Perhiasan Tradisional Sumatera Barat

(https://pengantinku.blogspot.com)

Dalam adat Minangkabau, pernikahan merupakan salah satu masa peralihan yang sangat berarti karena merupakan permulaan masa seseorang melepaskan diri dari kelompok keluarganya untuk membentuk kelompok kecil milik mereka sendiri. Karena itu peristiwa pernikahan sangatlah penting bagi siklus kehidupan seseorang. Hari tersebut merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua calon mempelai dan keluarga dari kedua belah pihak. Ditandai dengan prosesi upacara adat dan keagamaan yang sesuai dengan pepatah minang “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Seluruh rangkaian upacara pernikahan adat, perlengkapan, tata rias membutuhkan persiapan yang lama dan sangat terperinci.

Aksesori atau perhiasan wanita pada Pakaian Adat Sumatera Barat antara lain :

1. Suntiang Anak Daro (Mahkota)

Suntiang Anak Daro (https://id.pinterest.com)

Hiasan mahkota wanita, dipakai pada waktu upacara perkawinan. Bahan yang asli adalah emas murni. Berbagai macam bentuk hiasan anak daro atau pengantin perempuan, bahan imitasi yang disepuh emas.

Secara garis besar jenis suntiang ini adalah :

1. Suntiang bungo pudieng (suntiang berbunga puding)
2. Suntiang pisang saparak (suntiang pisang sekebun)
3. Suntiang pisang saikek (suntiang pisang sesisir)
4. Suntiang kambang loyang (suntiang pisang sesisir)

2. Dukuah (Kalung)

Beragam Kalung (https://gitarolis2.blogspot.com)

Ada bermacam-macam Dukuah, ada yang disebut kalung perada, daraham, cekik leher, kaban, manik pualam dan dukuh panyiaram.

3. Galang (Gelang)

Beragam Gelang (https://gitarolis2.blogspot.com)

Menurut ragamnya gelang ini ada yang disebut galang bapahek, galang ula, kunci maiek, galang rago-rago, galang basa.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.