Kebun Raya Cibodas Cianjur Jawa Barat

7b908-cibodas Kebun Raya Cibodas (https://anggrek-ist.blogspot.com)

Lokasi Kebun Raya Cibodas – LIPI berada di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango pada ketinggian kurang lebih 1.300 – 1.425 meter di atas permukaan laut dengan luas 84,99 hektar. Temperatur rata-rata 20,06 °C, kelembaban 80,82 % dan rata-rata curah hujan 2.950 mm per tahun.

Mulai tahun 2003 status Kebun Raya Cibodas menjadi lebih mandiri sebagai Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas di bawah Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dalam kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

1f9d8-teijsmann_johannes_elias Johannes Elias Teijsmann (https://commons.wikimedia.org)

Kebun ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18˚ C, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.

Koleksi Tumbuhan

Taman Sakura

8fde4-taman-sakura-cibodas Taman pohon Sakura Cibodas (https://www.cianjurcybercity.com)

Ternyata banyak orang yang belum begitu mengetahui bahwa sesungguhnya sakura tidak hanya bisa dilihat di Jepang saja tetapi ternyata bisa ditanam, tumbuh dan bisa dilihat dengan sempurna di Indonesia khususnya di Kebun Raya Cibodas. Di kebun botani peninggalan Belanda ini,  sakura ternyata bisa berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini  mekarnya bisa bertahan sekitar 4 hari. Masa yang diperlukan sejak tumbuh kuncup hingga gugur bunga adalah sekitar 1 minggu. Sungguh suatu hal yang luar biasa ketika kita bisa melihat bunga khas kawasan Himalaya ini menunjukan kelopaknya. Bunganya yang begitu elok, cantik berwarna merah muda dengan semburat dengan warna putih membuat orang semakin penasaran dan semakin takjub.

Berdasarkan data dari index kwensis ternyata didunia ini ada 308 jenis Sakura, tetapi menurut Kepala Seksi Konservasi ex-situ Nanang Suryana, S.S., di Kebun Raya Cibodas baru memiliki 7 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp, Prunus arborea dan Prunus costata. Di Sakura Garden untuk sekarang ini baru terdapat 5 jenis Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana dan Prunus sp, sedangkan jenis yang dikoleksikan untuk saat ini ada tiga jenis yaitu Prunus arborea dari Java, Prunus costata dari Irian/ Papua dan Prunus cerasoides dari Himalaya. Prunus cerasoides adalah jenis Sakura tertua yang terdapat di Cibodas yaitu ditanam pertama kali tanggal 13 Mei 1971 dan sekarang berada di vak XX.B. 21 a,b, sedangkan untuk Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp berasal dari Hatta pada tahun 2002. Sakura Garden sendiri dibuat pada Maret 2007 – Desember 2007 dengan luas 6.647 m2 dan dibuat untuk memperkaya taman tematik yang ada di Kebun Raya Cibodas.

Saat ini Kebun raya Cibodas memiliki lebih sekitar 435  pohon baik yang koleksi maupun yang non koleksi. Banyak pertanyaan mengenai tanaman unik ini, seperti: ”kok bisa ya Sakura hidup di Indonesia?”, ”Kok bisa ya Sakura berbunga 2 kali dalam satu tahun di Indonesia?”. Pertanyaan-pertanyaan yang sering saya jumpai saat saya mengantar tamu untuk berkeliling Cibodas pada umumnya dan melihat cantiknya bunga Sakura pada khususnya. Menurut kurator Rosaceae, ternyata hal ini disebabkan karena Kebun Raya Cibodas memiliki ketinggian yang hampir sama dengan habitat asli dari Sakura. Selain itu kontur tanah dan cara perawatan serta iklim itu juga yang mungkin menyebabkan terjadinya pembungaan Sakura bisa terjadi 2 kali dalam satu tahun. (dwi)

Taman Lumut

8cfe4-tamanlumut2 Taman Lumut (https://www.kaskus.co.id)

Taman ini dibangun pada tahun 2004 dan dibuka untuk umum secara resmi pada tanggal 11 April 2006, pada saat ulang tahun Kebun Raya Cibodas  yang ke 154. Taman seluas 1.500 m2 ini dirancang menyerupai habitat lumut di alam yaitu pada batang pohon, tanah, batu-batuan dan media tertentu. Naungan secara alami juga diberikan oleh rindangnya tanaman asli Indonesia yang tumbuh disekitarnya untuk memberikan kondisi lembab yang diinginkan. Sebagian besar koleksinya berasal dari sekitar Kebun Raya Cibodas, dan sampai saat ini koleksi yang ada di Taman Lumut ada 134 jenis.

Taman Rhododendrom

312bf-cbg_tamanrhododendron21 Taman Rhododendrom

Taman ini mulai dibangun dan diresmikan pada tahun 2002 atas Inisiator dari Mantan Kepala Kebun raya Cibodas Drs. R. Subekti Purwantoro yang pada  saat itu masih menjabat sebagai Kepala Kebun Raya Cibodas dengan luas ± 5000 m2. Taman ini pada awalnya dibangun untuk mengoleksikan berbagai tanaman Rhododendron yang ada di Kebun Raya Cibodas yang berasal dari berbagai daerah dan Negara. Pada saat itu ada 3 jenis Rhododendron yang ditanam yaitu Rhododendron javanicum dari Jawa, Rhododendron macgregoriae dari Papua dan Rhododendron mucronatum dari Jepang.

Rhododendron atau orang sering menyebutnya dengan Azalea ini merupakan tanaman berbentuk semak dengan ketinggian di bawah satu meter dan hidup ditempat yang beriklim sedang di ketinggian antara 800-2400 mdpl. Di Kebun Raya Cibodas ada salah satu tanaman Azalea yang dijadikan ikon Kebun Raya Cibodas karena tanaman itu asli berasal dari Jawa. Nama tanaman tersebut adalah Rhododendron javanicum (Azalea Jawa). Jenis ini di tanam pertama kali di Cibodas pada tanggal 30 Januari 2005 dan termasuk jenis tanaman endemik di Jawa, Indonesia. Tanaman ini memiliki bunga orange dengan struktur bunganya yang cantik dan tahan rontok hingga satu minggu meskipun telah dipotong. (Dwi Novia P.)

Koleksi Paku-Pakuan

846c9-pakuan Paku-pakuan (https://mytravelingphotograph.blogspot.com)

Tumbuhan paku merupakan sekelompok tumbuhan berpembuluh yang dalam istilah botani dikenal sebagai Pteridophyta. Tumbuhan paku memiliki batang, daun, dan akar, tetapi  tidak mempunyai biji dan bunga namun menghasilkan spora sebagai alat reproduksinya. Jenis tumbuhan paku dapat hidup di berbagai macam habitat yang sangat luas, dari pegunungan terpencil hingga padang pasir. Koleksi tanaman paku-pakuan yang ada di Kebun Raya Cibodas terletak di vak I.C.

Sampai saat ini Kebun Raya Cibodas telah mengoleksi sebanyak 74 jenis (Mei 2013) paku-pakuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa manfaat tumbuhan paku antara lain sebagai bahan pangan, tanaman hias dan kerajinan tangan. Paku-pakuan di Indonesia telah lama digunakan masyarakat sebagai bahan baku obat tradisional, sebagai contohnya adalah rambut-rambut halus pada paku kidang [Dicksonia blumei (Kunze) Moore] dan paku simpai [Cibotium barometz (L.) J. Sm.] yang dipercaya sebagai obat luka untuk menghentikan pendarahan. (Dwi KRC)

Koleksi Tanaman Obat

8cd86-cbg_centelaasiaticamedicinalplant Centelaasiatica medicinal

Berbicara tentang obat mungkin akan identik dengan penyakit. Ada jenis obat yang herbal dan ada juga yang tidak. Berbicara tentang obat herbal sebenarnya banyak orang yang belum mengetahui bahwa masih banyak tanaman yang ada disekitar kita yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal. Kebun Raya Cibodas selain mengkoleksikan tanaman keras juga mengkoleksikan berbagai tanaman obat. Nah di Kebun Raya inilah pengunjung akan dapat menemui berbagai tanaman yang dapat digunakan sebagai obat herbal yang dikoleksikan di dalam sebuah satu petak kebun. Kebun ini mulai dibangun dan diresmikan pada tahun 2005 atas Inisiator dari Mantan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kebun Raya Cibodas Didin Ahmad Nurdin, S.Si. (alm.). Kebun ini memiliki luas ± 3000 m2 dan dibangun untuk mengoleksikan berbagai tanaman obat yang berasal dari berbagai daerah. Sampai saat ini terdapat ± 164 jenis tanaman obat yang dikoleksikan di Kebun Raya Cibodas.

Berbagai contoh tanaman obat yang ada di Cibodas adalah Centella asiatica (L). Urb atau yang sering kita kenal dengan pegagan atau antanan konon katanya dapat digunakan sebagai obat peningkat daya ingat. Tanaman ini tumbuh liar di dekat sawah atau di dekat selokan-selokan. Pegagan dapat dimakan secara langsung dapat juga untuk lalapan atau campuran pembuatan asinan. Perbanyakan tanaman ini sangat mudah dilakukan yaitu melalui stek akar.

Selain tanaman pegagan ada juga Euchresta horsfieldii (Lesch.) atau sering kita kenal dengan Ki Jiwo ini termasuk ke dalam family Fabaceae. Euchresta horsfieldii atau sering kita kenal dengan nama Ki Jiwo ini termasuk kedalam keluarga Polong-polongan. Tanaman ini merupakan tanaman perdu yang umumnya tumbuh di hutan sekunder dan lereng gunung dengan ketinggian 1300-2000 m dpl. Tanaman ini kebanyakan ditemukan di pegunungan Tengger dan cara perbanyakannya juga mudah yaitu melalui biji dan stek batang. Ki Jiwo memiliki biji yang berbentuk lonjong dan dipercaya dapat untuk mengobati batuk darah, aprodisiak, pelancar air seni, mengurangi keputihan dan mengencangkan daerah kewanitaan serta mempertahankan stamina.(Dwi Novia P.)

Informasi lebih lanjut hubungi

UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas – LIPI
PO. Box. 19 Sdl. Sindanglaya Cipanas Cianjur 43253
Telp.: (62) 263 512 233, 520 448, 520 467
Fax.: (62) 263 512 233
Email: jasinkrc@yahoo.com

Sumber: Kebun Raya Cibodas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.