Danau Pagaralam, Danau Merah Darah Penuh Tantangan

305fc-danaumerah

Memilih Bengkulu sebagai destinasi wisata merupakan pilihan yang tepat. Sebab di sini wisatawan akan berkesempatan untuk menyaksikan sendiri danau yang bisa dikatakan cukup aneh karena warnanya yang tidak lazim, merah. Ya, itulah Danau Pagaralam.

Letak spesifik danau ini berada di kawasan perbukitan Raja Mandare, yang merupakan perbatasan antara kota Pagaralam dan Kaur, di Provinsi Bengkulu. Karena berbatasan dengan kota Pagaralam, sebagian mengenal danau ini dengan menyebutnya danau Pagaralam.

Keunikan dari danau ini sendiri baru diketahui atau ditemukan pada tahun 2010 lalu, ketika ada rombongan warga setempat melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi. Ekspedisi dilakukan dengan melewati kawasan tebing, hutan, perbukitan hingga akhirnya sampai menemukan danau berwarna merah darah ini.

Kelelahan terbayar dengan keindahan alamnya

305fc-danaumerah Danau merah darah Pagaralam Bengkulu (https://nuswantaranews.blogspot.com)

Danau Pagaralam yang biasa dijuluki sebagai danau berdarah ini, memiliki luas sekitar 6 hektar, terletak di Kabupaten Kaur atau tepatnya, di wilayah perbatasan Kota Pagaralam. Tentu tidak mudah untuk bisa mencapai tempat ini. Anda perlu datang dulu ke Kota Pagaralam, bisa dengan kendaraan pribadi atau dengan kendaraan umum seperti angkot atau ojek. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri hutan Rimbacandi, kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan, menaiki tebing, dan meneruskan perjalanan melalui perbukitan Raje Mandare. Ditanya soal berapa waktu total yang diperlukan untuk bisa menempuh semuanya, maka jawabannya kurang lebih satu atau dua hari dengan berjalan kaki. Ya, tempat wisata ini sangat cocok untuk Anda yang menyukai tantangan.

Selama perjalanan, bukan hanya pepohonan saja yang akan Anda temui. Di sini, Anda juga akan menemukan jejak sejarah kerajaan Sriwijaya berupa gapura dan candi. Memang perjalanannya penuh perjuangan, tapi kelelahan itu akan terbayar dengan pemandangan indah yang disuguhkan ketika Anda tiba di danau yang memiliki luas sekitar 6 hektar ini. Seluruh airnya berwarna merah, semerah darah. Hawanya cukup sejuk dengan angin yang berhembus ringan menggoyangkan dedaunan pada pepohonan yang tumbuh mengelilingi danau. Di sisi kiri kanannya terdapat banyak pepohonan besar dan semak hijau. Bagi Anda yang gemar fotografi, pemandangan seperti ini tak boleh terlewatkan. Pasalnya, ini merupakan kombinasi warna hijau dan merah yang menyiratkan satu nuansa alam yang unik dan susah ditemukan di tempat lain.

fdded-danaumerah Danau merah darah Pagaralam (https://www.pulsk.com)

Melihat warnanya yang merah, tak jarang beberapa orang menduga dulunya pembunuhan atau semacamnya pernah terjadi di danau ini. Namun, hal itu tidak benar. Warna merah yang muncul disebabkan kandungan unsur kimia yang ada di dalamnya. Namun mengenai apa saja unsur kimianya, hingga saat ini masih diteliti oleh para arkeolog.

Penasaran dengan airnya yang berwarna merah? Jika Anda sempat datang ke danau ini, cobalah ambil air danau ini dengan tangan. Air yang tertampung pada tangan Anda bisa dipastikan tidak berwarna merah melainkan warna jernih kecokelatan seperti air danau pada umumnya. Itulah keunikan lain yang bisa ditemukan di sini!

Bicara soal fauna yang hidup disini, Anda akan melihat beberapa hewan yang berukuran besar dan tak lazim seperti lipan raksasa, yakni sejenis kelabang dengan panjang mencapai 50 cm dan lebarnya mencapai 30 cm. Ada pula burung yang berukuran cukup besar dan kerbau raksasa yang di tanduknya terdapat sarang lebah. Burung-burung dan hewan lainnya di kawasan ini cukup jinak, untuk dapat melihatnya lebih jelas dan dekat kita bisa saja melakukannya, asalkan kita tidak mengeluarkan suara atau berbicara, karena hal itu dapat membuat mereka lari atau pergi.

77651-monster-kelabang Kelabang Raksasa (https://widhiarta.com)

Beberapa warga yang pernah mengunjungi tempat ini juga menemukan keanehan pada pohon-pohon yang ada di kawasan hutannya. Seolah pohon-pohon itu memiliki suatu tatanan wilayah tanahnya sendiri. Jika pohon-pohon itu tumbuh masih di wilayah tanah Basemah, Pagaralam, maka arah pohon kayu itu akan miring ke arah wilayah Pagaralam. Sebaliknya, jika pohon-pohon tersebut tumbuh di luar dari tanah kawasan Basemah, Pagaralam, maka arah pohon kayu akan miring membelakangi atau berlawanan dengan wilayah Basemah, Pagaralam.

Keanehan-keanehan yang tidak biasa itu tentunya menimbulkan tanda tanya. Ditambah lagi, menurut pengakuan beberapa warga, saat malam hari di dekat lokasi dari danau Pagaralam ini sering tercium aroma pandan. Entah dari mana asalnya, tapi yang jelas di kawasan sekitar Rimbacandi memang dikenal warga setempat masih menyimpan banyak misteri hingga saat ini.

Jika tertarik untuk mendatangi tempat ini, maka yang harus dipersiapkan adalah fisik dan mental yang kuat. Sebab sebagian besar orang mengatakan rute yang ditempuh tergolong rute yang sulit dan cukup menyita banyak energi. Oleh sebab itu, kunjungan ke Danau Pagaralam hanya disarankan bagi mereka yang sudah biasa mendaki atau menjelajah hutan.

Informasi lebih lanjut hubungi

Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu
Jl. P. Tendean No. 17 – Bengkulu
Telp.: +62 736 21272
Fax.: +62 736 342200
Website : www.pariwisata.bengkuluprov.go.id

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Danau Ubur-Ubur Kakaban

Tue Jul 15 , 2014
Dalam bahasa Suku Bajo, kakaban berarti memeluk. Penamaan ini berkaitan dengan bentuk fisik Pulau Kakaban dimana atol di bagian utara ‘memeluk’ laguna dan terpisah dari air laut sekitarnya. Danau di tengah laut ini begitu indah berwarna biru kehijauan jernih. Di sekeliling danau tersebut tumbuh rimbun pohon-pohon bakau. Danau yang terletak […]