Kèncèng, Alat Dapur Pengaru Nasi

d312c-20140422-1Kèncèng, koleksi Museum Pergerakan Wanita (Kowani) Yogyakarta

Masyarakat Jawa menyebutnya dengan kèncèng. Alat dapur yang serupa dengan baskom ini terbuat dari tembaga. Fungsi utama kèncèng adalah sebagai wadah untuk mengaru nasi atau ketan. Mengaru adalah satu tahapan menanak nasi atau ketan, di mana beras yang usai ditanak setengah matang, dimasukkan ke dalam kèncèng kemudian dicampur sisa air mendidih yang ada dalam dandang atau soblok. Setelah air panas meresap ke dalam beras dan mengembang, lalu jadilah nasi setengah matang yang siap kembali ditanak ulang hingga matang.

Umumnya kèncèng tembaga ukurannya besar, dengan diameter antara 40-60 cm. Bentuknya tabung. Ketinggian lebih dari 20 cm. Bagian atas diameternya lebih besar sedikit dibandingkan bagian alas. Di tepi bagian atas ada bibirnya. Sementara alas kèncèng datar.

81000-20140422-2Tutup Kèncèng

Kèncèng cocok sebagai peralatan menanak nasi dalam partai besar, seperti dalam hajatan, seperti pernikahan, merti dusun, sunatan, kenduri, dan lainnya. Namun, masyarakat Jawa saat ini sudah sangat jarang menggunakan kèncèng sebagai alat untuk menanak nasi. Terutama ibu-ibu di kota tidak lagi menggunakan kèncèng, tetapi langsung menggunakan soblok besar untuk menanak nasi hingga matang. Namun, di desa kadang-kadang masih dijumpai kèncèng untuk mengaru nasi.

Karena sudah tidak banyak digunakan alat dapur ini sekarang cukup sulit didapat. Namun begitu, ternyata Museum Pergerakan Wanita (Kowani) Yogyakarta masih memiliki kenceng sebagai salah satu koleksi yang dipamerkan. Museum Tembi sendiri kebetulan tidak memiliki alat dapur ini. Alat dapur kèncèng yang menjadi milik koleksi Museum Kowani Yogyakarta, ternyata pada tahun 1958 pernah dipakai oleh ibu-ibu pergerakan saat mengikuti kursus kader wanita pembangunan desa.

Saat ini kèncèng sudah tidak banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Hanya ada satu dua penjual alat ini, khususnya yang memang menjual alat-alat dapur terbuat dari tembaga. Keberadaan kèncèng saat ini sudah jarang karena sudah digantikan dengan alat dapur sejenis yang biasa disebut baskom. Alat dapur baskom terbuat dari jenis logam lainnya, seperti aluminium, stenlis maupun jenis plastik.

bb395-20140422-3Koleksi Museum Kowani Yogyakarta
Tidak ada pantangan dalam penggunaan jenis alat dapur kèncèng dalam kehidupan sehari-hari. Alat ini juga mudah perawatannya. Saat kotor dibersihkan dengan abu maupun sabut kelapa. Saat bersih ditengkurapkan dan diletakkan di rak kayu.

Karena terbuat dari tembaga, maka alat dapur ini lebih awet. Jika mengalami bocor ringan, masih bisa dipatri atau ditambal. Namun jika bocor parah, umumnya tidak digunakan lagi, kecuali menjadi tempat barang lain atau bahkan hanya dibuang begitu saja.

Sumber: Tembi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Lumpang-Alu Penumbuk Beras yang Beralih Fungsi

Mon Nov 10 , 2014
 Lumpang dan alu koleksi Museum Tembi Lumpang dan alu adalah sepasang alat dapur tradisional yang hingga kini masih banyak dijumpai pada masyarakat Jawa. Pada awalnya keberadaan alat dapur lumpang-alu ini lebih banyak dipakai untuk menumbuk padi menjadi beras, namun lambat-laun fungsinya berubah menjadi penumbuk beras menjadi tepung. Itulah salah satu […]