Batik Bantul

motif-ceplok-kembang-kates (https://bkd.bantulkab.go.id)

Kabupaten Bantul terletak di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibukotanya adalah Bantul. Moto kabupaten ini adalah Projotamansari singkatan dari Produktif-Profesional, Ijo royo royo, Tertib, Aman, Sehat, dan Asri. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman di utara, Kabupaten Gunung Kidul di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat. Obyek wisata Pantai Parangtritis terdapat di wilayah kabupaten ini.

Asal usul batik terutama batik tulis Bantul konon bersamaan dengan berdirinya makam Raja-Raja Mataram di Imogiri pada abad ke-16. Seiring dengan berdirinya Makam Raja-Raja tersebut maka interaksi masyarakat dengan pihak kraton terjadi, pada awalnya kraton membutuhkan tenaga unutk memelihara dan menjaga makam, sehingga menugaskan abdi dalem dari penduduk setempat. Keterampilan dari putri dan abdi dalem dalam membatik kemudian ditiru oleh penduduk setempat yang pada awalnya untuk memenuhi kebutuhan kreaton dan kemudian berkembang secara turun temurun sampai sekarang.

Pola Batik

Daerah Bantul merupakan pusat batik rakyat atau batik petani terbesar di Yogyakarta yang menurut polanya dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok. Pertama, kelompok daerah dengan pola-pola batik asli batik kraton, karena pembatiknya meniru keterampilan putri dan abdi dalem penjaga dan pemelihara makam raja-raja Imogiri. Selain itu juga memodifikasi atau merubah pola sehingga tampil berbeda dengan pola aslinya bahkan dengan perkembagan komunikasi antar daerah melalui perdagangan oleh saudagar termasuk pengaruh pola dari daerah lain. Kelompok ini meliputi Desa Wukirsari, Desa Girirejo di Kecamatan Imogiri dan Desa Wijirejo di Kecamatan Pandak.

img_20150605_092407 Beragam motif Batik Wijirejo Bantul (https://www.primahapsari.com)

Kedua, batik kidulan gabungan dari batik rakyat/batik petani dengan batik saudagaran, kelompok daerah yang membuat batik-batik dengan pola utama sebagai latar pola, seperti parang atau lereng, atau isen latar seperti galaran, gringsing, sisik atau cecek kepyur yang dipadukan dengan ragam hias yang menggambarkan alam sekitar para petani dalam kesehariannya seperti tumbuhan, bunga-bunga, burung, kupu-kupu atau binatang lainnya. Batik ini sering disebut dengan “batik kidulan” atau “rinen”. Batik ini biasanya dihasilkan di daerah Sanden, Pandak dan sekitarnya.

img730_img_20151214_103546 Beragam motif Batik Sanden Bantul (http://kec-sanden.bantulkab.go.id)

Ketiga, kelompok daerah yang menggunakan pola Nitik sebagai pola produk batiknya, yang pada awalnya di daerah Pleret (Wonokromo). Pola nitik merupakan pola tiruan dari pola tenunan kain “Patola (Cinde)” yang berasal dari Gujarat India. Kain tenun pola ini dibawa masuk ke Indonesia oleh pedagang Gujarat. Sekitar abad ke-17 melalui pantai utara Jawa, pola batik ini menurut berbagai sumber diyakini dahulu merupakan motif batik yang dihasilkan oleh Desa Wonokromo Pleret, hingga kini pola batik nitik ini banyak dikembangkan di Bantul yaitu di daerah Kembangsongo. Hingga saat ini, lebih dari 70 (tujuh puluh) pola nitik sudah dikembangkan baik di wilayah Kabupaten Bantul maupun di luar Kabupaten Bantul. Pola batik nitik ini sebagian besar diberi nama bunga seperti kembang kentang, sekar kemuning, sekar randu, kembagn kantil, kembang kenanga, kembang pace, kembang waru, ceprek dan sebagainya, serta banyak dijumpai motif nitik yang dipadupadakan dengan pola lain seperti parang, kawung, garuda, keong atau ceplok yang lain sehingga muncul nama-nama nitik tambal, parang seling nitik, nitik kasatrian, nitik cakar ayam, tanjung gunung dan lain-lain.

Batik prodo di Desa Brajan, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta (https://beritadaerah.co.id)

Motif Ceplok Kembang Kates

motif-ceplok-kembang-kates3 Seragam batik untuk PNS Guru dan PNS Tenaga Kesehatan (https://bkd.bantulkab.go.id)

Motif Batik Ceplok Kembang Kates menggunakan ide dasar komponen tanaman pepaya atau kates. Motif yang ada dalam Batik Ceplok Kembang Kates, yaitu motif utama biji dan bunga pepaya, motif tambahan yaitu putik, isen-isen, cecek, dan sawut. Susunan pola Batik Ceplok Kembang Kates terinspirasi oleh pola motif Probonegoro yaitu susunan pola ulang diagonal.

motif-ceplok-kembang-kates1 Seragam Batik untuk PNS non Guru dan Tenaga Kesehatan (https://bkd.bantulkab.go.id)

Warna yang digunakan pada motif Batik Ceplok Kembang Kates memiliki tiga jenis warna, yaitu merah, hijau, dan biru. Makna simbolik Batik Ceplok Kembang Kates secara filosofis yaitu sebagai simbol semangat mempertahankan pengabdian kepada bangsa, negara, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bantul.

motif-ceplok-kembang-kates2 Seragam Batik untuk Pegawai Lainnya (https://bkd.bantulkab.go.id)

Batik motif ceplok kembang kates untuk pakaian seragam pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Bantul diluncurkan pada saat Hari Jadi Kabupaten Bantul yang ke 183 pada tanggal 20 Juli 2014.

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.