Omah Sinten Solo, Suasana Desa di Tengah Kota

Oleh Tri Agus Yogawasista

23fc2-omah-sinten-solo Omah Sinten (https://www.tripadvisor.co.id)

Omah Sinten adalah sebuah hotel butik dan restoran yang berlokasi di kawasan Ngarsopuro, tepatnya di depan area masuk Keraton Mangkunegaran, Solo Jawa Tengah.

Menurut Slamet Rahardjo, pemilik sekaligus konseptor, Omah Sinten memang sengaja dirancang dengan mengusung tema tradisional Jawa demi menghadirkan nostalgia terhadap perkampungan khas Jawa di tengah kota Solo. Untuk mewujudkan konsep tersebut, pemilik hotel butik ini membangun tempat menginap eksklusif dan restoran yang dikelilingi oleh pepohonan rindang.

21b46-suasana-desa-di-engah-kota-2

Dengan mengacu pada falsafah arsitektur Jawa, kompleks ini memiliki pusat orientasi berupa sebuah pendopo beratap joglo. Pendopo ini difungsikan sebagai restoran dengan modifikasi pada finishing bangunan agar sesuai dengan gaya hidup masa kini. Di samping pendopo, terdapat pula sebuah bangunan dua lantai. Lantai dasarnya ditata untuk waroeng dengan nuansa jadoel (jaman dulu) dan dapur terbuka. Sedangkan lantai atas didesain untuk ruang multifungsi yang dapat digunakan untuk kegiatan bersantap formal ataupun untuk acara lain yang lebih kasual.

Bangunan beratap limas ini juga menonjolkan struktur balok tiang dan dinding penyekat dari kayu. Namun, ada beberapa kombinasi seperti aplikasi batu alam pada lisplank dan kaki meja di warung. Fasilitas selanjutnya di kompleks ini adalah sebuah bangunan tiga lantai di bagian belakang pendopo yang menampung beberapa kegiatan. Lantai paling bawah, yaitu sebuah ruangan besar yang dikelilingi oleh gebyok kaca untuk restoran.

c772c-omahsinten-5

Lantai dua dan lantai tiga bangunan ini didesain untuk sepuluh buah kamar tidur dengan tempat tidur untuk dua orang. Di lantai dua, terdapat sebuah ruang sinema mini dengan kapasitas 60 tempat duduk dalam format teatrikal yang dilengkapi dengan akustik dan teknologi audio visual canggih.

10 kamar yang terdapat di Omah Sinten semuanya memiliki pemandangan yang sama, yaitu Istana Mangkunegaran. Membuat para tamu merasa seperti benar-benar berada dalam lingkungan keraton. Dengan tarif per kamar Rp 865.000, fasilitas kamar antara lain kamar mandi dengan shower air dingin dan air panas, IDD telephone, teve, mini bar, guest amenities, sarapan, dan layanan pengantaran dari dan ke hotel atau bandara.

Restoran Bale Bojokrama dan Bale Mangundriyo

4592d-boja

Hadir dalam bentuk gebyok kaca dengan AC untuk memberikan kesejukan pengunjung selama bersantap di OmahSinten. Mampu menampung hingga 100 seat (round table). Resto juga bisa dimanfaatkan untuk event-event khusus seperti gathering, pertemuan besar, pernikahan dan event tematik sesuai permintaan klien/tamu.

1b9c8-balemangundriyo Bale Mangundriyo (https://omahsinten.net)

Menu yang tersedia antara lain tentu saja menu khas nusantara seperti Garang Asem Bumbung, Nasi Iga Penyet, Jangan Ndeso, Sup Lidah Tomat dan Ayam Goreng Sereh.

Ada beberapa menu khusus seperti :

1. Sate Pentul Ala Keraton

a7399-satepentul Sate Pentul Ala Keraton (https://omahsinten.net)

Hidangan ini termasuk kesukaan Sinuhun , dan merupakan hal pokok bagi sentana abdi dalem, untuk memberikan berkah. Kadang nasinya dari sinuhun yang menanak sendiri dalam upacara adang dengan menggunakan tempat untuk menanak nasi yaitu Kyai Duda. Upacara tersebut dilakukan 8 tahun sekali, yaitu pada bulan Dal, yang merupakan lahirnya Nabi Muhammad SAW

2. Bakmi Goreng Keraton

84a43-bakmi-goreng-keraton Bakmi Goreng Keraton (https://omahsinten.net)

Bakmi goreng dengan bakso, udang, telur dan sate favourit PB XI Seperti bakmi yang panjang kita punya kesabaran yang panjang dan tak goyah dengan pendirian dalam keyakinan hidup dan prinsip kebenaran.

Informasi selanjutnya hubungi

Omah Sinten
Heritage Hotel and Resto
Jl. Diponegoro 34-54 Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah
Telp: +62 271 641160
Fax: +62 271 647339
Website: https://omahsinten.net

Sumber: Berbagai artikel di internet

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Rumah Adat Riau dan Kepulauan Riau

Mon Dec 9 , 2013
Oleh Tri Agus Yogawasista Dalam budaya Melayu, seni bina tersebut juga memiliki ciri khas yang terefleksi pada simbol-simbol bangunan yang sarat makna. Saat ini, bangunan-bangunan yang berarsitektur Melayu masih dapat ditemui di beberapa daerah di Nusantara, Semenanjung Malaysia, Brunei Darussalam dan negara rumpun Melayu lainnya, namun, yang masih bisa dinikmati […]