Motif Batik Indonesia

aa534-batikparangkusumo Motif Parang Kusumo (https://budaya-semasa.blogspot.com)

Motif batik di Indonesia sangat beragam. Apalagi di masa modern sekarang ini motif batik ikut dimodernisasi dan dikreasikan sesuai perkembangan zaman. Semuanya semakin memperkaya motif batik Nusantara.

Motif batik adalah suatu dasar atau pokok dari suatu pola gambar yang merupakan pangkal atau pusat suatu rancangan gambar, sehingga makna dari tanda, simbol, atau lambang dibalik motif batik tersebut dapat diungkap. Motif merupakan susunan terkecil dari gambar atau kerangka gambar pada benda.

77e2c-batiksawat1 Motif Sawat (https://budaya-semasa.blogspot.com)

Motif terdiri atas undur bentuk atau objek, skala atau proporsi,dan komposisi. Motif menjadi pangkalan atau pokok dari suatu pola. Motif itu mengalami proses penyusunan dan diterapkan secara berulang-ulang sehingga diperoleh sebuah pola.

Pola itulah yang nantinya akan diterapkan pada benda lain yang nantinya akan menjadi sebuah ornamen. Di balik kesatuan motif, pola, dan ornamen, terdapat pesan dan harapan yang ingin disampaikan oleh pencipta motif batik.

65333-batikgurda Motif Gurda (Burung Garuda) – (https://budaya-semasa.blogspot.com)

Motif batik adalah kerangka gambar yang mewujudkan batik secara keseluruhan. Motif Batik disebut juga corak batik, kadang digunakan untuk penanaman corak batik atau pola batik itu sendiri. Pada umumnya, motif batik di Indonesia adalah sebagai berikut:

01. Motif Sawat
02. Motif Ceplok
03. Motif Gurda (burung garuda)
04. Motif Meru (gunung)
05. Motif Truntum
06. Motif Truntum sri kuncoro
07. Motif Udan liris
08. Motif Parang kusuma
09. Motif Parang rusak barong
10. Motif Parang slobog
11. Motif Parang Barong
12. Motif Parang tuding
13. Motif Parang grompol
14. Motif Parang kusumo ceplok mangkoro
15. Motif Parang curigo ceplok kepet
16. Motif Parang bligon ceplok nitik kembang randu
17. Motif Tambal
18. Motif Tambal kanoman
19. Motif Ciptoning
20. Motif Parikesit
21. Motif Sido luhur
22. Motif Sido mukti
23. Motif Sido mukti luhur
24. Motif Sido mukti ukel lembat
25. Motif Sido asih
26. Motif Sido asih sungut
27. Motif Sido asih kemoda sungging
28. Motif Sido drajat
29. Motif Cuwiri
30. Motif Kawung
31. Motif Kawung picis
32. Motif Nitik karawitan
33. Motif Burung huk (burung merak)
34. Motif Parang dan lereng
35. Motif Mega mendung
36. Motif Sekar jagat
37. Motif Semen romo
38. Motif Semen romo sawat gurdo
39. Motif Semen romo sawat gurdo cantel
40. Motif Semen mentul
41. Motif Semen gurdo
42. Motif Semen kuncoro
43. Motif Semen ageng
44. Motif Gringsing
45. Motif Jlamprang
46. Motif Wahyu tumurun
47. Motif Yuyu sekandang
48. Motif Cakar ayam
49. Motif Madubranta
50. Motif Ceplok sriwedari
51. Motif Gringsing sulur
52. Motif Kopi pecah
53. Motif Slobok jamangan (Slobok jamang)
54. Motif Blangreng buket
55. Motif Tirtateja
56. Motif Glebak anggrek
57. Motif Parang rusak sri sadono
58. Motif Parang pari sauli
59. Motif Gondosuli
60. Motif Parang curiga
61. Motif Mugi rahayu
62. Motif Pisang bali
63. Motif Cuwiri mentul
64. Motif Srikaton
65. Motif Alas-alasan
66. Motif Bondhet
67. Motif Kanthil
68. Motif Trenggiling manthik
69. Motif Abstrak

c4fe2-batikudanlirisMotif Udan Liris (https://budaya-semasa.blogspot.com)

Selain motif-motif yang populer tersebut, masih ada banyak motif lainnya yang beredar dipasaran batik. Terlebih di masa kini, motif batik sudah demikian modern dan dikerasikan dengan berbagai corak, warna, serta bentuk. Bahkan modifikasi tersebut sering kali tidak sesuai dengan pakem dan nilai-nilai filosofis yang terkandund di dalamnya demi memperoleh nilai estetika yang diharapkan.

Indonesia harus bersyukur karena batik dengan motif berpakem tradisional tersebut masih terus-menerus digunakan di kalangan tertentu, seperti lingkungan keraton.

5ff40-batikceplokMotif Ceplok (https://budaya-semasa.blogspot.com)

Para penerus dan keturunan keraton masih banyak menggunakan batik-batik dengan motif tertentu untuk melestarikan nilai-nilai filosofis yang terkandumg di dalamnya. Mereka masih menggunakan batik sesuai dengan pakem dan aturan, terutama pada acara-acara keraton dan upacara-upacara adat yang mengharuskan mereka berbusana sesuai dengan aturan yang ada di lingkungan keraton.

Pengembangan dan modifikasi terhadap motif, corak, dan warna batik harus didukung sepenuhnya agar batik semakin memasyarakat dan dapat lestari. Pengembangan tersebut selalu bertujuan baik, misalnya untuk mendapatkan nilai estetika yang diharapkan, batik dibuat menggunakan bahan yang diinginkan serta menerobos jalur-jalur klasik agar batik lebih dapat diterima di berbagai kalangan dengan beragam kepentingan.

3c33e-batik2bbakaran2bmotif2bpola2bburung2bmerakMotif Burung Huk (Burung Merak) – https://batikyahyu.blogspot.com

Untuk itu, sangatlah penting untuk menghargai berbagai usaha yang dilakukan oleh setiap pihak untuk mengembangkan batik. Bagaimana pun juga, batik di Indonesia dapat bertahan dalam waktu yang lama karena masyarakatnya terus-menerus melestarikannya. Tanpa adanya usaha tersebut, lambat laun batik bisa punah. Tentu kita tidak menginginkan hal ini terjadi karena batik adalah kekayaan dan warisan budaya yang sangat bernilai dan harus kita jaga kelestariannya demi identitas dan kejayaan Indonesia.

Sumber bacaan:
  • Batik Nusantara, makna filosofis, cara pembuatan dan industri batik oleh Ari Wulandari, penerbit Andi Yogyakarta 2011
  • Nomer 30 – 61, Pola Batik Klasik: Pesan Tersembunyi yang Dilupakan oleh Oetari Siswomihardjo Prawirohardjo, penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta 2011

4 thoughts on “Motif Batik Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.