Batik Banyumas

3

539ba-20130330-082012_nv310506nvbatik_banyumas-motif_cempaka_mulya-185x220

Sahabat, mungkin anda lebih mengetahui kota Purwokerto dibanding Banyumas, ya karena Banyumas memang beribu kota Purwokerto. Daerah yang terletak di provinsi Jawa Tengah bagian barat ini ternyata memiliki kerajinan batik yang unik dan menarik untuk dijadikan koleksi. Batik Banyumas sering disebut Batik Banyumasan, batik ini termasuk jenis batik pedalaman (baca: Wisata Belanja Batik Banyumasan).

Batik Banyumas awalnya berpusat di daerah Sokaraja, batik ini dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegero yang setelah usai peperangan tahun 1830, mereka kebanyakan menetap di daerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah Najendra dan dialah yang mengembangkan batik di Sokaraja. Bahan mori yang dipakai merupakan hasil tenunan sendiri dan pewarna yang digunakan adalah pewarna alam berupa pohon tom, pohon pace atau mengkudu, yang menghasilkan warna merah semu kuning.

Batik Banyumasan

b1cce-batikbanyumasan Sumber: https://mediaku6622.blogspot.com

Kejayaan Batik Banyumas pernah terjadi sekitar tahun 1965-an sampai 1970-an. Namun semakin kesini, Batik Banyumas kalah saing dengan batik dari daerah lain. Hal ini dikarenakan masalah pengelolaan, terutama masalah manajemen usaha. Batik Banyumas, susah berkembang karena minimnya minat pembatik muda. Generasi muda saat ini, lebih memilih untuk bekerja di sektor formal dan enggan belajar membatik dari orang tuanya.

Para pengrajin Batik Banyumas terus melakukan inovasi dan kreasi agar menghasilkan motif yang baru dan tetap bisa diterima oleh pasar tanpa kehilangan identitasnya. Kombinasi dengan kain tenun lurik yang dibatik merupakan salah satu bentuk usaha menyelamatkan Batik Banyumasan dari kepunahan. Kalau tidak kreatif dan membuat inovasi baru, Batik Banyumasan lama-kelamaan bisa punah. Upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mendukung kelestarian batik Banyumas dengan cara menerapkan pemakaian seragam batik Banyumas bagi seluruh pegawai Pemkab Banyumas pada hari tertentu, biasanya hari Sabtu.

Batik Banyumasan mempunyai ciri pola batik tersendiri yang merupakan ciri batik pedalaman, yaitu banyak terinspirasi motif tumbuhan dan hewan. Sesuai dengan lingkunganya seperti hutan dan gunung. Proses pewarnaannya pun banyak menggunakan warna tua atau gelap dengan gambar yang lugas dan tegas, seperti budaya masyarakat Banyumas yang apa adanya. Walaupun ada beberapa pembuat batik di Banyumas yang membuat batik dengan motif yang berbeda. Batik Banyumas hampir memiliki kesamaan dengan motif Jonasan. Motif Jonasan merupakan kelompok motif non geometrik yang didominasi dengan warna-warna dasar kecoklatan dan hitam. Warna coklat karena soga, sementara warna hitam karena wedel. Batik Banyumasan memiliki kekhasan yang terlihat dari motif maupun pewarnaannya yang mempunyai warna pekat dan tandas.

Batik Banyumas Motif Cempaka Mulya

caa61-batikbanyumas-motifcempakamulya Sumber: https://blognewb1e.blogspot.com

Batik Banyumasan dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan, penghargaan terhadap nilai demokrasi dan semangat kerakyatan. Nilai filosofis itulah yang kemudian tertuang dalam motif-motif batik yang khas seperti Sekarsurya, Sidoluhung, Jahe Puger, Cempaka Mulya, Khantil, Ayam Puger, Madu Bronto, Jahe Srimpang, Lumbon (Lumbu), Sungai Serayu, Gunungan, Batu Waljinan, Kawung Jenggot, Dunia Baru, Satria Busana, Pring Sedapur, dan lain sebagainya.

Batik Banyumas Motif Jahe Srimpang

7be7d-batikbanyumas-motifjahesrimpang Sumber: https://artikel-comotan.blogspot.com

Batik Banyumas Motif Khantil

93989-batikbanyumas-motifkhantil Sumber: https://sketsabudaya.blogspot.com

Batik Banyumas Motif Batu Waljinan

47a88-batikbanyumas-motifbatuwaljinan Sumber: https://myfabricfame.blogspot.com

Batik Banyumas Mitif Lumbon (Lumbu)

7e471-batikbanyumas-motiflumbon Sumber: https://www.banyumaskab.go.id

Batik Banyumas Mitif Lumbon (Lumbu)

37227-batikbanyumas-motiflumbu Sumber: https://www.banyumaskab.go.id

Salah satu keunikan dari Batik Banyumas yaitu proses pembuatan menggunakan batik tulis pada kedua sisi kain, yang merupakan cerminan sifat masyarakatnya yang jujur dari luar maupun dalam hatinya dan bicara apa adanya. Namun terdapat juga batik cap karena prosesnya lebih cepat dan murah. Batik cap bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari sementara batik tulis bisa 3 sampai 6 bulan, sehingga harganya jauh berbeda, batik cap berkisar puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah, sedangkan batik tulis dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Bahan yang digunakan yaitu mori sen, dobri, sutera, dan paris.

Proses Batik Tulis

05fc9-prosesbatiktulis Sumber: https://www.banyumaskab.go.id

Proses Batik Cap

f6a95-prosesbatikcap Sumber: https://www.banyumaskab.go.id

Jika Sahabat mengunjungi Kota Banyumas, silakan mampir di sentra industri Batik Banyumas berada yang di beberapa desa yaitu, desa Sokaraja Tengah kecamatan Sokaraja, desa Sokaraja Kulon kecamatan Sokaraja, desa Sidabowa kecamatan Patikraja, desa Pekunden kecamatan Banyumas, desa Karangtengah kecamatan Baturaden, desa Sokaraja Lor kecamatan Sokaraja, desa Sudagaran kecamatan Banyumas, dan desa Banteran kecamatan Sumbang.

Semakin lengkap kan pengetahuan tentang aneka ragam batik di Indonesia, kami akan menyajikan artikel batik dari daerah-daerah lain juga. Simak terus ya.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

3 thoughts on “Batik Banyumas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Mijen Festival, Surganya Pencinta Durian

Sun Feb 2 , 2014
Durian (ANTARA/Basri Marzuki) Penikmat buah durian di Kota Semarang dan sekitarnya bakal dimanjakan dengan aneka jenis durian dalam Mijen Festival Durian, 1-2 Februari 2014 nanti. Kegiatan yang baru pertama kali digelar itu bakal menghadirkan aneka jenis durian dari berbagai daerah di Jawa Tengah. “Kami juga pamerkan durian unggulan Kota Semarang,” […]

You May Like