Tarian Tradisional Pangandaran Jawa Barat

497d3-ronggengpanen110710-1-resizeSebuah tarian sebenarnya adalah perpaduan dari beberapa macam unsur yaitu unsur wiraga (tubuh), wirasa (rasa), dan wirama (irama). Ketiga unsur ini berpadu menjadi satu dalam bentuk tarian yang harmonis dan indah. Unsur utama dalam seni tari adalah gerak. Gerak dalam seni tari tentu selalu melibatkan unsur-unsur anggota tubuh manusia. Unsur-unsur anggota tubuh tersebut dalam membentuk gerakan seni tari bisa berdiri sendiri, bersambungan, maupun bergabung.

Tari Ronggeng Gunung

497d3-ronggengpanen110710-1-resize Tari Ronggeng Gunung Ciamis (https://www.indonesia.travel)

Ronggeng Gunung adalah jenis kesenian Daerah Khas dari Kabupaten Pangandaran yang masih tetap eksis dan berkembang. Kesenian yang sangat di gemari dan disukai oleh kalangan dewasa ini mempunyai kisah atau cerita rakyat yakni Kesenian Ronggeng Gunung merupakan wangsit dari patih Kidang Pananjung kepada Dewi Siti Samoja yang pada waktu itu Dewi Siti sedang dirundung malang karena kekasih nya kalah di medan perang. Lirik-lirik lagu dalam Ronggeng Gunung merupakan luapan ekspresi jiwa yang sedang kasmaran terhadap kekasihnya. (Baca: Ronggeng Gunung)

Tari Ronggeng Ibing

Ronggeng adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat Sunda yang berkembang di Jawa Barat bagian tenggara, khususnya di Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Dalam Ronggeng Ibing Sunda, beberapa penari perempuan  diiringi musik gamelan dan kawih-kawih (lagu-lagu) Sunda. Kawih-kawih Sunda sebagai pengiring tari Ibing Sunda, juga mengalami perkembangan dengan banyak diciptakan kawih-kawih baru.

Pementasan

Ketika memulai pertunjukan, mula-mula para nayaga atau pemusik akan memainkan musik-musik pembuka. Segmen ini, biasa disebut tatalu.  Sementara segmen tatalu ini, para sinden dan penari merias diri mereka sendiri. Busana yang digunakan, kata dia, masih sesuai pakem, yakni pakaian kebaya serta rambut disanggul.

Pada segmen selanjutnya, sinden mendendangkan kawih pembuka, yakni Kidung Pangrajah, Kembang Gadung. Kemudian, tampil juru ibing, atau penari ke depan membawakan tarian pembuka atau disebut ibing bubuka. Pada segmen ini, penyelenggara hajat akan ditarik ke depan untuk menari.

Kemudian bagian ketiganya, khusus menari bersama dengan pejabat pemerintah, dan bagian terakhir menari semua atau umum. Kadang, saat acara menari suka ada yang ingin belajar menari langsung praktek saat acara itu juga.

One thought on “Tarian Tradisional Pangandaran Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.