Batik Tiga Negeri

d9fb3-20130317-091858_nv310506nvbatik-tiga-negeri-185x220

Batik tiga negeri merupakan salah satu masterpiece dalam dunia pembatikan. Batik tiga negeri adalah sebuah motif yang menggambarkan tiga budaya Tioghoa, Belanda, dan Jawa. Batik ini merupakan perpaduan dari berbagai batik yang ada di tiga tempat yang berbeda yaitu Lasem, Pekalongan dan Solo.

Pada saat itu, ketiga wilayah tersebut masih berada di zaman kolonial diberikan otonomi yang disebut negeri. Dari segi motif memang umum dan merupakan perpaduan dari ketiga tempat tersebut, hanya saja yang memberikan kesan unik dan menarik ialah pada proses pembuatannya.

Untuk motifnya sendiri merupakan perpaduan bunga, daun serta isen-isen khas batik. Sedangkan untuk proses pembuatannya, konon banyak pembatik percaya bahwa warna yang diperoleh dari batik tiga negeri ini hanya dapat dilakukan di masing-masing wilayah.

Untuk warna merah yang identik dengan etnis Tionghoa para pembatik harus menuju ke wilayah Lasem, banyak dihuni oleh etnis Tionghoa dengan ciri khas warna merah di setiap perayaan dan busananya. Kemudian untuk memperoleh warna biru maka pembatik harus menuju ke wilayah Pekalongan.

Sedangkan untuk mendapatkan warna coklat sogan, maka pembatik harus menuju ke wilayah Solo. Proses pewarnaan memang tidak bisa dilakukan di satu tempat saja. Ada anggapan bahwa air mineral yang digunakan para pembatik untuk memberikan warna memiliki kadar yang berbeda-beda.

Air dari satu daerah dengan daerah lainnya menciptakan daya serap dan efek dari pengaruh pewarnaan pada batik. Alasan yang sangat logis untuk menghubungkan mengapa batik tiga negeri sangat legendaries dan bermisteri adalah kain ini dibuat di tiga daerah yang memiliki kondisi geografis yang berbeda sehingga terkesan sangatlah istimewa. Dengan demikian, bila melakukan proses tersebut, maka batik tiga negeri yang dihasilkan akan sempurna.

Batik Tiga Negeri

6aad2-batiktiganegeri1 Sumber: setyorinihestiningtyas.wordpress.com

Ada yang menyebutkan jika batik tiga negeri merupakan penggambaran budaya yang tercermin dari warna-warna yang digunakan dalam membatik. Dahulu, bahan pewarna batik berasal dari tanaman, yang membuat pembatik mau tidak mau harus mengunjungi satu persatu daerahnya. Di dalam batik tiga negeri, warna merah, biru, coklat atau soga harus selalu ada. Daerah Lasem memiliki warna merah yang luar biasa indah yang berasal dari tanaman mengkudu. Sedangkan warna biru, para pembatik memilih warna biru yang dihasilkan daerah Kudus. Warna biru ini dihasilkan dari tanaman yang bernama Indigo. Kemudian, warna yang terakhir adalah warna coklat yang berasal dari tanaman soga yang ditemukan di daerah Surakarta (Solo).

Batik Tiga Negeri

c99c3-batiktiganegeri2 Sumber: https://verongallery.com

Sejarah lain meyebutkan, batik tiga negeri proses pembuatannya di tiga tempat yaitu Lasem, Tuban dan Pekalongan atau Yogya (leluhur pembatik Pekalongan berasal dari Yogyakarta). Batik ini dibuat dengan penggunaan motif Jawa kuno yang terinspirasi dari motif historis tiga negeri dengan nuansa soga Jogja yang kental. Motif tiga negeri merupakan motif favourite bagi pembatik di zaman kolonial dan yang paling di cari oleh orang kaya pribumi waktu itu.

Batik Tiga Negeri Nuansa Soga

851f9-batiktiganegeri3 Sumber: https://lokabatiksemarang.wordpress.com

891a4-batiktiganegeri4 Sumber: https://lokabatiksemarang.wordpress.com

Kini, dengan adanya pewarna kimia, tentu saja hal itu tak terjadi lagi, berbagai daerah bisa membuat motif tiga negeri dengan warna yang mirip dengan warna dari 3 daerah tersebut. Tapi menurut saya, tetap saja, keaslian warna hanya bisa didapatkan di daerah masing-masing.

Batik Tiga Negeri Lasem

4f1dd-batiktiganegerilasem Sumber: https://id.wikipedia.org

Dibeberapa tempat, nama batik negeri ditambahkan kata Tjoa. Untuk nama Tjoa yang melekat pada kain batik tiga negeri Tjoa diperkirakan berasal dari pemilik, pembuat dan pendisain batik pada tahun 1940. Saat itu, nama tersebut berasal dari dua nama yakni Tjoa Tjoen Kiat dan Tjoa Siang Swie. Tak heran, pada saat itu, nama Tjoa memang memiliki nilai jual yang tinggi karena digunakan sebagai identitas. Batik ini otomatis menjadi semacam identitas bagi pemilik apalagi penggunanya bahwa yang bersangkutan adalah borjuis atau bangsawan.

Batik Tiga Negeri Tjoa

7fefc-batiktiganegeritjoa Sumber: https://www.kriyalea.com

Sementara yang membedakan batik tiga negeri biasa dengan batik peranakan Tjoa adalah motif buket bunga dan satwa seperti burung hong yang hanya dimiliki oleh batik tiga negeri Tjoa. Penggunaan warna terang seperti biru atau hijau juga menjadi pembeda jelas dengan batik Jawa di waktu yang sama. Warna biru, hijau dan merah diyakini berasal dari hasil lukis pendatang China yang sempat mampir di pesisir laut Indonesia. Pada kala bersandarnya kapal mereka di Nusantara, sempat pula ada batik hasil lukisan tangan seseorang yang kemudian dimiliki kolektor batik bernama Tj Sie Gaom. Batik itu diperkirakan merupakan peranakan budaya China-Belanda. Gambar yang terdapat pada kain itu adalah buket buanga matahari yang sangat besar. Batik tiga negeri Tjoa didominasi oleh motif-motif cina sperti bunga-bungaan dan burung yang tidak ada di Indonesia. Sebetulnya, dari beberapa sumber menyebutkan, pembeda batik tiga negeri Tjoa dengan batik tiga negeri biasa adala keberadaan inisial “Tjoa” di setiap ujung kain batik bermotif tiga negeri.

Batik Tiga Negeri

f62db-batiktiganegeri

Motif khas batik tiga negeri menggambarkan ketiga daerah yang saling memiliki keterkaitan kuat. Prosesnya yang rumit dan memakan waktu yang panjang, sehingga harganya pun cukup mahal. Makna filosofis yang terdapat pada jenis batik ini telah memberikan nilai sejarah yang tinggi. Terbukti banyak yang percaya bahwa ada nilai yang ada dari sejarah masa dulu yang terlukis dan melekat kuat pada batik tiga negeri ini. Maka tak jarang, ini menjadi kelebihan dan nilai jual yang tinggi pada jenis batik ini.

Dari dulu sampai sekarang pun motif tiga negeri adalah yang paling banyak dicari para kolektor dan juga penyuka batik dari manca negara sekalipun. Makin lawas kainnya, makin mahal harganya karena diyakini memiliki simpanan memori yang lebih banyak dan sudah melanglang buana berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya.

Semoga Bermanfaat.

Sumber: Fitinline

Follow me!

One thought on “Batik Tiga Negeri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.