Kebun Raya “Eka Karya” Bedugul Bali

ca23d-bedugul-botanical-garden-kebun-raya-bedugul Kebun Raya “Eka Karya” Bedugul, Bali (https://tabanantoday.com)

Kebun Raya “Eka Karya” Bali terletak di daerah Bedugul di tengah-tengah pulau Bali sekitar 60 KM dari Denpasar dan dari Kuta sekitar 80 KM ke arah Singaraja serta sebaliknya dari Singaraja 30 KM ke arah Denpasar. Berada di ketinggian 1.250 – 1.450 m dpl dengan suhu berkisar antara 18 – 20° C dan kelembaban 70 – 90% ini berkembang menjadi kawasan konservasi ex-situ tumbuhan pegunungan tropika kawasan timur Indonesia. Pastikan anda membawa baju hangat, payung atau jas hujan.

Berawal dari gagasan Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam yang merangkap sebagai Kepala Kebun Raya Indonesia, dan I Made Taman, Kepala Lembaga Pelestarian dan Pengawetan Alam saat itu yang berkeinginan untuk mendirikan cabang Kebun Raya di luar Jawa, dalam hal ini Bali. Pendekatan kepada Pemda Bali dimulai tahun 1955, hingga akhirnya pada tahun 1958 pejabat yang berwenang di Bali secara resmi menawarkan kepada Lembaga Pusat Penyelidikan Alam untuk mendirikan Kebun Raya di Bali.

Berdasarkan kesepakatan lokasi Kebun Raya ditetapkan seluas 50 ha yang meliputi areal hutan reboisasi Candikuning serta berbatasan langsung dengan Cagar Alam Batukau. Tepat pada tanggal 15 Juli 1959 Kebun Raya “Eka Karya” Bali diresmikan oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam sebagai realisasi SK Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 19 Januari 1959 No. 19/E.3/2/4.

8210d-kebunraya Kebun Raya “Eka Karya” (https://kebunrayabedugul.blogspot.com)

Nama “ Eka Karya ” untuk Kebun Raya Bali diusulkan oleh I Made Taman. “Eka” berarti Satu dan “Karya” berarti Hasil Kerja. Jadi “Eka Karya” dapat diartikan sebagai Kebun Raya pertama yang merupakan hasil kerja bangsa Indonesia sendiri setelah Indonesia merdeka. Kebun raya ini dikhususkan untuk mengoleksi Gymnospermae (tumbuhan berdaun jarum) dari seluruh dunia karena jenis-jenis ini dapat tumbuh dengan baik di dalam kebun raya. Koleksi pertama banyak didatangkan dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, antara lain Araucaria bidwillii, Cupresus sempervirens dan Pinus masoniana. Jenis lainnya yang merupakan tumbuhan asli daerah ini antara lain Podocarpus imbricatus dan Casuarina junghuhniana.

Sejak resmi berdiri, perkembangan Kebun Raya “Eka Karya” Bali selalu mengalami pasang surut dengan silih bergantinya pengelolaan, yaitu antara Dinas Kehutanan Propinsi Bali dan Kebun Raya sendiri. Pengelolaan Kebun Raya sempat dua kali dititipkan pada Dinas Kehutanan Propinsi Bali, yaitu pada 15 Juli 1959 – 16 Mei 1964 dan setelah peristiwa G 30 S/PKI (1966 – 1975). Pengelolaan kebun secara langsung oleh staf kebun raya dilakukan juga selama 2 periode, yakni sejak 16 Mei 1964 – Desember 1965 dan 1 April 1975 hingga sekarang.

Sejak tahun 1964 hingga saat ini, Kebun Raya “Eka Karya” Bali telah mengalami 11 kali pergantian kepemimpinan dengan berbagai pembaharuan. Di bawah kepemimpinan I Gede Ranten, B.Sc. (1975 – 1977), luas kebun raya bertambah hingga 129,2 ha. Perluasannya diresmikan oleh Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia saat itu yaitu Prof. Dr. Ir. Tubagus Bachtiar Rifai pada tanggal 30 April 1976 yang ditandai dengan penanaman Chamae cyparis obtusa.

75f1d-orchid Phragmipedium Lemoinierianum (https://www.orchidsonline.com.au)

Di bawah kepemimpinan Ir. Mustaid Siregar, M.Si (2001 – sekarang) luas kebun raya bertambah lagi menjadi 157,5 ha. Meski pada awal berdirinya ditujukan untuk konservasi tumbuhan berdaun jarum (Gymnospermae), kini berkembang menjadi kawasan konservasi ex-situ tumbuhan pegunungan tropika kawasan timur Indonesia. Statusnya saat ini adalah Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali (SK Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia No. 1019/M/2002, tanggal 12 Juni 2002) dan Kawasan Dengan Tujuan Khusus sebagai Hutan Pendidikan dan Penelitian bagi peruntukan Kebun Raya “Eka Karya” Bali (SK Menteri Kehutanan No. 252/Kpts-II/2003, tanggal 28 Juli 2003). Dengan ribuan koleksi tanaman yang tidak hanya berasal dari Indonesia, Kebun Raya “Eka Karya” Bali sebagai sebuah lembaga konservasi ex – situ tumbuhan merupakan tempat yang sesuai untuk kegiatan penelitian, pendidikan dan wisata.

Koleksi Pengembangan

Kebun Raya Eka Karya Bedugul memiliki koleksi 17.000 tanaman dari sekitar 1.700 spesies, sehingga menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun domestik (Wisnu).

Development of Botanical Collection “Eka Karya” Bali in December 2013:

No
Jenis Koleksi
Jumlah
Suku
Marga
Jenis
Spesimen
1
Koleksi non temantik
Koleksi Umum
153
563
1187
9148
2
Koleksi tematik
Anggrek
1
76
297
2707
Aquatik
10
15
20
38
Poaceae
1
48
90
737
Caktus dan Sukulen
5
52
101
803
Obat
86
221
336
2264
Paku
26
63
136
1304
Palem
1
30
45
433
Upacara Adat
65
144
216
1363
Nursery
22
45
93
681
Begonia
1
1
84
883
Labirin
34
68
88
571
Gendub
0
0
0
28
3
Herbarium
a. Herbarium Kebun
156
531
962
5822
b. Herbarium Umum
186
623
1050
5800
c. Herbarium Lumut
22
45
112
0
d. Koleksi Basah Kebun
75
154
192
218
e. Koleksi basah Umum
41
79
84
131
4
Museum Biji
a. Kebun
116
332
565
0
b. Umum
121
334
529
0
5
Etnobotani
0
0
0
79

Informasi lebih lanjut hubungi

UPT Balai Konservasi Tumbuhan
Kebun Raya “Eka Karya” Bali – LIPI
Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali
Telp. : +62 – 368 – 2033211
Fax.  : +62 – 368 – 2033171

Sumber: Kebunrayabali

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.