Wisata Sejarah di Jambi

Berwisata memang merupakan kegiatan yang mengasyikan. Namun, alangkah lebih baiknya jika berwisata juga sekaligus bisa menambah wawasan Kita tentang berbagai hal yang tersimpan dalam tempat-tempat tertentu, dan juga dalam bangunan-bangunan tertentu. Nilai historis yang melekat pada suatu tempat masa lalu biasanya erat hubungannya dengan pencapaian dan keadaan yang saat ini, sehingga mengenang kembali kejadian masa lalu bisa membuat kita lebih menghargai nilai dengan meneladani hal positif yang sudah pernah dicontohkan oleh para pendahulu dengan beragam saksi bisu yang berupa peninggalan saat ini.

Di Indonesia terdapat berbagai bangunan yang bersejarah. Dari Sabang sampai Merauke ratusan tempat bersejarah turut mewarnai perjalanan bangsa ini. Salah satu daerah yang juga memiliki beberapa tempat bersejarah adaah Jambi. Untuk itu, berikut GWI sajikan bangunan-bangunan bersejarah di Jambi yang bisa Anda jadikan rujukan destinasi wisata:

Rumah Batu Olak Kemang

Rumah Batu Olak Kemang (https://ichsannotes.blogspot.co.id)

Bangunan tua yang oleh warga setempat disebut juga “Rumah Rajo” tepatnya berada di Jl. KH. Abdul Qodir Ibrahim, RT. 02, kelurahan Olak kemang, Kecamatan Danau Teluk Seberang Kota Jambi.

Rumah Batu Olak Kemang (https://danauteluk.blogspot.co.id)

Rumah tua ini dibangun dalam kurun abad ke-18. Tentunya ini menyimpan nilai sejarah, khususnya merekam jejak kekayaan budaya masyarakat Melayu Jambi. Warga yang tinggal bersebelahan dengan bangunan tua tersebut mengatakan Rumah Batu Olak Kemang milik (Alm) Sayyid Idrus bin Sayyid Hasan Al Jufri. Pada masa jayanya beliau adalah seorang Raja (Sultan) berpengaruh di kawasan itu dengan gelar Pangeran Wiro Kusumo. Dengan pengaruhnya sebagai Sultan itu, beliau menjadi tokoh masyarakat yang menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut.

Rumah Sakit Bratanata Unang (Rumah Sakit DKT)

RS dr. Bratanata Unang (https://sinar-cahaya-pelangi.blogspot.co.id)

RS dr. Bratanata Unang terletak di Jalan R. Mattaher No..33 Jambi, lebih dikenal dengan sebutan Rumah Sakit DKT berdiri sejak tahun 1918 merupakan gedung peninggalan Belanda yang difungsikan mempunyai Tugas pokok sebagai tempat pelayanan dan pengobatan para Prajurit Tentara, PNS TNI dan keluarga serta juga berperan ganda membantu masyarakat umum dalam memberikan Pelayanan dan pengobatan.

Perkebunan Teh Kayu Aro

Pabrik Teh Kayu Aro (https://tehkayuaro.blogspot.co.id)

Perkebunan Teh Kayu Aro terletak di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, di lereng gunung Kerinci dengan ketinggian 1.600 m dpl.

Suasana matahari terbit di Perkebunan Teh Kayu Aro (https://www.indonesia.travel)

Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki beberapa keistimewaan, antara lain: pertama, merupakan perkebunan teh tertua di Tanah Air dimana sudah ada semenjak masa penjajahan kolonial Hindia Belanda tahun 1925. Kedua, perkebunan ini tersebut merupakan yang terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di India. Perkebunan Teh Kayu Aro memiliki luas sekira 2,500 hektar dan berada di ketinggian 1.600 m dpl. Ketiga, teh yang ditanam di Perkebunan Teh Kayu Aro adalah teh ortodox atau yang lebih dikenal dengan nama teh hitam dimana merupakan teh berkualitas tinggi.

Foto pabrik teh Kayu Aro pada tahun 1930 yang dipajang di museum Kayu Aro (https://jambi.tribunnews.com)

Perkebunan Teh Kayu Aro didirikan oleh Perusahaan Belanda bernama Namlodee Venotchaat Handle Verininging Amsterdam sejak tahun 1925. Tahun 1959, melalui PP No. 19 Tahun 1959 perkebunan ini diambil alih Pemerintah Republik Indonesia pengawasan dan pengelolaannya dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI). PTPN VI hingga kini yang melakukan perawatan, pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, sampai pengemasan dan pengeksporan ke berbagai negara.

Proses pembuatan Teh Kayu Aro (https://indotravenian.blogspot.co.id)

Teh Ty Poo, perusahaan Inggris produsen teh premium dunia, yang terkenal di Inggris didirikan Sir John Jr., memakai bahan baku Teh Kayu Aro, dimana memasok produk teh ke keluarga bangsawan di Eropa. Bukan hanya itu Ratu Belanda sejak Ratu Wihelmina, Ratu Juliana hingga Ratu Beatrix adalah penikmat teh kayu aro ini.

Produk Teh Kayu Aro untuk dalam negeri (https://indotravenian.blogspot.co.id)

Kualitas Grade 1 teh ini tidak dipasarkan di Indonesia, hanya untuk perdagangan luar negeri terutama Eropa dan Amerika. Bayangkan saja harga jual pabrik $ 2,89/kg, bandingkan dengan harga satu merek yang dikemas di Inggris, dengan memakai bahan baku Teh Kayo Aro ini oleh Ty Poo diharga 1,8 Pounsteling untuk 1/4 kg, sedangkan harga di Indonesia untuk kemasan 1 box hanya berkisar Rp 3.500 saja. Kualitas grade 2 & 3 juga dipasarkan tapi tentu rasanya berbeda, bila grage 1 tanpa ampas dan serbuk, maka grage 2 & 3 dicampur daun dan batang dan tentu saja warnanya tidak orange lagi. Kualitas Grade 3 dipasarkan di Indonesia ke para produsen teh, sebagai bahan campuran dari bahan baku teh yang ada di Indonesia. Dan teh ini juga dipasarkan dalam bentuk kemasan oleh PTPN VI.

Menara Air

Menara air (https://www.panoramio.com)

Terletak di jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Murni, Kecamatan, Telanaipura, Kota Jambi atau berada di depan Museum Perjuangan Rakyat Jambi dan berada di belakang Masjid Agung.

Menurut sejarah menara ini dibangun tahun 1928 oleh dewan Kotapraja. Selain sebagai menara air, dahulu menara ini difungsikan sebagai menara kontrol untuk mengintai musuh yang kemungkinan berlalu lalang di Sungai Batanghari. Menara ini adalah gedung tertinggi di Kota Jambi dikala itu. Didekat menara ini dulu kabarnya terdapat benteng buatan belanda.

Sejarah mencatat diatas menara air ini pengibaran bendera merah putih untuk pertama kalinya dikibarkan oleh para pejuang Jambi pada tanggal 19 agustus 1945 atau dua hari setelah diumumkan Proklamasi Kemerdekaan RI.

Gedung Residen

Gedung bekas Residen, sekarang di gunakan kantor Markas Komando Ditpolair Polda Jambi (https://www.polairjambi.or.id)

Berlokasi di jalan Ahmad Yani, Telanaipura kota, Jambi, sekarang digunakan sebagai kantor Markas Komando Ditpolair Polda Jambi, dibangun tahun 1928.

Residen Jambi yang pertama O.L Helfrich yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Belanda Nomor 20 tanggal 4 Mei 1906 dan pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 1906. Kekuasaan kerajaan Belanda atas wilayah Jambi berlangsung ± 36(tiga puluh enam) tahun karena pada tanggal 9 Maret 1942 terjadi peralihan kekuasaan kepada Pemerintahan Jepang sebagai pemenang dalam perang kawasan Asia pasifik pada saat itu. Oleh karena itu kantor eks Residen Jambi menjadi saksi sejarah yang tidak kalah pentingnya dalam membuka tabir asal usul pemerintahan di Jambi. Sehingga perlu kiranya gedung tua yang merupakan monumen saksi sejarah Jambi tersebut dapat dijaga dan dilestarikan, termasuk sebagai bagian cagar budaya yang berkaitan dengan bangunan bersejarah yang tetap harus dirawat secara maksimal.

SMP Negeri 1 (Holland Indische School)

SMP Negeri 1 merupakan sekolah tertua di Jambi (https://www.jambiekspres.co.id)

Dulu SMP Negeri 1 adalah Holland Indische School (HIS), didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1933, terletak di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 22, Pasar, Kota Jambi.

Museum Siginjai (Negeri Jambi)

Museum Siginjai (Negeri Jambi) – https://kebudayaanindonesia.net

Jika Anda menyukai wisata budaya dan sejarah, maka datang ke Museum Negeri Jambi adalah pilihan yang tepat. Tempat wisata ini berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 1, Jambi.

Peletakan batu pertama pembangunan Museum Negeri Jambi pada tanggal 18 Februari 1981 oleh Gubernur Jambi Bapak Masjchun Syofwan, SH. Merupakan titik awalnya gerakan program pembangunan museum di Provinsi Jambi.

Beragam koleksi Museum (https://kebudayaanindonesia.net)

Bangunan museum ini dibuat menyerupai Rumah Kajang Lako yang merupakan rumah adat di Jambi. Di sini, Anda bisa menemukan banyak koleksi benda bersejarah dan bernilai seni budaya Jambi dari masa ke masa seperti peralatan berburu, anyaman khas Jambi, batik tenun dengan motif bunga yang khas dan juga binatang yang diawetkan.

Museum Siginjai (Negeri Jambi)
Jalan Urip Sumoharjo No. 1, Jambi
Telp./Fax.: (62) 741 63600
Jam Buka:

  • Buka setiap hari Senin sampai Kamis pada pukul 08:00 – 15:00
  • Jumat pada pukul 07:15 – 11.00.
  • Hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional museum ini tutup.

Museum Perjuangan Rakyat Jambi

Museum Perjuangan Rakyat Jambi (https://kebudayaanindonesia.net)

Museum Perjuangan Rakyat Jambi terletak di sudut pertemuan Jalan Sultan Agung dan Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Jl. Sultan Agung no. 12, Jambi. Pendirian museum ini atas prakarsa Dewan Harian Daerah Angkatan 45 (DHD-45) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jambi dengan tujuan mengenang sejarah perjuangan rakyat Jambi semasa pergerakan nasional hingga kemerdekaan Indonesia.

Peletakan batu pertama pendirian museum ini dilakukan oleh Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Letjen. Achmad Thahir pada 6 Juni 1993 dan diresmikan secara simbolis oleh Presiden Soeharto pada 10 Juli 1997. Bangunan Museum Perjuangan Rakyat Jambi seluas 1.365 m2 yang menempati lahan seluas 10.000 m2 mengambil bentuk perpaduan gaya rumah tradisional Jambi dan arsitektur modern.

Museum ini mempunyai berbagai koleksi yang terutama memperlihatkan perjuangan rakyat Jambi pada masa perjuangan kemerdekaan, antara lain :

  • Tiruan Pesawat Terbang Catalina RI 005.
  • Relief perkembangan sejarah Daerah Jambi.
  • Patung Pahlawan Nasional Sultan Thaha Saifuddin yang diapit sepasang harimau Sumatera
  • Lukisan yang menggambarkan perjuangan Sultan Thaha Saifuddin.
  • Senjata-senjata tradisional dan senjata api modern atau konvensional yang digunakan untuk melawan Belanda (1945-1950).
  • Diorama sejumlah peristiwa penting pada masa perjuangan.

Museum Perjuangan Rakyat Jambi 
Jl. Sultan Agung No 12, Jambi
Telp.: (62)741 755 2802
Email: museumperjuanganrakyatjambi@ymail.com
Website : museumperjuanganrakyatjambi.blogspot.com

Jam Buka

  • Senin-Kamis : 08.00-15.30
  • Jumat : 08.00-11.00
  • Sabtu dan Minggu : 09.00-13.00
  • Hari Libur Nasional : Tutup

Berbagai sumber

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.