Kebun Raya Bogor Jawa Barat

71095-kebunrayabogor8 Pintu masuk 1 Kebun Raya Bogor (https://mamisiratuular.blogspot.com)

Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari ‘samida’ (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.

Taman Araceae

Lokasinya tidak jauh dari pintu gerbang utama Kebun Raya Bogor, terdapat satu taman talas-talasan (araceae), lokasinya dekat dengan garden shop dan penyewaan sepeda, tepatnya berada di belakang bank biji Kebun Raya Bogor.

Pembangunan Taman Tematik Araceae bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa salahsatu kekayaan flora Indonesia dari suku Araceae (talas-talas) mempunyai potensi yang tinggi baik dari sudut pandang ilmiah maupun dari sudut pandang ekonomi.

Hasil perbanyakan tanaman Araceae terutama dari jenis Alocasia, Aglaonema dan Schismatoglottis telah dilakukan. Sekitar 10 pohon dengan tinggi lebih dari 2 m telah di tanam pada kawasan taman ini. Selain berfungsi sebagai pelindung dari terpaan panas matahari secara langsung, pohon ini juga nantinya berfungsi sebagai tempat rambatan bagi jenis-jenis Araceae yang merambat.

Taman Obat

Pada tempat  ini terdapat berbagai jenis tanaman untuk bahan dasar membuat obat-obatan, baik obat herbal maupun obat-obatan medis. Pengunjung bisa mengetahui jenis dan fungsi dari masing-masing tanaman tersebut dengan membaca papan informasi yang ada di beberapa koleksi tanaman obat.

Area koleksi tanaman obat memiliki ukuran yang cukup luas, di sekelilingnya di lindungi oleh pagar besi dengan maksud agar tanaman obat tidak tercampur dengan jenis tanaman lainnya di luar area koleksi tanaman obat, karena di luar area tersebut terdapat tanaman-tanaman yang memiliki fungsi yang berbeda dengan yang ada pada area koleksi tanaman obat.

Griya Anggrek Kebun Raya Bogor

Griya Anggrek merupakan tempat display anggrek-anggrek species dan anggrek hybrid yang sedang berbunga, untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap anggrek alam, unit ini juga menyediakan penjualan tanaman bibit anggrek  species  botolan dan tanaman non anggrek (Nepenthes dan Alocasia) yang merupakan hasil perbanyakan dari laboratorium kultur jaringan.

Produk Griya Anggrek

Produk Griya Anggrek  yang dijual adalah Anggrek species  dan  Tanaman non Anggrek (Nepenthes dan Alocasia) dalam  bentuk botolan atau  pot  hasil  perbanyakan dari kultur jaringan Kebun Raya. Anggrek hybrid berbunga didisplay sekaligus dijual bagi yang berminat.

Museum Zoologi

Kebun Raya Bogor juga memiliki museum fauna, di dalamnya terdapat beberapa kerangka dan jenis binatang yang diawetkan, diantaranya:  burung, kepiting, serangga, ikan, dan lain sebagainya, Salahsatunya adalah hewan mamalia terbesar di dunia yaitu Paus biru.

Museum ini didirikan pada tahun 1894 yang digagasi oleh J. C. Koningsberger yaitu ahli Botani berkebangsaan Jerman yang merupakan salahsatu tokoh perintis dan pengembang Kebun Raya Bogor pada masanya.  J. C. Koningsberger mengumpulkan beberapa koleksi museum sebagian besar berasal dari negara Indonesia, dan sisanya berasal dari beberapa negara di dunia, salahsatunya yaitu jenis kepiting berukuran besar yang berasal dari negara Jepang.

Untuk bisa sampai ke museum zoologi, pengunjung bisa menggunakan jalan yang berada di antara gedung Treub laboratorium dan guest house Nusa indah, karena letaknya berada di belakang area kedua gedung tersebut.

Koleksi Tanaman

Koleksi Anggrek lama

Koleksi anggrek Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya – LIPI (PKT KR – LIPI) terdapat di Rumah Kaca dan Orchidarium.  Koleksi anggrek PKT KR – LIPI terdiri atas sekitar 518 spesies dan sekitar 112 marga. Koleksi tersebut berasal dari hasil eksplorasi anggrek yang telah dilakukan ke berbagai pelosok di Indonesia, maupun sumbangan dari berbagai pihak. Koleksi anggrek PKT KR – LIPI teridiri atas anggrek epifit dan anggrek tanah.

Koleksi Tanaman Obat

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang konservasi ex situ, Kebun Raya Bogor (KRB) mengoleksi jenis-jenis tumbuhan yang memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan antara lain sebagai tumbuhan obat. Sebagian besar jenis-jenis tumbuhan obat koleksi KRB ditanam di vak XXIV.A dan XXIV.B. sampai saat ini, koleksi tumbuhan obat di XXIV.A berjumlah 175 jenis yang terdiri dari 55 suku dan 144 marga. Sedangkan koleksi tumbuhan obat di vak XXIV.B. sebanyak 228 jenis, terdiri dari 65 suku dan 172 marga. beberapa jenis tumbuhan obat, khususnya yang berupa pohon, dikoleksi di luar vak XXIV, diantaranya adalah Asam (Tamarindus indicia), pule (Alstonia scholaris), sintok (Cinnamomum sintoc) dan pulai pipit (Rauvolfia sumatrana).

Koleksi Tanaman Palem

Pohon Palem Di Kebun Raya Bogor (https://sebandung.com)

Palem merupakan salah satu kelompok tumbuhan tinggi yang termasuk dalam kelas tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae). Kelompok tumbuhan ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, karena penampilannya yang indah dan menarik serta pemeliharaannya yang mudah. Selain sebagai tanaman hias, jenis-jenis palem tertentu mempunyai potensi sebagai sumber karbohidrat yang berupa pati atau gula, seperti aren (Arengapinnata), Nipah (Nypa fruticans), Sagu (Metroxylon sago), dan kelapa (Cocos nucifera); sumber minyak, seperti kelapa dan kelapa sawit (Elais guineensis); bahan bangunan seperti kelapa, nibung (Oncosperma tigillarium) dan wanga (Pigafetta filaris); bahan anyam-anyaman seperti rotan dan lontar (Borassus flabellifer) dan bahan penyegar seperti pinang sirih (Areca catechu). Ditinjau dari segi ekonomi perannya dalam kehidupan manusia, palem diduga menempati urutan kedua setelah suku rumput-rumputan (Poaceae).

Di dunia diperkirakan terdapat 2800 jenis palem yang terdiri atas 200 marga. Dari jumlah tersebut 576 jenis diantaranya (46 marga) merupakan palem asli Indonesia. Kebun Raya Bogor merupakan salah satu Kebun Raya di dunia yang memiliki koleksi palem yang cukup lengkap. Saat ini palem yang sudah dikoleksi berjumlah 1215 spesimen, yang terdiri atas 286 jenis (92 marga).

Koleksi Tanaman Merambat

Salah satu kelompok tumbuhan yang sangat menarik adalah tumbuhan merambat.Memang, perhatian yang diberkan terhadap kelompok tumbuhan ini masih belum cukup memadai. Mungkin karena cara hidupnya yang merambat menimbulkan kesan repot menanganinya, dan bahkan beberapa jenis yang cepat tumbuhnya cenderung bersifat invasive dan menggulma. Namun jika lebih diperhatikan sedikit saja, maka akan banyak menerbitkan rasa keingintahuan lebih jauh hingga kita ingin lebih menganal, mengetahui dan memahaminya.

Tumbuhan merambat sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Banyak taman-taman yang indah memiliki ornament pergola dari tumbuhan merambat. Tidak sedikt tumbuhan merambat yang berbunga indah. Untaian bunga-bunga, dedaunnan, dan bahkan buahnyapun sering kali menimbulkan kesan yang romantic. Tumbuhan merambat tidak hanya menarik dari sudu pandang estetika, tetapi juga menarik dari segi biologinya, cara perambatannya pemanfaatannya dalam kehidupan manusia hingga kearah pembudidayaannya.

Koleksi Tanaman Air

Tanaman air Oriza sativa alias padi, misalnya, menghasilkan beras yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi beras memacu pembudidayaan padi agar menghasilkan bibit yang unggul. Pembudidayaan jenis tumbuhan air lainnya pun telah berkembang sedemikian rupa dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, sebagai bahan industry, bangunan maupun obat-obatan. Beberapa jenis tanaman air dipakai sebagai pemeliharaan kebersihan air dari ancaman polusi.

Beragam jenis lainnya dikembangkan menjadi tanaman hias, lengkap dengan miniature ekosistemnya. Tanaman air kini mampu “menembus” dinding rumah berada di tempat yang jauh dari tempat aslinya. Kendati ia berasal dari tempat yang kumuh, berlumpur- dari tepian sawah atau rawa- namun bila dikemas dalam media yang cantik dan menawan, ia akan menjadi tanaman hias yang elegan sehingga layak ditempatkan di rumah  mewah atau hotel berbintang. Eksotisme tanaman air akan semakin terasa apabila dipadukan dengan jambangan besar yang terbuat dari tanah liat atau tembikar.

Monumen Olivia Raffles

a1b24-olivia_raffles_monumen Monumen Olivia Raffles

Pada tahun 1814 Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.

Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain.

25a91-400px-monumen_reinwardt Tugu Peringatan Reinwardt

Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti “tidak perlu khawatir”). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.

Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).

Sekitar 47 hektare tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwardt menjadi pengarah pertamanya dari 1817 sampai 1822. Kesempatan ini digunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari bagian lain Nusantara. Dengan segera Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut. Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh di kebun. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tetapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Dengan dibantu oleh Justus Karl Hasskarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia).

Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.

Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.

Pada mulanya kebun ini hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan ke Hindia-Belanda (kini Indonesia). Namun pada perkembangannya juga digunakan sebagai wadah penelitian ilmuwan pada zaman itu (1880 – 1905).

Kebun Raya Bogor selalu mengalami perkembangan yang berarti di bawah kepemimpinan Dr. Carl Ludwig Blume (1822), JE. Teijsmann dan Dr. Hasskarl (zaman Gubernur Jenderal Van den Bosch), J. E. Teijsmann dan Simon Binnendijk, Dr. R.H.C.C. Scheffer (1867), Prof. Dr. Melchior Treub (1881), Dr. Jacob Christiaan Koningsberger (1904), Van den Hornett (1904), dan Prof. Ir. Koestono Setijowirjo (1949), yang merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat suatu pimpin lembaga penelitian yang bertaraf internasional.

Pada saat kepemimpinan tokoh-tokoh itu telah dilakukan kegiatan pembuatan katalog mengenai Kebun Raya Bogor, pencatatan lengkap tentang koleksi tumbuh-tumbuhan Cryptogamae, 25 spesies Gymnospermae, 51 spesies Monocotyledonae dan 2200 spesies Dicotyledonae, usaha pengenalan tanaman ekonomi penting di Indonesia, pengumpulan tanam-tanaman yang berguna bagi Indonesia (43 jenis, di antaranya vanili, kelapa sawit, kina, getah perca, tebu, ubi kayu, jagung dari Amerika, kayu besi dari Palembang dan Kalimantan), dan mengembangkan kelembagaan internal di Kebun Raya yaitu:

  • Herbarium
  • Museum
  • Laboratorium Botani
  • Kebun Percobaan
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Farmasi
  • Cabang Kebun Raya di Sibolangit, Deli Serdang dan di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan
  • Perpustakaan Fotografi dan Tata Usaha
  • Pendirian Kantor Perikanan dan Akademi Biologi (cikal bakal IPB)

Informasi lebih lanjut hubungi

57a41-652px-peta_bogor

Kebun Raya Bogor
Jl. Ir. Juanda No. 13 Bogor
Telp : (62) 251 832 2187, 832 2220

Sumber: Wikipedia

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.