapan yang tertera di motif adalah geblek tersebut.

motif-geblek-renteng2 (https://www.gadingan.com)

Batik Geblek Renteng dengan sempurna membawa masyarakat Kulonprogo ke dalam semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan yang dirajut perlahan dari kain batik sederhana. Motif batik Geblek Renteng diciptakan seorang pelajar bernama Ales Candra Wibawa pada tahun 2012.

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.