Perhiasan Tradisional Aceh

(https://www.twcenter.net)

Pakaian adat Aceh dilengkapi dengan beberapa macam pernak-pernik yang biasa selalu dikenakan pada acara-acara tertentu. Pernak-pernik tersebut antara lain:

A. Perhiasan Wanita

1. Keureusang (Kerosang/Kerongsang/Bros)

Kerosang Ibu dan Anak (https://enticz.blogspot.com)

Keureusang adalah perhiasan yang memiliki ukuran panjang 10 cm dan lebar 7,5 cm. Perhiasan dada yang disematkan di baju wanita (sejenis bros) yang terbuat dari emas bertahtakan intan dan berlian. Bentuk keseluruhannya seperti hati yang dihiasi dengan permata intan dan berlian sejumlah 102 butir. Keureusang ini digunakan sebagai penyemat baju (seperti peniti) dibagian dada. Perhiasan ini merupakan barang mewah dan yang memakainya adalah orang-orang tertentu saja sebagai perhiasan pakaian harian.

Bagian belakang Kerosang Ibu dan Anak (https://enticz.blogspot.com)

2. Patam Dhoe

Patam Dhoe (https://budaya-indonesia.org)

Patam Dhoe adalah salah satu perhiasan dahi wanita Aceh. Biasanya dibuat dari emas ataupun dari perak yang disepuh emas. Bentuknya seperti mahkota. Patam Dhoe terbuat dari perak sepuh emas. Terbagi atas tiga bagian yang satu sama lainnya dihubungkan dengan engsel. Di bagian tengah terdapat ukuran kaligrafi dengan tulisan-tulisan Allah dan di tengahnya terdapat tulisan Muhammad, motif ini disebut Bungong Kalimah yang dilingkari ukiran bermotif bulatan-bulatan kecil dan bunga.

3. Peuniti

Seuntai Peuniti yang terbuat dari emas, terdiri dari tiga buah hiasan motif Pinto Aceh. Motif Pinto Aceh dibuat dengan ukiran piligran yang dijalin dengan motif bentuk pucuk pakis dan bunga. Pada bagian tengah terdapat motif boh eungkot (bulatan-bulatan kecil seperti telur ikan). Motif Pinto Aceh ini di ilhami dari bentuk pintu Rumah Aceh yang sekarang dikenal sebagai motif ukiran khas Aceh. Peuniti ini dipakai sebagai perhiasan wanita, sekaligus sebagai penyemat baju.

4. Simplah

Simplah merupakan suatu perhiasan dada untuk wanita. Terbuat dari perak sepuh emas. Terdiri dari 24 buah lempengan segi enam dan dua buah lempengan segi delapan. Setiap lempengan dihiasi dengan ukiran motif bunga dan daun serta permata merah di bagian tengah. Lempengan-lempengan tersebut dihubungkan dengan dua untai rantai Simplah mempunyai ukuran panjang sebesar 51 cm dan Lebar sebesar 51 cm.

5. Subang Aceh

Subang Bungo Mata Uroe, Subang Bungo Mata Uroe adalah anting-anting dengan motif bunga matahari (https://budaya-indonesia.org)

Subang Aceh memiliki diameter dengan ukuran 6 cm. Sepasang Subang yang terbuat dari emas dan permata. Bentuknya seperti bunga matahari dengan ujung kelopaknya yang runcing-runcing. Bagian atas berupa lempengan yang berbentuk bunga Matahari disebut Sigeudo Subang. Subang ini disebut juga subang bungong mata uro (bunga matahari).

6. Culok Ok (Tusuk konde)

Culok Ok (https://budaya-indonesia.org)

Culok Ok (Tusuk Konde) ada empat jenis yaitu:

a. Culok Ok Ulat Sangkadu (Tusuk konde yang melingkar seperti ulat)
b. Culok Ok Bungong Sunteng (Tusuk konde kelopak bunga)
c. Culok Ok Bungong Keupula (Tusuk konde bunga tanjung)
d. Culok Ok Bintang Pecah (Tususk konde bintang pecah)

Keempat jenis Tusuk konde diatas sebagai penghias sanggul rambut, bisa dimasukkan rambut atau dimasukkan kesamping.

a. Culok Ok Ulat Sangkadu (Tusuk konde yang melingkar seperti ulat) *

Culok Ok Ulat Sangkadu (https://steemit.com)

Tusuk konde melekuk seperti ulat ini seluruh permukaan ditata dengan ukiran-ukiran dan dihiasi permata.

b. Culok Ok Bungong Sunteng (Tusuk konde kelopak bunga)

Culok Ok Bungong Sunteng (https://artscraftindonesia.com)

Tusuk konde kelopak bunga terdiri dari 7 kuntum bunga yang disebut sunteng, kuntum-kuntum dipancangkan diatas lempengan panjang yang ditengahnya terpancang tangkai yang ujungnya runcing yang ditancapkan kedalam sanggul, bahan emas atau perak disepuh emas.

c. Culok Ok Bungong Keupula (Tusuk konde bunga tanjung) *

Culok Ok Bungong Keupula (https://steemit.com)

7. Gleueng Jaroe (Gelang Tangan)

Gleueng Jaroe (Gelang Tangan) – https://budaya-indonesia.org

Bagian dari seperangkat perhiasan yang dikenakan wanita Aceh dalam upacara adat.

8. Tlah Takoe (Gelang Leher)

Tlah Takoe (https://budaya-indonesia.org)

Tlah Takoe merupakan perhiasan leher. Bagian dari seperangkat perhiasan yang dikenakan wanita Aceh dalam upacara adat.

9. Pinto Aceh (Pintu Aceh)

Pinto Aceh (https://artscraftindonesia.com)

Perhiasan ini bernama Pinto Aceh (Aceh Pintu), adalah salah satu dari sekitar 250 jenis perhiasan tradisional Aceh. Pinto Aceh diciptakan pada tahun 1935, dan segera populer dan menarik penggemar perhiasan tradisional perempuan, dari Aceh maupun di luar Aceh, bahkan sampai Malaysia. Sampai saat ini setiap pengunjung yang mengunjungi Aceh bisa yakin akan membawa kembali salah satu perhiasan dengan motif Pinto Aceh.

Pinto Aceh (https://budaya-indonesia.org)

Jadi perhiasan ini sekarang sangat langka dan hanya bisa dilihat di museum atau koleksi kolektor atau diwariskan dari generasi ke generasi, dan beberapa orang juga menyimpannya sebagai pusaka.

Pinto Aceh (https://budaya-indonesia.org)

Motif Pinto Aceh berkembang pesat, dan masih dapat diproduksi oleh perajin sampai sekarang. Penampilan pertama motif ini pada sekitar tahun 1930-an hanya berfungsi sebagai liontin. Telah diproduksi selama lebih dari 79 tahun, Pinto Aceh dikembangkan tidak hanya sebagai liontin, tetapi juga sebagai:

  1. Cincin (Eucin Pinto Aceh). Motif Pinto Aceh diletakkan pada lingkaran cincin sebagai aksesori jari.
  2. Subang Pinto Aceh.
  3. Gelang tiga. Bertumpuk, terdiri dari setidaknya 5 Pinto Aceh ukuran Mini gelang. Ini 5 motif yang terhubung oleh jaringan, yang pada kedua ujungnya, bila digunakan di tangan, kencangkan dengan sekrup dan kedua ujungnya bertemu dan tersambung ke rantai kecil dengan hati yang berbentuk lempengan emas.

10a. Euntuek (Kalung)

Entuek Lhee Lapeh (Kalung Tiga Baris) – https://artscraftindonesia.com

Ada tiga macam Entuek (Kalung) :

  1. Entuek Lhee Lapeh (Kalung Tiga Baris)
  2. Seurapi (Kalung Satu Rantai)
  3. Kalong Limong Suson (Kalung Lima Baris)
  4. Kalong boh deureuham *

Seurapi (https://artscraftindonesia.com)

Entuek Lhee Lapeh dan Kalong Limong Suson hanya dipergunakan aksesories pakaian tradisional, perkawinan atau dalam upacara adat. Sedangkan Seurapi dipakai untuk sehari-hari.

4. Kalong boh deureuham *

Kalong boh deureuham (https://steemit.com)

Perhiasan leher ini (kalung) terdiri dari seuntai rantai yang disangkutkan manik-manik berbentuk buah cemara dan jenis padi-padian, diantara manik-manik disangkutkan deureuham (dirham) jenis pembayaran ketika masa kesultanan Aceh, Indonesia beberapa abad yang lalu.

11. Cupeng (Celana Dalam Balita Perempuan) *

Cupeng (https://lihatkeindahanaceh.blogspot.co.id)

Cupeng yang terbuat dari perak yang berbentuk hati berhiasan motif suluran bunga yang dibuat dengan teknik ditatah timbulkan. Motif tersebut dibatasi dengan garis bidang kosong lainnya yang diisi dengan motif mutiara kecil yang dibuat berbentuk simetris dan tetap menggunakan teknik yang sama dengan motif suluran bunga. Pada bagian atas cupeng terdapat pengait berbentuk bulat panjang dengan lubang pada bagian dalamnya yang berfungsi sebagai tempat untuk memasukkan tali yang akan digunakan sebagai pengikat cupeng. Cupeng ini digunakan oleh anak balita perempuan.

12. Gleueng Gaki (Gelang Kaki)

Bagian dari seperangkat perhiasan yang dikenakan wanita Aceh dalam upacara adat.

B. Perhiasan Pria

1. Ayeum Gumbak

Kopiah Meukutop (https://visitaceh.com)

Merupakan asesories dipasang di Kopiah Meukutop (Kopiah Teuku Umar)  terdiri dari sepasang unit yang akan ditempelkan di kedua sisi kepala. Untuk setiap unit 7 tali ditambatkan untuk oval plate berbentuk. Di dasar di mana 7 tali ditambatkan 7 permata ditempatkan. Tali ini dibentuk dari lubang kecil dengan motif Bungan keupula (bunga tanjung).

Kopiah Meukutop (https://sandraspro.blogspot.com)

Gumbak Ayeum digunakan oleh laki-laki sebagai aksesoris pakaian pengantin pria. Tapi laki-laki tidak akan menggunakan sepasang. Hanya satu unit dipasang di sisi kanan tengkulok kupiah meukotob.

Ayeum Gumbak (https://artscraftindonesia.com)

Bahan: emas atau perak berlapis emas dan permata. Dipergunakan aksesories pakaian pengantin, atau untuk pakaian tradisional dalam upacara penyambutan untuk tamu mulia. Tidak untuk penggunaan sehari-hari.

Ayeum Gumbak (https://artscraftindonesia.com)

2. Seuntai (Taloe Jeuem)

Seuntai tali jam yang terbuat dari perak sepuh emas. Terdiri dari rangkaian cincin-cincin kecil berbentuk rantai dengan hiasan berbentuk ikan (dua buah) dan satu kunci. Pada ke dua ujung rantai terdapat kait berbentuk angka delapan. Tali jam ini merupakan pelengkap pakaian adat laki-laki yang disangkutkan di baju.

3. Siwaih *

Siwaih (https://lihatkeindahanaceh.blogspot.co.id)

Senjata ini sejenis dengan rencong yang juga merupakan senjata untuk menyerang. Bentuknya hampir sama dengan rencong tetapi siwaih ukurannya (baik besar maupun panjang) melebihi dari rencong. Siwaih sangat langka ditemui, selain harganya mahal, juga merupakan bagian dari perlengkapan raja-raja atau ulebalang-ulebalang. Namun demikian untuk siwaih yang telah diberikan hiasan emas dan permata pada sarung dan gagangnya lebih berfungsi sebagai perhiasan dari pada sebagai senjata.

Siwaih (https://lihatkeindahanaceh.blogspot.co.id)

C. Perhiasan lainnya (*)

Keurandam

Keurandam (https://budaya-indonesia.org)

Bagian dari seperangkat peralatan yang terbuat dari kuningan atau emas yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Keurandam adalah tempat menyimpan kapur sirih.

Cubek

Cubek (https://budaya-indonesia.org)

Bagian dari seperangkat peralatan yang terbuat dari kuningan atau emas yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Cubek adalah alat penumbuk daun sirih.

Rampago

Rampago (https://budaya-indonesia.org)

Bagian dari seperangkat peralatan yang terbuat dari kuningan atau emas yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Rampago adalah alat pemecah pinang.

Ceureupa

Ceureupa (https://budaya-indonesia.org)

Bagian dari seperangkat peralatan yang terbuat dari kuningan atau emas yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Ceureupa adalah tempat menyimpan tembakau.

Cerana

Cerana (https://budaya-indonesia.org)

Bagian dari seperangkat peralatan yang terbuat dari kuningan atau emas yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Cerana adalah tempat menyimpan daun sirih.

Cumboi *

Cumboi (https://steemit.com)

Cumboi merupakan wadah perlengkapan makan sirih, wadah ini terbuat dari bahan perak dan ornamen hiasan di permukaannya terbuat dari suasa, kegunaannya bahan-bahan makan sirih berupa pinang, Gambir, tembakau semuanya diletakkan kedalam Cumboi.

Keurandam *

Keurandam (https://steemit.com)

Keurandam merupakan wadah atribut makan sirih bagi orang Aceh, Indonesia, wadah ini berfungsi sebagai tempat kapur sirih. Wadah ini terbuat dari bahan perak dan ada juga yang disepuh dengan emas, permukaan wadah ini ditata dengan relief semisal bintang, ornamennya khas Aceh, indonesia.

Sudahan

Sudahan (https://budaya-indonesia.org)

Bagian dari seperangkat peralatan yang terbuat dari kuningan atau emas yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Sudahan adalah wadah penampung air ludah.

Mundam *

Mundam (https://steemit.com)

Mundam ini digunakan sebagai tempat penyimpanan air minum, saya sendiri belum pernah melihat mundam yang begitu indah dan sekarang telah langka. Mundam dibuat dari bahan perak yang seluruh permukaan di tata dengan relief bunga dan daun pada alasnya, sedangkan pada bagian tubuh lainnya di tata dengan relief yang kebanyakan berbentuk sisik buah rumbia, bagian tutup wadah ini mirip seperti kubah yang di tata dengan relief bunga. Mundam dapat menampung air sekitar 4 liter.

(*) Tambahan

Berbagai sumber

One thought on “Perhiasan Tradisional Aceh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.