Wisata Sejarah di Cianjur Jawa Barat

Cipanas merupakan salah satu tujuan wisata di kawasan puncak Jawa Barat. Masuk dalam Kabupaten Cianjur, Cipanas merupakan sebuah kecamatan yang berhawa sejuk dan memiliki sejumlah tempat tujuan wisata alam dan wisata sejarah.

Situs Gunung Padang

Terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan koordinat GPS : 6° 59′ 31.32″ S, 110° 3′ 21.78″ E.

Situs Gunung Padang merupakan Punden Berundak yang tidak simetris, berbeda dengan punden berundak simetris seperti Borrobudur, juga berbeda dengan punden berundak simetris lainnya yang ditemukan di Jawa Barat seperti situs Lebak Sibedug di Banten Selatan. Sebuah punden berundak tidak simetris menunjukkan bahwa pembangunan punden ini mementingkan satu arah saja ke mana bagunan ini menghadap.

Bahan bangunan pembuat situs adalah batu‐batu besar andesit, andesit basaltik, dan basal berbentuk tiang-tiang dengan panjang dominan sekitar satu meter berdiameter dominan 20 cm. Tiang-tiang batuan ini mempunyai sisi-sisi membentuk segibanyak dengan bentuk dominan membentuk tiang batu empat sisi (tetragon) atau lima sisi (pentagon). Selanjutnya baca: Situs Gunung Padang.

Gedung Istana Cipanas

Gedung Istana Cipanas (https://www.pusakaindonesia.org)

Gedung Istana Cipanas dibangun pada tahun 1740 oleh Van Heuts di atas tanah seluas 25 Ha. Istana Presiden Cipanas atau lebih dikenal sebagai Istana Cipanas terletak di kaki Gunung Gede, 103 km dari Jakarta ke arah Bandung, atau 17 km dari kota Cianjur. Walau tidak dipakai, Istana Cipanas tetap terpelihara dengan baik. Pemandangan di sekitar istana yang ditumbuhi sayur-sayuran, buah-buahan serta tanaman hias memberi nuansa asri. Istana megah yang dibangun pada 1740 ini dapat dikunjungi umum dengan izin khusus dari Sekretaris Negara.

Kompleks Istana Cipanas berdiri diatas tanah seluas 26 hektar, terdiri atas gedung induk dan tujuh buah paviliun, dilengkapi sarana olahraga. Luas gedung induk merupakan bangunan panggung seluas 950 m2, terdiri beberapa ruangan. Terletak pada ketinggian 1.100 meter, sejauh mata memandang tampak sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman keras yang ditata dalam sebuah hutan kecil.

Taman di belakang Gedung Istana Kepresidenan Cipanas (https://kitajimaland.blogdetik.com)

Anda juga akan menemukan 5 paviliun di sekitar istana. Presiden Soekarno kemudian menamakan setiap paviliun dengan nama Pandawa Lima yaitu Yudistira, Arjuna, Bima, Nakula, dan Sadewa.

Presiden I Republik Indonesia Ir Soekarno mendirikan sebuah gedung berhiasan batu bertentuk bentol di Istana Cipanas pada tahun 1954.

Gedung Bentol terletak di belakang Gedung Induk berada di lereng gunung. Alhasil, bangunan ini berdiri lebih tinggi dari pada bangunan-bangunan yang ada.

Gedung Bentol (https://economy.okezone.com)

Gedung Bentol ini merupakan produk dua arsitek anak bangsa, RM Soedarsono dan F Silaban. Demikian dilansir dari Indonesia.go.id, Sabtu (17/5/2014).

Sekelilingnya amat hening, sunyi dan sepi. Suasana ini yang oleh Presiden Soekarno, dipakai untuk menyusun berbagai rencana dan strategi membawa bangsa ini yang dikobarkannya dalam pidato kenegaraan, pada setiap peringatan hari proklamasi.

Setiap ruangan diisi perangkat mebel, ukiran Jepara dan koleksi lukisan-lukisan karya para maestro, seperti Basuki Abdullah, Dullah, Sudjojono dan Lee Man Kong. Sedangkan bangunan-bangunan paviliun masing-masing diberi nama tokoh-tokoh pewayangan. Beberapa paviliun baru selesai dibangun tahun 1916 dan ada dua yang terbaru dibangun pada 1984. keseluruhan bangunan tampak begitu mewah dan artistik. Di bagian belakang istana terdapat kolam air mancur bergaris tengah 27 m.

Pendopo Kabupaten Cianjur

Pendopo Kabupaten Cianjur (https://www.cianjurkab.go.id)

Kabupaten Cianjur terletak di Jalan Siti Jenab. Secara administratif masuk dalam wilayah Kampung Kebon Kembang, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur Kota.

Bangunan pendopo dibangun pada sekitar tahun 1780 setelah bangunan yang lama hancur akibat gempa pada tahun 1779. Bangunan pendopo menghadap ke utara ke arah jalan raya. Secara umum bangunan ini berupa bangunan permanen dengan campuran gaya bangunan lokal dan Eropa Pada bagian depan bangunan tedapat teras dan tiang-tiang bergaya Eropa, pintu dan jendela berukuran besar. Atap terbuat dari genting dan bersusun. Pada bagian belakang terdapat kolam dan dua “buyung” serta batu tegak. Buyung merupakan bangunan berongga dari batu setinggi sekitar 70 cm dan berbentuk kuncup bunga. Selain itu, pada bagian depan kompleks pendopo dijumpai lonceng logam berukuran cukup besar berangka tahun 1774 yang digantungkan pada tiang dari beton.

Kebon Raya Cibodas

Kebon Raya Cibodas (https://ppgctour.com)

Kebun legendaris ini didirikan pada tanggal 11 April 1852 oleh Johannes Ellias Teijsmann, seorang kurator Kebun Raya Bogor pada waktu itu, dengan nama Bergtuin te Tjibodas (Kebun Pegunungan Cibodas). Pada awalnya dimaksudkan sebagai tempat aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal luar negeri yang mempunyai nilai penting dan ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah Pohon Kina (Cinchona calisaya). Kemudian taman ini berkembang menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor dengan nama Cabang Balai Kebun Raya Cibodas. (Baca: Kebun Raya Cibodas)

Stasiun Lampegan

Stasiun Lampegan Cianjur (https://travel.kompas.com)

Stasiun Lampegan ini terletak di Desa Cibokor Kec Cibeber Cianjur, merupakan Stasiun yang dibangun tahun 1882, saat jalur Padalarang – Cianjur – Sukabumi aktif tahun 1996-1997 merupakan jalur favorit ketika saya melakukan perjalanan dari Cianjur ke Sukabumi via Stasiun Lampegan ini, walaupun tahun 2001 sempat ditutup karena mulut terowongan lampegan tertutup longsoran dan diaktifkan kembali tahun 2010, saat ini stasiun aktif kembali melayani perjalanan KA Siliwangi dari Cianjur-Sukabumi-Cianjur.

Kereta Api Lori di Stasiun Lampegan Cianjur (https://revyms.blogspot.com)

Area Stasiun dan Terowongan Lampegan ini menjadi spot menarik untuk aktifitas fotografi, banyak sudut yang asik untuk dibidik dan diabadikan oleh lensa kamera.

Terowongan Lampegan (https://backpackergembel.wordpress.com)

Spot asik fotografi salahsatunya ada disekitar mulut Terowongan Lampegan, Terowongan yang dibangun tahun 1879 – 1882 merupakan Terowongan pertama di Jawa Barat yang berada di Lintasan Kereta Api.

Berbagai sumber

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.