Wisata Sejarah di Banjar Jawa Barat

Banjar adalah sebuah Kotamadya, Provinsi Jawa Barat. Kota Banjar berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, yakni dengan Kabupaten Cilacap. Banjar merupakan menjadi pintu gerbang utama jalur lintas selatan Jawa Barat. Untuk membedakannya dengan Banjarnegara yang berada di Jawa Tengah, kota ini sering disebut juga Banjar Patroman (dari nama asal “Banjar Pataruman”).

Stasiun Kereta Api

Stasiun Kereta Api Banjar lama yang tidak digunakan lagi (https://www.harapanrakyat.com)

Tidak banyak yang mengetahui tentang stasiun banjar yang lama,karena sekarang sudah dibangun stasiun yang baru di sebelahnya. Stasiun ini telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Para penjajah menyuruh masyarakat Indonesia untuk membangun jalan kereta dengan cara kerja rodi (kerja paksa) tanpa upah sepeser pun dan salah satunya membangun stasiun Banjar.

Stasiun ini menghubungkan jalan dari Banjar ke Pangandaran,Tetapi sekarang stasiun ini sudah tidak digunakan lagi,karena jalan kereta api dari Banjar ke Pangandaran sudah tidak dipakai lagi. Sekarang jalan kereta api dari Banjar hanya menghubungkan dari arah barat (seperti Jakarta, Bandung, dan lain sebagainya) ke arah timur (seperti,Surabaya, Solo, Yogyakarta,dan lain sebagainya).

Stasiun Kereta Api Banjar baru (https://heritage.kereta-api.co.id)

Stasiun Banjar (BJR) adalah stasiun kereta api yang terletak di Banjar, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +32 m ini adalah stasiun paling timur yang berada di Daerah Operasi II Bandung. Stasiun ini biasa menjadi tempat berhenti kereta api untuk berganti masinis, lokomotif, maupun penambahan gerbong kereta api di jalur selatan. Dari stasiun ini, terdapat percabangan jalur rel menuju Pangandaran hingga Cijulang, yang sudah tidak aktif sejak tanggal 3 Februari 1981. Di stasiun ini terdapat pula dipo lokomotif, dan bekas meja pembalik.

Stasiun Banjar telah dirancang sebagai stasiun besar dengan memiliki banjak jalur karena digunakan untuk pergantian lokomotif dan terdapat jalur cabang ke arah Cijulang sejauh 83 km. Lokomotif dari rangkaian kereta api ke arah Yogyakarta akan diganti dengan lokomotif untuk daerah datar seperti lokomotif uap seri C51, D50, D51 atau F10. Sementara lokomotif dari rangkaian kereta api ke arah Bandung akan diganti dengan lokomotif untuk daerah pegunungan seperti lokomotif uap seri CC10, CC50 atau DD52.

Jalur Kereta Api Banjar – Pangandaran – Cijulang (Banci)

Jalur kereta api Banjar – Pangandaran – Cijulang (https://yanuaridho.wordpress.com)

Jalur kereta api ini, menghubungkan kecamatan-kecamatan yang berada di Ciamis Selatan pada massa-nya. Pembangunan jalur kereta api ini dibangun pada masa pemerintahan hindia belanda pada tahun 1898 atas usulan F.J. Nellensteyn. Pembangunan jalur kereta api ini dilatarbelakangi kepentingan ekonomi, karena dahulu di sekitar Banjar terdapat banyak perkebunan yang sangat memerlukan sarana transportasi memadai untuk proses pengangkutan. Semua perkebunan di Wilayah Ciamis selatan merupakan perkebunan milik kalangan swasta dari Eropa.

Jalur kereta api Banjar – Pangandaran – Cijulang atau Banci, dibangun tahun 1911. Karena alamnya berbukit-bukit, di jalur ini Anda bisa menjumpai terowongan terpanjang dan terpendek di Indonesia.

Pamandangan alam yang menawan pada Jalur kereta api Banjar – Pangandaran – Cijulang (https://www.kaskus.co.id)

Ada empat terowongan yang dibangun pada 1911-1914 dan hingga kini kondisinya secara umum masih utuh kecuali rel kereta api di dalam terowongan yang sudah dijarah.

Terowongan kereta api itu adalah terowongan Philip sepanjang 283 meter, terowongan Hendrik (105 meter), terowongan Juliana (127,4 meter), dan terowongan Wilhelmina (1.116 meter). Terowongan Wilhelmina merupakan terowongan terpanjang di Indonesia. Sayang, terowongan bersejarah itu dibiarkan telantar.

Tak jauh dari terowongan Hendrik, terbentang jembatan Cikacepit sepanjang 190 meter. Jembatan ini dibuat dari rangka baja, dengan lebar tak lebih dari 1,7 meter hanya menyisakan rangka. Besi rel hilang entah ke mana, dijarah orang tak bertanggung jawab.

Toko Loteng

Toko Loteng (https://www.harapanrakyat.com)

Terletak di di jalan Kantor Pos dekat perempatan Pasar Banjar. Gedung dua tingkat yang dibangun tahun 1930-an merupakan salah satu toko emas tertua, dikenal dengan sebutan Toko Loteng. Seharusnya gedung itu dilindungi sebagai gedung bersejarah.

Bioskop Kenanga (Bioskop Rialto)

Bioskop Kenanga lama

Gedung bioskop itu dibangun pada tahun 1947 bernama Rialto, pemiliknya orang Belanda bernama tuan Bosca tinggal di Jalan Pasirkaliki Bandung, beberapa gedung bioskop di bangun di sekitar alun-alun dan di jalan Braga, Bandung. Tuan Bos ini juga membangun bioskop di Karawang, Garut, Ciamis dan Banjar.

Bioskop Kenanga kondisi sekarang (https://www.harapanrakyat.com)

Bioskop Rialto, dibangun di Banjar awalnya untuk tempat hiburan orang-orang Belanda yang bekerja di perkebunan karet Batulawang di Kabupaten Ciamis, dan perkebunan karet Montjolimo, Mergo Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap.

Bangunan bioskop milik tuan Bos ini, arsitektur Belanda (art-deco), termasuk bioskop Rialto, letaknya sangat strategis berdekatan dengan pasar, stamplat angkutan umum, stasiun KA, losmen/penginapan, dan tempat hiburan lainnya seperti sandiwara.

0 thoughts on “Wisata Sejarah di Banjar Jawa Barat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.