Batik Sragen

2

a7b30-batik50juta

Kampung Batik Kliwonan terdiri dari tiga kampung yaitu Kliwonan, Pilang dan Butuh, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, terletak di selatan Sungai Bengawan Solo. Karena berada di pinggiran sungai atau kali (dalam bahasa Jawa), industri Batik di kawasan tersebut juga dikenal dengan sebutan Batik Girli (Pinggir Kali atau Tepi Sungai).

Dengan datang ke Desa Wisata Batik Kliwonan berarti Anda telah mendatangi langsung pengrajin batik yang ‘sesungguhnya’. Banyak pengusaha batik terkenal mengambil batik dari pengrajin di desa ini kemudian memberi labelnya sendiri.

Batik Sragen

1eda8-1167851_batiksragen(https://wid4uns4.wordpress.com)

97f64-batik50juta(https://finance.detik.com)

Di kedua tempat tersebut ada desa penghasil batik. Letak keduanya berdekatan, saling berseberangan di sisi utara dan selatan Sungai Bengawan Solo. Berada di pinggiran sungai, kawasan ini juga dikenal dengan sebutan batik girli (Pinggir Kali). Ada juga yang mengenalnya dengan sebutan batik kliwonan karena mengambil nama salah satu desa produsen yang berlokasi di Kecamatan Masaran.

Desa Wisata Batik Kliwonan merupakan kawasan ekoturisme berkelanjutan dengan pemberdayaan warga lokal untuk mengangkat potensi ekonomi, keunikan, dan kearifan lokal dengan memperhatikan keseimbangan ekologi.

Batik Sragen

68908-dsc_0090-copy(https://blog.berbatik.com)

27ac0-kain_tulis_premium_sragen_alas_alasan_27_1_jpg_1_l(https://www.berbatik.com)

Anda dapat menikmati aktivitas wisata belanja (baca: Wisata Belanja Batik Kliwonan) batik berkualitas tinggi dengan harga murah. Berwisata sambil belajar membatik selama 3 jam dengan mendalam, belajar membuat gerabah sawah, mengenal proses bertani, wisata kuliner makanan khas desa, menjelajah desa, hingga fotografi alam. Desa ini menjamin hasrat wisata alam maupun wisata belanja Anda terpuaskan.

Di Sentra Batik Kliwonan ada sekitar 85 Usaha Kecil Menengah yang telah menyerap 5000 tenaga pembuat batik. Secara keseluruhan ada sekitar 15.000 pembuat batik tersebar di semua wilayah Kabupaten Sragen. Setahun mereka mampu menghasilkan batik jenis katun sebanyak 50.000 potong dan batik jenis sutera dari alat tenun dan bukan mesin (ATBM), jumlahnya sebanyak 365.000 potong. Batik yang dihasilkan dari sentra industri tersebut kemudian disetorkan ke pengusaha batik solo dan diberi label pengepul ataupun dijual langsung ke pemilik kios di Pasar Klewer Solo. Inilah sebabnya mengapa batik kliwonan atau batik sragen kurang terkenal.

Batik Sragen

68fb7-image2938(https://batikpilang.blogspot.com)

a56f8-batiksogojawa(https://batikpilang.blogspot.com)

Sragen awal mulanya identik dengan batik Surakarta, terutama di era 80-an, dan tak mengherankan, sebab para pionir kerajinan batik di Sragen umumnya pernah bekerja sebagai buruh batik di perusahaan milik juragan batik Surakarta.

Namun, batik Sragen berhasil membentuk ciri khas yang berbeda dari gaya Yogyakarta dan Surakarta. Batik gaya Yogyakarta umumnya memiliki dasaran atau sogan putih dengan motif bernuansa hitam atau warna gelap. Corak Yogyakarta ini biasa disebut batik latar putih atau putihan. Beda lagi dengan batik gaya Surakarta, biasanya memiliki warna dasaran gelap dengan motif bernuansa putih. Biasa disebut batik latar hitam atau ireng.

Batik Sragen

abc20-batikcaptolet(https://batikpilang.blogspot.com)

c1fe4-b-pembuatandrbhnalami(https://batikpilang.blogspot.com)

Lahirnya motif tersebut tidak lepas dari pengaruh karakter masyarakat Sragen yang pada dasarnya terbuka dan blak-blakan dalam mengekspresikan isi hati. Batik Sragen lebih kaya dengan ornamen flora dan fauna. Ada kalanya dikombinasi dengan motif baku. Jadilah, motif tumbuhan atau hewan yang disusupi motif baku seperti parang, sidoluhur, dan lain sebagainya. Belakangan ini beberapa perajin mulai mencoba menelurkan motif baru yang isinya merekam aktivitas keseharian masyarakat. Guratan motif batik Sragen dewasa ini cenderung menyiratkan makna secara tegas. Jauh lebih lugas ketimbang corak Yogyakarta dan Surakarta.

Dari sini bawalah pulang buah tangan khas-nya mulai dari kerajinan kain perca batik berupa tas, dompet cantik, bantal hias, hingga selimut. Ada juga kerajinan grabah ndeso yang terbuat dari tanah liat hitam dengan tekstur kasar namun antik dan eksotis berupa tempayan air, pot bunga, kuali, dan lain sebagainya.

Batik Sragen

93369-barumawdibatikpakemalam(https://batikpilang.blogspot.com)

540eb-sragen-batik(https://www.solopos.com)

Anda juga dapat membeli kerajinan sangkar burung yang cantik di sini. Ini merupakan hasil olahan dari kekayaan bambu yang melimpah dari tepian Sungai Bengawan Solo.

Ada kebiasaan uluk salam dan saling menyapa di antara penduduknya di sini. Jadi jangan merasa risih apabila saat Anda berkunjung ke desa batik Kliwonan bakal disambut penuh kehangatan. Dengan salam khas ‘wong ndeso’ yang tulus dan ramah menyapa, “Monggo pinarak, sederek…”, artinya, “Mari singgah, saudaraku”. Masyarakat setempat di sini pun begitu ringan tangan membantu tetangganya yang ditimpa kesusahan.

Semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Batik Sragen

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Wonogiri

Thu May 1 , 2014
Wonogiri merupakan Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terletak Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo, bagian selatan langsung di bibir Pantai Selatan, bagian barat berbatasan dengan Gunung Kidul di Provinsi Yogyakarta, Bagian timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Pacitan. Ibu […]

You May Like