Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu Kalimantan Barat

dab68-02des2012_00002 Taman Nasional Danau Sentarum (https://www.indonesia.travel)

Taman Nasional Danau Sentarum berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu Propinsi Kalimantan Barat. Letaknya kira-kira 700 kilometer dari Pontianak. Secara administrasi kawasan ini meliputi 7 (tujuh) Kecamatan yaitu Kecamatan Batang Lupar, Badau, Embau, Bunut Hilir, Suhaid, Selimbau dan Kecamatan Semitau.

Taman Nasional Danau Sentarum merupakan perwakilan ekosistem lahan basah danau, hutan rawa air tawar dan hutan hujan tropik di Kalimantan.

d125b-6danausentarum-oladoo-com Kondisi danau pada saat musim penghujan (https://www.greenmining.or.id)

Danau Sentarum sebagai danau musiman yang berada di taman nasional ini terletak pada sebelah cekungan sungai Kapuas, yaitu sekitar 700 km dari muara yang menuju laut Cina Selatan. Dibatasi oleh bukit-bukit dan dataran tinggi yang mengelilinginya, Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.

Tingginya curah hujan sangat mempengaruhi kondisi kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Dengan letak dan kondisinya yang berada di tengah-tengah jajaran pegunungan menjadikan kawasan ini sebagai daerah tangkapan air. Pada musim penghujan danau-danau di kawasan Danau Sentarum ini akan tergenang, akibat adanya aliran air yang berasal dari bukit-bukit di sekitarnya dan dari luapan Sungai Kapuas yang masuk ke kawasan. Sekitar 9 -10 bulan dalam setahun kondisi kawasan yang sebagian besar merupakan dataran rendah berupa cekungan (lebak lebung) akan terendam dengan kedalaman antara 6 – 14 m. Sedangkan pada musim kemarau panjang sebagian besar danau kering, berupa alur sungai dan hanya danau permanen yang masih terisi air.

e141c-danausentarum Kondisi danau pada saat musim kemarau (https://www.indonesia.travel)

Flora

71a7f-simpur Simpur (Delenia excelsa)

Berdasarkan data yang tercatat, hingga saat ini terdapat 675 (species) yang tergolong dalam 97 suku (familia). Data-data tersebut belum seluruhnya terinventarisir terutama jenis pohon yang yang berada di hutan dataran rendah perbukitan, kemudian jenis-jenis anggrek dan jenis parasit. Dari jumlah tersebut 33 jenis merupakan jenis endemik dan 10 jenis merupakan jenis baru.

9d31b-bungur Bungur (Largestonia speciosa)

Jenis tumbuhan yang ada antara lain: Dichilanthe borneensis, Menungau (Vatica menungau), Putat (Baringtonia acutangula), Kayu Tahun (Carallia bracteata), Rengas (Gluta rengas), Kawi (Shorea balangeran), Ramin (Gonystylus bancanus), Ransa (Eugeissona ambigua) dan sebagainya.

2303f-putat Putat (Baringtonia acutangula) – https://www.flickr.com

Dan yang paling mengagumkan di kawasan Danau Sentarum terdapat jenis tumbuhan yang sama dengan tumbuhan endemik yang ada di Amazon. Oleh masyarakat Danau tumbuhan tersebut dikenal dengan sebutan pohon Pungguk (Crateva religiosa).

Berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat setempat tipe-tipe habitat yang terdapat dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum adalah sebagai berikut:

1. Hutan rapak gelgah (hutan rawa kerdil), pohon setinggi 5-8 m dan tergenang sampai 8-11 bulan dalam setahun. Hutan ini ditandai dengan banyaknya Putat (Baringtonia acutangula) dan Mentagis (Ixora mentangis), Kayu Tahun (Carallia bracteata), Kebesi (Memecylon edule).

c7c3f-kayutahun Kayu Tahun (Carallia bracteata)

2. Hutan Gelagah (Hutan Rawa Terhalang), tumbuhannya kerdil setinggi 10 – 15 m. Setiap tahun terendam setinggi 3 – 4 meter selama 4 – 7 bulan, sehingga hanya terlihat tajuknya saja. Pohon yang dominan adalah Kamsia yang banyak ditumbuhi epiphyt, Menungau (Vatica menungau), Kenarin (Diospyros coriacea).

4d60e-menungau Menungau (Vatica menungau)

3. Hutan Pepah (Hutan Rawa Tegakan), tumbuhannya agak tinggi, yaitu dapat mencapai 25 – 35 m. Pada saat banjir paling tinggi hutan ini tergenang antara 1 – 3 m selama 2 – 4 bulan. Ditumbuhi oleh pohon Kelansau, Emang dan Melaban, Tembesu (Fagrarea fagrans).

9a948-tembesu Tembesu (Fagrarea fagrans)

4. Hutan Tepian (Hutan Riparian), merupakan hutan ditepian sungai besar. Hutan ini terkadang tergenang selama enam bulan dalam setahunnya. Jenis yang tumbuh seperti Rengas merah (Gluta renghas) dan Tembesu (Fagrarea fagrans).

5. Hutan Rawa Gambut terdapat pada daerah yang agak tinggi. Hutan ini tergenang selama 1 – 4 bulan setahun dengan tinggi genangan kurang dari 1,5 m. Jenis tumbuhan yang ada seperti Bintangur (Callophylum spp), Kapur (Dryobalanops abnormis), Terindak (Shorea seminis). Simpur (Delenia excelsa), Bintangur (Callophylum spp), Bungur (Largestonia speciosa).

b7bd1-bintangur Bintangur (Callophylum spp)

6. Hutan Dataran Rendah Perbukitan, tipe hutan ini didominasi oleh jenis-jenis dari famiyl Dipterocarpaceae perbukitan rendah seperti Tengkawang Rambai (Shorea smithiana), Resak (Vatica micrantha), Keruing dan Tempurau (Dipterocarpus spp).

7. Hutan Kerangas, tumbuhannya agak kerdil dengan tinggi sekitar 20 – 26 m, diameter batang kecil (kurus) menyerupai pohon pada tingkat tiang, tanah berpasir dan miskin unsur hara.

Fauna

Ikan

Ikan air tawar di Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebanyak 265 jenis. Mulai dari yang kecil sekitar 1 cm yaitu ikan Linut (Sundasalax cf. Microps) sampai ikan Tapah (Wallago leeri), yang dapat mencapai ukuran lebih dari 200 cm. Jenis ikan untuk konsumsi seperti ikan Toman, Lais, Belida, Jelawat dan Patin terdapat di sini. Jenis ikan hias misalnya ikan Ulanguli (Botia macracantho), ikan Siluk Merah Super (Scleropages formosus) dan ikan hias yang mempunyai nilai hingga puluhan jutaan rupiah seperti ikan Arwana Merah (Scleropages legendrei).

022be-7-arowana-indonesia-d-094 Ikan Arwana hanya ada di Taman Nasional Danau Sentarum (https://dody94.wordpress.com)

Selain kaya akan jumlah species, beberapa diantaranya merupakan jenis endemik dan langka, misalnya saja terdapat 13 jenis ikan yang tergolong dalam species baru (new species).

Mamalia

Taman Nasional Danau Sentarum memiliki 147 jenis mamalia. Kekayaan jenis tersebut mencakup hampir dua pertiga atau 67 % dari 222 jenis mamalia yang terdapat di Kalimantan. Sebagian besar jenis mamalia yang ada di kawasan ini merupakan jenis endemik, langka atau menjelang kepunahan seperti Bekantan (Nasalis larvatus), Kepuh (Presbytis melalaphos cruniger), Orang utan (Pongo Pygmaeus) Ungko Tangan Hitam (Hyobates agilis), Kelempiau Kalimantan (Hylobates muelleri), Macan Dahan (Neofelis nebulosa) dan sebagainya (sekitar 23 jenis lainnya).

Burung

Di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum terdapat 310 jenis burung dan termasuk jenis burung bangau hutan rawa (Ciconia stormi) yang tergolong langka, dan beluk ketupa (Ketupa ketupa), Bangau Tuntong (Leptoptilus avanicus) dan 8 jenis Rangkong (Bucerotidae) yang dilindungi secara Internasional. Jumlah jenis burung yang terdapat di kawasan ini juga dikategorikan kaya karena dari 1.519 jenis burung yang ada di Indonesia 20 % diantaranya dapat ditemukan disini.

Reptil

Di Danau Sentarum terdapat 31 jenis dari kelompok hewan melata atau Reptilia (Reptil). Delapan jenis diantaranya merupakan jenis dilindungi seperti Buaya Muara (Crocodylus porosus), Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelli), Labi-labi, Ular, Biawak dan lain-lain, bahkan Buaya Katak atau Buaya Rabin Crocodylus raninus) yang di Asia telah dinyatakan punah sejak 150 tahun yang lalu diperkirakan masih ditemukan di kawasan ini.

Kondisi Masyarakat

1. Masyarakat Melayu

95a16-masyarakatmelayudidanausentarum Masyarakat Melayu di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (https://cintaterumbukarang.blogspot.com)

Di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum terdapat lebih dari 45 dusun permanen dan 10 dusun musiman yang letaknya tersebar di dalam kawasan. Dari penggalian sejarah, dusun-dusun yang berada dalam kawasan ada sejak sebelum abad 18 atau sekitar lebih dari dua abad yang lalu. Yang berarti sangat jauh jarak waktunya dengan penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi.

5da47-repak Repak lebah madu (https://www.facebook.com)

Menurut batas-batas kawasan yang ada saat ini mencakup bagian tidak kurang dari 5 kerajaan yang terbentuk saat ini, yaitu Kerajaan Selimbau, Suhaid, Jongkong, Bunut dan Piasa dengan adat-istiadat yang berbeda-beda. Saat ini batas-batas tersebut telah menjadi kecamatan sehingga batas asli kerajaan sudah tidak jelas lagi, yang ada saat ini adalah batas-batas wilayah kerja nelayan.

d3b79-tikung Tikung lebah madu

Masyarakat Melayu tinggal di rumah lanting (rumah terapung), rumah jangkung (tiang tongkat rumah tinggi), dan rumah perahu (motor bandung/kelotok). Mata pencaharian mayoritas masyarakat melayu adalah nelayan dengan berbagai kegiatan antara lain menjala, memukat, memasang sentaban (jebakan ikan), memelihara ikan dalam karamba serta mengumpulkan ikan-ikan hias. Ikan yang dihasilkan berupa ikan segar, ikan salai/asap, ikan asin dan ikan hias. Jenis ikan untuk konsumsi seperti Toman, Jelawat, Patin, Lais dan Belida, sedangkan ikan hias misalnya Ulanguli dan Siluk Merah Super. Hasil panen ikan dari kawasan Danau Sentarum diperkirakan antara 5 – 6 milyar per tahun.

1d81e-lalau Lalau lebah madu

Selain itu sebagian masyarakat bermata pencaharian sebagai peternak lebah madu liar (Apis dorsata). Madu yang dihasilkan telah menjadi sumber pendapatan masyarakat sejak ratusan tahun yang lalu. Keaslian madu Danau Sentarum telah diakui secara Internasional terbukti dengan didapatkannya sertifikat dari BIOCERT.

Hasil madu yang dipanen setiap tahunnya berkisar antara 10 – 20 ton, atau senilai dengan uang 250 – 500 juta rupiah. Pengambilan madu dilakukan secara tradisional melalui 3 cara yaitu: Tikung (Sarang buatan), Lalau (Lebah bersarang di kayu besar), dan Rapak (Lebah yang bersarang di sembarang tempat).

2. Masyarakat Dayak

affa5-festival-sentarum-8 Festival Danau Sentarum 2012 (https://baltyra.com)

Masyarakat Dayak umumnya tinggal di sekitar batas kawasan dan pada dataran perbukitan yang mengelilingi kawasan Taman Nasional. Masyarakat Dayak yang ada mayoritas dari suku Iban dan sebagian dari suku Kantuk dan Embaloh. Umumnya mereka sebagai petani ladang dan pemburu yang tangguh. Disamping itu mereka juga berkebun karet dan menanam buah-buahan. Masyarakat Dayak di hulu-hulu sungai atau tinggal dekat kawasan Danau Sentarum selain sebagai petani ladang, pada saat tertentu mereka menangkap ikan dan labi-labi.

Masyarakat Dayak umumnya tinggal di rumah-rumah Betang (rumah panjang) dan sebagian kecil membangun rumah secara terpisah.

Cara pencapaian lokasi

5b58f-tnds Peta menuju lokasi Taman nasional Danau Sentarum

Cara pencapaian lokasi: Pontianak-Sintang-Semitau menggunakan kendaraan roda empat sekitar 11 jam atau Sintang-Semitau menggunakan longboat (bandong) ditempuh sekitar tujuh jam. Dari Semitau ke lokasi menggunakan perahu motor jurusan Lanjak. Pontianak-Putussibau dengan pesawat terbang sekitar dua jam dan dari Putussibau ke Nanga Suhaid dengan longboat sekitar tujuh jam.

Informasi lebih lanjut hubungi

Kantor Balai Taman Nasional Danau Sentarum
Jl. YC. Oevang Oeray No. 43, Sintang, Kalimantan Barat
Telp / Fax.: +62 565 22242

Atau

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat
Jl. Letjen Sutoyo No. 17 – Pontianak
Telp.: +62 561 742838 , +62 561 731445
Fax.: +62 561 739644
Website : https://www.pariwisata.kalbar.go.id, https://www.borneo-equatorism.com
Email : pariwisata@kalbar.go.id, info-rn@borneo-equatorism.com

Berbagai sumber

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB)

Tue May 20 , 2014
Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan pegunungan rendah hingga pegunungan tinggi dan savana di Nusa Tenggara, dengan luas 41.330 ha. Kawasan TNGR terletak di Pulau Lombok merupakan daerah bergunung-gunung dengan ketinggian mulai 500 – 3726 m dpl (Puncak Rinjani), dengan variasi kemiringan lahan bervariasi : datar, […]