Batik Surakarta (Solo)

1

9b87c-20131220-210638_nv310506nvbatik_solo-185x220

Batik merupakan ikon budaya Indonesia sekaligus kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari kehidupan sosial, budaya, dan adat masyarakat. Di masa lalu perempuan Jawa menjadikan keterampilan membatik sebagai sumber mata pencaharian mereka. Dapat dikatakan batik Indonesia sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan masa penyebaran Islam di Indonesia.

Surakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Solo merupakan salah satu kota yang terkenal dengan wisata kain batiknya di Indonesia. Solo memiliki slogan Solo the Spirit of Java, Solo bertekad terus menjaga dan melestarikan budaya Jawa yaitu batik. Pada perkembangannya, batik di daerah Solo ini terpengaruh oleh keberadaan kerajaan-kerajaan yang banyak terdapat di wilayah Jawa Tengah. Batik Solo sendiri dipengaruhi oleh Kerajaan Solo atau yang lebih di kenal dengan sebutan Surakarta. Di kalangan kerajaan inilah batik mulai dibuat. Batik pada awalnya hanyalah hobi bagi para wanita di lingkungan kerajaan untuk mempercantik dirinya melalui pakaian yang ia kenakan pada saat itu, dari sinilah batik mulai menjadi suatu budaya. Batik yang berasal dari Solo dan Jogjakarta ini merupakan awal dari batik yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Kemudian batik pun menyebar ke wilayah Jawa lainnya seperti Tulungagung, Ponorogo, Banyumas, Pekalongan dan lain sebagainya. Batik ini sendiri menyebar dikarenakan peperangan yang terjadi di kalangan kerjaan dengan Belanda pada saat itu.

Batik Solo Motif Sekar Jagad

0e98c-batiksolomotifsekarjagad Sumber: https://www.adetruna.com

Kota Solo memiliki banyak sentra industri batik sehingga wisata batik bisa dilakukan di banyak tempat di Solo. Solo juga menjadi penghasil Batik yang terbanyak di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Wisata Batik Kampung Kauman, Wisata Batik Kampung Laweyan, wisata batik Museum Galeri Batik Kuno Danar Hadi, Pasar Klewer dan PGS (Pasar Grosir Solo).

Kampung Batik Laweyan

04c15-kampungbatiklaweyan Sumber: https://content.rajakamar.com

Salah satu kawasan yang menghasilkan batik Solo yang sangat terkenal ini ialah Kampung Laweyan. Laweyan merupakan salah satu kawasan di Solo yang memproduksi batik, baik itu batik cap maupun batik tulis. Warga kampung ini sudah menekuni membuat kain batik sejak abad ke-19. Dari kampung inilah banyak pengusaha-pengusaha batik yang sukses dengan batik-batik yang dibuat oleh warga sekitar Laweyan ini. Salah satu ciri khas batik dari kawasan ini ialah beragam banyaknya corak dan pola dalam satu batik. Hal ini sungguh sangat cantik bila kita lihat secara seksama dengan penuh rasa kagum. Dari sekian banyaknya pola dan corak batik Laweyan ini, motif Tirto Tejo dan Truntum menjadi ciri khas dari batik di kawasan ini. Selain itu, motif ini juga yang mengantar batik Solo hingga ke seluruh pelosok Indonesia bahkan dunia.

Batik Solo Motif Truntum

4f5a1-batiksolomotiftruntum Sumber: https://batikindonesia.com

Kampung Kauman, sama halnya seperti daerah Laweyan, Kauman ini juga merupakan kawasan yang menjadi sentral dalam penghasil batik Solo. Kawasan ini tidak kalah menariknya dengan kawasan Laweyan tadi. Dengan memajang batik yang berusia puluhan tahun di setiap rumah tua yang klasik, menambah kawasan tersebut menjadi salah satu andalan tempat wisata kota Solo. Dalam proses pembuatannya, kain batik yang dihasilkan oleh masyarakat Kauman ini dibedakan menjadi tiga proses, yaitu batik klasik pakem atau lebih dikenal dengan batik tulis, batik murni cap, dan juga batik model kombinasi antara batik tulis dan batik cap. Batik-batik yang dihasilkan oleh para warga di kawasan ini dibuat dengan pengaruh yang dibawa oleh Keraton Kasunanan. Batik yang dibuat khusus untuk keluarga Keraton ini biasanya dibuat dengan batik kalsik pakem atau batik tulis. Dan batik klasik pakem inilah yang menjadi salah satu unggulan dari kawasan pengrajin batik di kawasan tersebut. Kain- kain batik yang dibuat di kawasan Kauman ini menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun dari masyarakat di kawasan tersebut. Batik Kauman ini juga dibuat dengan menggunakan kain katun berjenis primisima.

Batik Solo Motif Sidomukti

3ea06-batiksolomotifsidomukti1 Sumber: https://mbatikyuuuk.com

0747e-batiksolomotifsidomukti2 Sumber: https://pareanom.com

Batik Solo terkenal karena memiliki corak dan pola tradisional, baik dalam proses pembutan batik cap maupun batik tulis. Bahan-bahan pewarna yang digunakan untuk pewarnaan masih banyak menggunakan bahan-bahan warna alam, seperti soga Jawa. Berbagai motif batik Solo mempunyai arti dan filosofinya tersendiri. Berikut ini adalah motif-motif batik khas Solo yaitu Motif sidomulya (motif ini memiliki arti ada harapan untuk selalu hidup tentram dan bahagia), Motif wahyu tumurun (motif ini mengandung arti jika segala sesuatu yang didapatkan, baik itu harta maupun pangkat jabatan merupakan restu dari Tuhan Yang Maha Esa), Motif geometris (jenis ini bergambar flora dan fauna), Motif Semen Rantez (motif ini bergambar rantai dan bunga kantil, biasa digunakan pada acara pernikahan agar rumah tangga kedua mempelai langgeng), Motif parang kusuma (motif ini dilukis dengan susunan rapi dari bawah ke atas, menunjukkan keturunan raja yang turun-temurun), Motif burung garuda (motif ini berasal dari lambang agama Hindu), Motif Sekar Jagad (motif ini menggambarkan kehidupan jagad raya atau dunia dengan motif bunga), Motif truntum (batik ini memiliki gambar lukisan kecil-kecil, konon motif batik ini diciptakan oleh Ratu yang tidak diperhatikan Raja. Ratu membuat motif batik ini untuk menarik kembali perhatian Sang Raja). Motif kereta kencana (motif ini menggunakan lambang kendaraan kerajaan yang menggambarkan kejayaan kerajaan Jawa pada masa silam. Motif ini biasanya berwarna merah dan biru), Motif naga dan sawat (motif warisan kebudayaan agama Hindu), dan lain sebagainya.

Batik Solo Motif Sidoluhur 

adee1-batiksolomotifsidoluhur1 Sumber: https://batikindonesia.com

47169-batiksolomotifsidoluhur2 Sumber: https://mbatikyuuuk.com

Kekhasan Batik Solo sudah mencapai mancanegara, bahkan sudah menjadi produk batik eksport unggulan. Batik solo merupakan batik yang banyak diminati oleh kebanyakan masyarakat modern saat ini, karena memiliki corak dan warna yang unik serta beragam. Biasanya warna yang digunakan adalah warna biru yang melambangkan bumi, coklat yang melambangkan api, dan putih yang melambangkan udara dan air. Batik Solo menggunakan warna sogan (kombinasi warna coklat muda, coklat tua, coklat kekuningan, coklat kehitaman, dan coklat kemerahan). Sogan memiliki arti kerendahan hati dan bersahaja, dekat dengan alam, dengan dengan orang-orang sekitar, serta membumi.

Batik Solo Motif Wahyu Tumurun

81f36-batiksolomotifwahyutumurun1 Sumber: https://pareanom.com

fff66-batiksolomotifwahyutumurun2 Sumber: https://pareanom.com

Sahabat bisa menjadikan Batik Solo sebagai koleksi batik anda. Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

One thought on “Batik Surakarta (Solo)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Klaten (Bayat)

Thu Jun 5 , 2014
Letak geografis Kecamatan Bayat berada 12 km dari Kabupaten Klaten ke arah selatan Jawa Tengah. Bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Kecamatan Bayat memiliki 18 desa, mata pencaharian penduduk selain bertani juga membuat gerabah dan membatik. Nama Bayat berasal dari kata tem-bayat-an yang berarti hidup rukun saling membantu […]

You May Like