Kain Tenun Gresik Jawa Timur

tenun_sarung_gresik Kain tenun sarung Gresik (http://sarungtenunsutera.blogspot.co.id)

Kota Gresik terletak kurang lebih 18 Kilometer sebelah utara kota Surabaya. Selain menghasilkan kain tenun ikat yang khas, kota juga merupakan salah satu pusat keagamaan Islam dan kegiatan niaga jaman dahulu. Sejak abad ke-16, Gresik telah dikenal sebagai pelabuhan bagi kapal-kapal pedagang dari Gujarat, India. Diantara barang lain yang mereka bawa, para pedagang Gujarat juga membawa sejumlah kain untuk diperdagangkan. Pedagang tersebut berlangsung hingga kemudian penguasa Belanda mengambil alih pusat perdagangan itu, dan menjadikan sebagai salah satu pusat perdagangan mereka.

Sentra-sentra tenun di Gresik, kini dikelola oleh sejumlah warga keturunan Arab yang memperkerjakan sekitar 200 sampai 300 orang pengrajin tenun setempat. Komunikasi ini mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada karya-karya tenun yang dihasilkan. Tenun Gresik yang bercorak Ceplokan atau Jelamprang, memperlihatkan pengaruh kain patola dari India. Kain-kain tersebut didominasi warna hijau tua, yang merupakan salah satu pengaruh kebudayaan Islam yang dibawa pedagang Arab yang tinggal di Gresik. Hal ini juga mirip dengan pengaruh yang terdapat pada kain-kain batik dari Demak, Kudus dan Cirebon.

14312312571528707390 Kain tenun sarung Gresik (http://www.kompasiana.com)

Kain tenun Gresik, umunya menggunakan teknik ikat pakan, sedangkan alat pembuatnya adalah alat tenun tijak atau bukan mesin (ATBM). Penenunan di Gresik terbagi dalam beberapa tahap proses pembuatan. Kaum pria mengerjakan pencelupan dan pengikatan corak, sedangkan wanita mengerjakan penenunan sampai selesai.

Warna

Kain tenun Gresik yang khas adalah kain sarung, Kain-kain sarung ini terbuat dari bahan katun dengan warna biru laut, hijau daun, kuning kecoklatan atau abu-abu. Warna-warna ini dipadukan dalam ragam hias geometris dan flora. Saat ini untuk mempercepat proses pembuatan kain tenun, banyak perusahaan tenun Gresik mempergunakan zat warna kimia. Tenun ikat Gresik yang terbuat dari bahan sutera lain lagi, warna-warnanya cenderung lebih terang dibandingkan kain tenun bahan katun.

Motif

Pembagian ragam hias tenun Gresik umumnya adalah corak flora sebagai pengisi latar kain, sedangkan corak-corak geometris diletakkan pada bidang kepala atau ujung kain.

Ciri-ciri tenun ikat Gresik terlihat pada garis-garis panjang, warna-warna cerah dan pinggir kain yang tertenun dengan baik. Proses pewarnaan dilakukan dengan cara mengikat, mencelup, dan memberi warna dasar dilakukan kemudian. Proses penenunan umunya dilakukan oleh kaum wanita dan kain yang dihasilkan adalah kain sarung dengan lebar sekitar 80 cm. Selain sarung, ada juga kain selendang, dan bahan pakaian. Saat ini sebagian besar kain tenun Gresik diperdagangkan ke luar negeri. Sejumlah negara di Asia dan juga Timur Tengah, seperti Yaman dan Swahihi, membeli tenunan Gresik secara teratur dari Jawa Timur.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.