Manik-Manik Kalimantan

Manik-manik yang terbuat dari batu-batuan, tulang, bijian-bijian, kaca dan plastik dengan aneka bentuk, berukuran kecil yang tengahnya dilubangi untuk dirangkai dengan benang sehingga menjadi hiasan memperindah sebuah benda atau bahkan sebagai alat mempercantik diri.

Namun untuk beberapa jenis manik, Suku Dayak juga memanfaatkan batu alam lain seperto onyx, kecubung, kornelin, hablur, kalsedon, dan masih banyak lagi.

Manik Kalimantan (https://www.borneobe.com)

Apalagi bagi masyarakat suku Dayak Kalimantan, manik-manik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk menghias mulai dari baju khas daerah setempat dan aksesoris pelengkapnya, seperti gelang, kalung, hiasan di kepala dan sebagainya.

Namun keberadaan benda ternyata bagi masyarakat di pulau terbesar Indonesia Kalimantan bukan sekadar hiasan, tetapi banyak digunakan untuk kepentingan lain seperti sebagai jimat atau sebagai alat penolak bala.

Kalung Dayak yang asli dan biasa diaplikasikan sebagai aksesoris pakaian adat. Kalung yang terdiri dari manik-manik kaca berwarna hijau, oranye, kuning, dan manik-manik bermotif ini memiliki makna khusus (https://www.borneobe.com)

Manik-manik dinilai benda sakral hingga juga dijadikan sarana upacara adat, sarana pengobatan, bekal kematian, sebagai alat tukar atau mas kawin bahkan manik-manik bisa melambangkan status sosial bagi pemiliknya.

Melihat begitu bernilai sebuah manik-manik bagi masyarakat Kalimantan maka oleh beberapa museum di pulau tersebut dipamerkan puluhan “masterpiece”, bisa melihat beberapa koleksinya salah satunya di Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalimantan Selatan bila sedang berkunjung ke Pulau Borneo ini. Namun tentunya akan lebih menyenangkan dan menantang lagi bila anda menjelajahi sendiri belantara Kalimantan, bertemu dengan orang-orang Dayak asli, dan berkenalan langsung dengan manik-manik Dayak langsung dari sumbernya sambil menikmati eksotisme hutan tropis Borneo yang lebat.

Seorang wanita Dayak sedang mengenakan untaian kalung Dayak yang terbuat dari kaca dan batu kuarsa. Kalung Dayak ini biasanya diwariskan secara turun temurun kepada anak cucu mereka (https://www.borneobe.com)

Warna

Ternyata, manik-manik pada berbagai perlengkapan Suku Dayak itu bukan hanya hiasan. Bukan hanya untuk mempercantik. Manik-manik bagi Suku Dayak memiliki makna yang dalam.

Makna yang dalam itu terletak pada warnanya. Biasanya, warna manik-manik Suku Dayak adalah merah, kuning, hijau, biru, dan putih. Apa rahasia di balik warna-warna itu?

Manik-manik berwarna merah bermakna semangat hidup. Warna biru bermakna sumber kekuatan dari segala penjuru yang tidak mudah luntur. Kalau warna kuning adalah simbol dari keagungan dan keramat. Sementara warna hijau memiliki arti intisari alam semesta. Terakhir, warna putih adalah lambang kesucian iman seseorang kepada Sang Pencipta.

Bahan

Manik batu, motif tidak seragam dan berwarna kusam (https://www.borneobe.com)

Selain warnanya, jenis batu untuk membuat manik-manik Suku Dayak juga memiliki makna. Misalnya, manik-manik dari batu akik bermakna dapat menyembuhkan penyakit dan membuat panen berhasil. Kalau manik-manik dari batu kecubung dipercaya juga sebagai penyembuh penyakit dan penawar racun hewan berbisa.

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.