Tip Menghadiri Konser Musik Klasik

Konser Musik Klasik (https://www.aulasimfoniajakarta.com)

Menonton konser musik adalah sebuah momen untuk mengekspresikan diri. Bernyanyi, berteriak, melompat, dan berpenampilan nyentrik menyerupai musisi favorit Anda pun tidak menjadi masalah. Namun jika Anda menonton sebuah pertunjukkan musik klasik, semua hal tersebut tidaklah berlaku. Daripada Anda melakukan kesalahan saat menonton pertunjukkan musik klasik, ada baiknya mengikuti beberapa tip yang dikumpulkan GPS Wisata Indonesia.

Tepat Waktu

Salah satu kebiasaan kita biasanya telat atau jam karet. Saat anda nonton konser musik klasik, jangan harap datang seenaknya. Ketika terlambat, maka harus menunggu di luar ruang pertunjukan paling lama selama 15 menit atau sampai orkestra menyelesaikan satu session lagunya.

Pakaian

Amatlah dianjurkan saat menonton konser klasik dengan memakai pakaian yang tidak terlalu santai tapi juga tidak terlalu formal. Misalnya saja pakaian yang dikenakan saat menjalani wawancara kerja atau pertemuan bisnis. Busana batik yang rapi pun dapat menjadi pilihan. Juga sangat disarankan untuk tidak memakai topi jenis apapun karena jelas akan menghalangi pandangan penonton lain yang duduk di belakang anda.

(https://www.dewimagazine.com)

Tetap diam

Inilah aturan yang paling penting. Anda tidak diperbolehkan berbicara, berbisik-bisik, bersiul, bersenandung mengikuti alunan musik apalagi bernyanyi selama konser berlangsung karena akan sangat merusak suasana dan mengganggu penonton yang lain. Mendengarkan musik klasik dengan seksama dan mengamati para musisinya di panggung bisa membuat anda menghargai konser musik klasik secara utuh.

Tepuk tangan

Merupakan hal yang lazim saat menonton konser musik klasik, Anda diminta untuk tidak bertepuk tangan hingga musik yang disajikan benar-benar selesai. Tentu saja hal ini bisa membingungkan jika Anda tidak paham dengan musik yang disuguhkan. Agar aman sebaiknya bertepuk tangan ketika sebagian besar penonton mulai melakukannya.

Manfaatkan rehat

Konser musik klasik biasanya memberlakukan waktu rehat atau istirahat. Pada saat inilah penonton diperbolehkan meninggalkan tempat duduknya. Jika memang perlu, Anda dapat pergi ke kamar kecil, membeli minum beserta cemilan, atau mungkin menelepon seseorang dan kembali lagi ke kursi penonton saat waktu istirahat selesai.

Semoga bermanfaat

admin

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tips Memilih Tempat Wisata untuk Anak

Sun May 4 , 2014
(https://sragenpos.com) Tidak hanya asal pilih, memilih tempat wisata yang ideal untuk anak hendaknya melalui beberapa pertimbangan, tidak hanya suasananya yang indah saja, unsur pendidikan juga wajib anda masukkan agar perjalan anda bersama anak menjadi lebih bermanfaat. 1. Disukai oleh anak Menjadikan sesuatu yang berkesan pastilah dimulai dengan sesuatu yang disukai […]

Terjemahan

Disewakan Kamar H-1216, Apartemen Mares 2, Depok, Jawa Barat

Wisma “Putranto” Kos dekat Sekip UGM Yogyakarta

Hipertensi “The Silent Killer”

Kalung Etnik Kalimantan Selatan

Imunitas anak & Essenzo Cinnamon Bark Essential Oil