Kain Tenun Tuban Jawa Timur

img_20161107_132300 Kain tenun Tuban, terbuat dari benang katun pintal tangan dan dikerjakan dengan teknik tenun dan nitik

Tuban terletak di sebelah barat daya kota Surabaya. Kota yang terletak di dekat laut ini, terkenal karena memiliki sejumlah daerah penghasil tenun tradisional yang khas, Desa Margorejo, Desa Ngaji atau Desa Karang Lo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban merupakan tempat sentra-sentra tenun. Di daerah ini usaha pertenunan berkembang dengan baik dan maju.

img_20161107_132333 Kain tenun sarung polos dari Tuban, terbuat dari benang katun dua warna, yaitu putih dan biru

Masyarakat Tuban pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Lahan pertanian banyak terletak pada lereng-lereng gunung yang landau, dengan hasil utama padi, jagung dan ubi kayu. Pekerjaan menenun dilakukan sebagi pengisi waktu luang saat menunggu panen. Pada masa-masa itu, sebagian besar wanita desa Kerek bekerja sebagai penenun di kota Tuban.

img_20161107_132406 Tenun songket Tuban, tampak corak Tapak Mangga dengan pohonnya, mengisi bidang kain yang terbuat dari benang katub dan perak

Di daerah Tuban, untuk bahan baku penenunan banyak dipergunakan serat katun lokal. Pekerjaan menanam dan mengolah serat katun dilakukan oleh wanita. Dalam pengerjaannya, serat-serat tersebut dipintal dengan tangan untuk dijadikan benang. Ukuran benangnya relatif lebih besar dengan diameter yang tidak stabil. Kemudian dengan alat tenun gedongan, benang ditenun dalam struktur anyaman polos, dengan tetal kurang padat. Tenunan Tuban berukuran lebar kurang dari satu meter. Ukuran ini terbentuk berdasarkan lebar jangkauan tangan penenun saat membentangkan benang pakan.

Jenis Kain

Jenis kain yang dihasilkan umumnya kain panjang, sarung dan selendang. Kain ini memiliki kekuatan yang sangat baik, sehingga lebih sering digunakan sebagai busana sehari-hari dan pakaian kerja. Umumnya kain tenun Tuban yang telah selesai, dilanjutkan dengan proses membatik.

Motif

Ragam hias (motif) tenunan Kerek, Tuban memperlihatkan pengaruh kuat Cina. Pengaruh itu terlihat pada kain sarung hingga batik tulis. Corak Lokcan, misalnya, juga diketemukan pada kain sutera buatan Shantung, Cina. Sejumlah corak yang dihasilkan menunjukkan ragam hias flora, fauna yang tersusun secara datar, dekoratif dengan ciri garis meruncing yang disebut ririnan. Pada pinggiran kain tenun tersebut terlihat kesan langgam lukisan Cina.

Sebagian besar motifnya disesuaikan dengan gaya yang muncul di abad 19. Selain dari Cina, pengaruh motif Cirebon, terlihat pula pada kain tenun Tuban.

Warna

img_20161107_132204

Warna pada tenunan Tuban banyak digali dari warna-warna alam, seperti biru gelap (indigo), merah (mengkudu jirek) serta putih (warna kapas). Warna-warna yang dihasilkan dari alam tersebut memberikan sentuhan tersendiri yang lebih etnik dan membedakan dengan zat pewarna kimia. Warna yang dihasilkan dari zat warna alam lebih redup, sementara zat warna kimia cenderung lebih terang dan kuat.

Tritik

Tuban, sangat terkenal akan kain tenun dengan ragam hias tritik. Kain tenun tritik ini sebenarnya merupakan penggabungan antara tenunan dan batik. Istilah tritik sendiri, berasal dari kata titik.

Pada sehelai kain diletakkan sejumlah titik pada persilangan benang lusi dan pakan. Proses pembuatan titik-titik dilakukan pada kain tritik setelah kain selesai di tenun, dengan menggunakan lilin. Lilin yang dipergunakan serupa dengan bahan pada proses pembatikan. Setelah pada kain tenun selesai dilakukan pe’nitik’an, selanjutnya diadakan pencelupan. Untuk pencelupan biasanya dipergunakan zat pewarna alam seperti mengkudu. Setelah dilakukan pencelupan, selanjutnya dilakukan proses pelorotan. Proses pelorotan dengan merebus kain ini dimaksudkan agar lilin pada saat penitikan terlepas. Dari tritik lilin yang terlepas itulah, tercipta titik-titik berwarna putih.

Kekhasan kain tenun Tuban ini sangat menonjol, sehingga seringkali dijadikan sebagian daerah obyek pembinaan dan penelitian di bidang tenun tradisional. Sejumlah kain tenun Tuban, banyak dipasarkan di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya maupun Bali. Banyak pula kain Tuban yang dijadikan koleksi oleh para kolektor mancanegara.

Sumber: Seri Buku Indonesia Indah – Tenunan Indonesia, Yayasan Harapan Kita

One thought on “Kain Tenun Tuban Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.